TITIPAN CINTA

TITIPAN CINTA
CHAPTER 21 #NURI VS JUMI


__ADS_3

3 hari berlalu sejak Nuri berada di rumah sakit, dan kini dirinya telah sadar.


"Dimana aku? " Gumamnya seraya menelisik seluruh isi ruangan.


Nuri berfikir bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit, namun siapa yang membawanya kemari.


Kemudian Nuri mulai mengingat hari lalu, saat dirinya tertabrak oleh sebuah mobil yang mengakibatkannya seperti ini.


Nuri bangkit, dan turun dari ranjang kemudian mencabut jarum infus yang menempel di tangannya, dan Nuri pun keluar dari ruangannya.


"Sus. Kira-kira siapa yang membawa saya ke sini? " Tanya Nuri pada seorang Suster yang sedang melintas di depannya.


Suster segera menghampiri Nuri. " Seorang Pria bernama Jhon Louis Vuitton! " Sahutnya.


"Jhon Louis Vuitton! " Ulang Nuri.


Nampak Nuri berfikir siapa Jhon? Sepertinya ia belum pernah mendengar nama itu?


"Sus. Apa dia meninggalkan jejak atau lainnya gitu? " Ujarnya.


Suster menyuruh Nuri untuk kebahagian admistrasi, di sana ada nama lengkap, alamat dan juga nomor ponsel Jhon.


Nuri telah mengantongi identitas milik Jhon, kemudian Nuri segera keluar dari rumah sakit dan pergi mencari alamat Jhon.


Nuri menghentikan taksi yang lewat, dan taksi tersebut membawanya menuju rumah Jhon.


"Kira-kira bagaimana wajah Pria itu, ya? " Gumamnya, jujur saja Nuri penasaran dengan orang yang bernama Jhon tersebut. Apakah dia tampan?


Tak berapa lama taksi yang di tumpangi oleh Nuri telah sampai di depan rumah yang megah, dan sangat luas untuk beberapa saat Nuri pun terpukau dengan keindahan yang di suguhkan di depan matanya.


"Amazing! Ternyata dia orang kaya. Pantas saja dia mampu menanggung biaya rumah sakit! " Ucapnya penuh ketakjuban.


Nuri pun berdiri di depan pagar besi yang menjulang tinggi, hingga seorang satpam terlihat menghampirinya.


"Cari siapa? " Ujarnya.


"Jhon! " Sahutnya.


"Apa sudah buat janji? " Tanyanya.


Nuri menggeleng, ia tak tahu jika bertemu dengan Jhon ia harus membuat janji dengannya, itu artinya Jhon bukan orang sembarangan.


"Maaf, jika begitu maka Anda tidak bisa bertemu dengan Pak Jhon! " Tolaknya.


Namun Nuri terus memaksa satpam tersebut untuk bertemu dengan Jhon apapun caranya, hingga Nuri menunggunya di luar pagar.


"Aku harus menemui Pria kaya itu! " Batinnya.

__ADS_1


Satpam yang melihat Nuri pun hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya pergi. Sebenarnya, saat ini Jhon tidak berada di rumahnya bahkan Jhon sudah jalan pulang hingga hari menjelang sore, namun Nuri masih berada di sana untuk menunggu Jhon.


Tak berapa lama kemudian, Muncul-lah sebuah mobil berwarna hitam yang mewah, seketika itu pula Nuri bangkit dan berusaha menghampiri mobil tersebut.


"Itu pasti Jhon? " Gumamnya.


Terlihat seseorang Pria nampak turun dari mobil dan menatap Nuri dengan tatapan jijik sebab melihat penampilan Nuri yang ala kadarnya.


Nuri menatap Pria yang pastinya adalah Jhon dengan tatapan penuh ketakjuban, dan tanpa berkedip sedikitpun. Nuri bergegas menghampirinya namun Jhon menyuruhnya berhenti di tempat dan tidak mendekatinya.


"Berhenti! " Ujarnya.


Nuri pun berhenti, dan mematung di tempat. " Kau pasti Jhon, kan? " Tanyanya.


Jhon mengernyitkan dahinya heran dari mana wanita ini tahu namanya?


"Siapa kau? " Bukannya menjawab, Jhon malah balik bertanya.


Nuri pun tersenyum. " Aku Nuri. Aku wanita yang kau tabrak tempo lalu! Apa kau sudah lupa? " Ujar Nuri.


Jhon nampak sedang berfikir dan mengingatnya, dan akhirnya Jhon mengingat semuanya. "Mau apa lagi? Katakan, berapa uang yang kau inginkan agar masalah ini selesai? " Ucapnya.


Nuri menolak tawaran Nuri, tentu saja Nuri tidak akan menerima uang dari Jhon sebab ia memiliki tujuan lain. " Tidak. Aku tidak ingin uang! " Sahutnya.


Jhon mengernyitkan keningnya heran, aneh saja di zaman sekarang tak ada orang yang tak suka dengan uang. " Lalu, apa yang kau mau? " Tanyanya.


Jhon menyetujui permintaan Nuri untuk memberinya sebuah pekerjaan, namun pekerjaan yang Jhon tawarkan sungguh menjatuhkan harga diri Nuri. " Oke. Tapi, sebagai Asisten rumah tangga! " Ujarnya santai.


Nuri nampak berfikir, namun sepertinya ia akan mudaj menjalankan aksinya jika berada di rumah Jhon. " Oke. Aku setuju" Sahutnya.


Padahal Jhon berharap Nuri tidak akan menerima tawarannya, namun ini di luar kendalinya.


Jhon mengajak Nuri masuk ke dalam rumahnya, dan sekali lagi Nuri begitu terpesona dengan keindahan yang berada di dalam rumah Jhon. Seluruh furniture yang harganya sangat fantastis, dan rumah yang di susun dengan gaya Eropa tersebut sungguh membuat mata Nuri betah memandangnya.


Jhon menunjukan kamar pembantu untuk Nuri, dan memberitahu apa saja yang haru Nuri lakukan.


"Kau paham? " Ujarnya.


Nuri mengangguk, dan tiba-tiba saja ponsel Jhon berdering dengan cepat Jhon mengangkatnya. " Hallo, ada apa? " Sahutnya sesaat pangggilan tersambung.


"Oke. Aku akan segera kesana! " Ujarnya, kemudian Jhon mematikan pangggilannya, dan menatap Nuri. "Selama aku pergi jaga rumah ini, dan awas jika ada yang hilang maka kau akan aku hajar! Satu lagi, jangan macam-macam di sini sebab aku bisa tahu gerak gerikmu! " Ancamnya.


Setelah mengatakan hal itu pun Jhon berlalu pergi meninggalkan rumah ini.


Sementara Nuri, kini dirinya tengah merebahkan dirinya di atas kasur yang sangat empuk ini, walaupun ini kamar pembantu namun kamar ini tidak terlihat seperti kamar pembantu pada umumnya.


"Mungkin enak, ya, jika aku menjadu nyonya di rumah ini? " Gumamnya.

__ADS_1


Nuri tengah membayangkan jika suatu saat menjadi Istri, dan nyonya besar di rumah ini dengan bergelimang harta.


Nuri terlihat senyum-senyum sendiri seperti orang gila, membayangkannya saja membuat Nuri begitu bahagia apalagi jika menjadi kenyataan.


"Aku harus bisa menaklukkan Jhon, jika Rendi gagal aku dapatkan maka Jhon pun jadi! " Ujarnya sembari tersenyum jahat.


Nuri pun memilih berleha-leha di dalam kamarnya sembari merebahkan dirinya di kasur yang nyaman ini.


Tok... Tok.. tok...


Tiba-tiba sebuah ketukan, eh, bukan ketukan tapi lebih tepatnya gedoran.


"Siapa sih? Ngetuk pintu atau mau rusak? " Gumamnya kesal.


Akhirnya Nuri pun beranjak dari kasurnya, dan melihat siapa yang menggedor pintu kamarnya.


"Siapa... ? " Ujarnya, namun seketika pintu terbuka Nuri benar-benar terkejut melihat orang yang berdiri di ambang pintu sembari menatapnya tajam.


"Si.. siapa kau? " Tanya Nuri, sebab ia baru pertama kali melihatnya.


Terlihat seorang Wanita berbadan tambun, dan berwajah garang tengah menatap tajam Nuri seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup.


"Hey. Kau pembantu baru, kan? Cepat bekerja sebelum Pak Jhon marah besar!! " Titahnya dengan nada tegas, dan sangar.


"Tapi, kan aku baru datang! " Protesnya.


Wanita itu pun semakin memasang wajah sangarnya kala mendengar cicitan dari Nuri. " Hey. Kau datang untuk bekerja, dan Pak Jhon membayarmu bukan untuk berleha-leha. Cepat bekerja!! " Titahnya garang.


Akhirnya Nuri pun keluar dari kamar dengan langkah berat, dan lunglai. " Iya, iya. Aku lakukan! " Sahutnya.


Nuri pun melewati wanita tambun tersebut. " Dasar wanita gembrot, belagu! " Dengusnya kesal.


Wanita yang mendengar ucapan Nuri pun langsung terlihat marah, dan menarik rambut Nuri dengan kasar. " Apa katamu? Aku gembrot? Lihat tubuhmu, bahkan kau seperti tulang yang terbungkus kulit!! " Ucapnya geram.


Nuri yang meringis akibat jambakan dari wanita tambun tersebut pun berusaha melepaskan dirinya. " Hey. Ingat, aku ini sexy bukan tulang terbungkus kulit, tahu!! " Belanya.


Kini, Nuri dan wanita tersebut terlibat perkelahian sampai-sampai mereka pun saling jambak menjabak satu sama lain, hingga Wanita tambun pun mengeluarkan jurus andalannya dengan menindih tubuh Nuri dengan badannya yang tambun, tentu saja Nuri merasakan tubuhnya remuk, dan nafasnya yang mulai sesak namun tak mampu bergerak sedikitpun.


"Hey. Wanita gila! Ingkahlah dari tubuhku!! " Teriak Nuri.


Namun bukannya pergi, wanita tambun tersebut malah semakin menekan badannya dan menertawakan Nuri dengan kencang.


"Haha.. rasakan itu! " Ujarnya sembari tertawa terbahak-bahak.


Nuri yang merasa nafasnya semakin sesak dan tubuhnya yang mulai terasa sakit pun hanya bisa pasrah.


"Nuri! Jumi! Apa yang kalian lakukan? " Teriak seseorang.

__ADS_1


Nuri, dan Jumi menoleh ke asal suara dan ternyata Jhon sudah berdiri di depan mereka berdua, gegas Jumi pun bangkit dari tubuh Nuri dan Nuri pun bangkit dengan tubuh yang rasanya sudah tak bertulang lagi.


__ADS_2