Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Menjadi Ratu


__ADS_3

Khanza pun bergegas masuk ke kelasnya, saat di tangga, khanza melihat vian yang sedang berdiri dan memasukan tangannya ke saku celana.


“Minggir” ucap khanza menyuruh vian untuk minggir dari tangga.


“Maksud lo apa-apaan bikin heboh sekolah ?” Ucap vian menatap khanza yang sedari tadi memainkan kuku nya.


“Emang ada urusan nya sama elo ? Enggak kan” ucap khanza dengan tenang.


“Jelas ada, jika pak Subroto melakukan sesuatu pada lo, gimana ?” Ucap vian, dan khanza pun langsung menatap vian dengan teliti.


“Wah ganteng juga hihihi” batin khanza dan langsung menggeleng cepat.


“Jika pak Subroto melakukan sesuatu pada gue ya silahkan, gue tidak takut, terus kenapa lo yang pusing mikirin itu ?” Ucap khanza dengan wajah santai nya.


“Bener-bener nih anak udah kemasukan jin sekolah, semenjak koma dia langsung menjadi orang lain” batin vian menggelengkan kepalanya karena tidak habis fikir.


“Minggir” ucap khanza menyenggol tubuh vian dengan keras.


“Buset tuh anak tenaganya Gede juga” ucap vian memperhatikan khanza hang sudah jauh dari pandangannya.


Khanza pun langsung memasuki kelasnya, saat masuk ke dalam kelas, khanza mendapatkan sorakan heboh dan tepuk tangan, karena hanya khanza yang berani pada kepala sekolah.


“Apa nih ?” Ucap khanza mendudukan dirinya di kursi.

__ADS_1


“Lo sekarang jadi ratu di kelas IPA 4 ini” ucap Rio dengan lantang, khanza hanya mengendikan bahu nya.


“SALAM SUHU” ucap serentak siswa-siswi kelas IPA 4, khanza yang mendengar itu langsung terperanjat kaget.


“Anjir gue sampe kaget” ucap khanza mengelus dadanya.


Kringgg


Kringgg


Kringgg


Bel pelajaran pertama pun sudah berbunyi, semua siswa duduk di bangku masing-masing, pelajaran pertama yaitu Matematika, khanza hanya berdiam dan mendengarkan lagu seperti biasanya.


“Itu yang di belakang siapa namanya ? Kenapa tidak memperhatikan saya ?” Ucap bu Dewi menunjuk arah khanza.


“Namanya khanza bu” ucap Rio dengan cepat.


“Khanzaaaaaa” bentak bu Dewi, dan tidak di dengarkan oleh khanza.


Bu Dewi yang sudah geram akhirnya menghampiri khanza yanh sedang memejamkan matanya dan mendengarkan lagunya.


“Khanza” ucap bu Dewi menggebrak meja khanza, khanza yang dapat gebrakan langsung terlonjak kaget.

__ADS_1


“Kenapa ?” Ucap khanza dengan sesantai mungkin.


“Kamu bilang kenapa ? Sekarang kamu kerjakan soal yang ada di depan” ucap bu Dewi memberikan spidolnya, khanza pun menurut dan langsung menuju ke papan tulis.


“Ehh rin khanza kan gak pandai dalam matematika” ucap dini yang duduk di sebelah rindi.


“Iyah yah, aku gak mau khanza dapat masalah lagi” ucap rindi dengan gemetar.


Khanza pun hanya tersenyum saat melihat soal yang ada di depan nya, mereka tidak tau jika khanza yang sekarang adalah siswa berprestasi dalam bidang matematika, kimia, dan fisika. Dia pernah menjuarai Olimpiade matematika internasional.


“Sudah” ucap khanza dan langsung menuju ke kursinya.


Bu Dewi yang melihat rumus itu seketika tercengang, tidak ada siswa yang bisa menggunakan rumus itu, hanya siswa yang berprestasi dan yang mengikuti Olimpiade yang bisa menggunakan rumus terlengkap itu.


“Okeh” ucap bu Dewi dan melanjutkan materinya, semua siswa yang melihat itu pada melongo, bahkan rumusnya sangat detail dan mudah di pahami.


“Wah za lo sejak kapan pinter ?” Ucap Rio dan di hadiahi tatapan maut dari khanza, Rio pun hanya tersenyum kikuk.


Jam pertama pun sudah selesai, kemudian lanjut jam pelajaran kedua, tetapi pelajaran kedua kosong, pelajar kedua itu sejarah yang mengajar bu siska.


“UNTUK PELAJARAN SEJARAH KOSONG YAH GUYS” teriak ketua kelas.


“Wah pasti tuh bu siska kena mental gara-gara khanza hahahaha” ucap Rio dan semua siswa pun tertawa karena memang benar bu siska takut ketemu khanza.

__ADS_1


__ADS_2