Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Apakah dia mati ?


__ADS_3

Tubuh roman pun jatuh dari tangga, khanza dan Farhan kaget ketika ada suara tembakan, mereka pikir mereka yang tertembak, melainkan roman yang sudah tergeletak di lantai dan bersimpuh darah.


Semua musik dan orang pun berhenti sejenak dari kegiatan berjogetnya, mereka menatap ke arah sumber suara tembakan tadi.


“Apakah dia mati ?” Ucap khanza melihat tubuh roman yang sudah tergeletak.


“Sepertinya begitu” ucap Farhan menatap tubuh Malang milik roman, khanza pun menghampiri roman.


“Dia masih hidup bang, tapi detak jantung dia melemah” ucap khanza memegang dada roman untuk merasakan denyut jantungnya.


“Kita bawa ke rumah sakit” ucap khanza menyuruh Farhan untuk membawa tubuh roman. Farhan pun mengiyakan.


“Kenapa dibawa ke rumah sakit sih” ucap seseorang dari atas.


“Bang Gibran ?” Ucap khanza menatap Gibran dari bawah.


“Kenapa hanya tiga tembakan ? Kenapa gak bikin dia mati di tempat ?” Ucap khanza berdiri.


“Gue gak mau Liat dia mati konyol di bar, makanya gue nembak di bagian tertentu saja” ucap Gibran menuruni tangga.


“Mereka geng blue Shapire ? Udah gak heran sih, pasti dia udah bikin masalah sama mereka” ucap salah satu pengunjung bar, khanza yang mendengar itu pun tersenyum sinis.


“Kita ke tempat anak-anak, mereka sudah menunggu lo” ucap Gibran pergi meninggalkan khanza yang masih berdiri. Khanza pun mengikuti Gibran dari belakang, tidak lupa khanza memakai maskernya.


“Kan apa gue bilang, pasti ada mereka” batin khanza melihat Laura dan keisha yang sedang duduk bersama anak-anak blue Shapire.


“Hai bos” ucap semua geng BS (Blue Shapire) pada Gibran, Gibran pun mengangguk dan langsung duduk.


“Sini” ucap Gibran pada khanza, mereka tau wajah di balik masker itu adalah queen nya.


“Kamu kenal dia gib ?” Ucap Laura pada Gibran.


“Hmm” ucap Gibran berdehem, Laura merasakan cemburu melihat Gibran yang kenal dengan siska atau khanza.


“Akhirnya lo datang juga sis, kita udah nungguin lo dari tadi, kok kamu bisa sama calon suami nya Laura ?” Ucap keisha yang merasa aneh pada khanza.

__ADS_1


“Tadi ketemu di atas” ucap khanza dengan suara di buat-buat. Keisha pun menganggukkan kepala tanda dia percaya.


“Okeh kita mulai ajah pestanya, hilangkan pikiran sejenak, kita bersenang-senang mulai malam ini” ucap Rama mengangkat gelasnya.


“One, two, three, cheers” ucap serempak mereka mengangkat gelasnya dan menempelkan gelas satu sama lain.


Seseorang menatap Laura, dia khawatir jika Laura mabuk, karena orang tersebut tau jika Laura tidak pandai meminum minuman keras.


“Lo ngapain liatin Laura terus sob ? Inget dia mau nikah sama bos kita” ucap Ari pada Cleo, Cleo yang mendengar itu pun langsung kaget setengah mati.


“Lo kata siapa bos mau nikah ?” Ucap Cleo bertanya pada Ari.


“Sebelum mereka kemari, tadi ada acara perjamuan antara keluarga Vastin dan keluarga Alexander” ucap Ari tersenyum sinis.


“Kok mereka gak bilang sama gue sih” ucap Cleo keceplosan.


“Lah lo siapa ? Mana mungkin mereka ngasih tau lo yang bukan siapa-siapanya” ucap Ari dengan tersenyum smirk. Akibat Ari bicara sangat lantang mereka pun menatap pada Ari.


“Ada apa sih ribut-ribut ?” Ucap Laura menatap arah Ari dan Cleo.


“Siapa abangmu ? Ari atau Cleo ?” Ucap siska menatap Laura yang masih menatap Cleo.


“Ah gue tau, lo adik nya Cleo pasti, buktinya lo liatin Cleo” ucap Rama tersenyum.


“Iyah dia Abang gue, kok dia disini sih ?” Ucap Laura, dia tidak tahu jika Cleo sedang memata-matai geng BS.


“Okeh guys, ada pengumuman penting buat kalian, disini ada penyusup” ucap khanza membuka maskernya. Keisha dan Laura pun di buat kaget melihat siapa siska itu ternyata khanza musuh bebuyutan mereka.


“Ternyata keluarga Vastin ada disini, dan cowok yang duduk di sebelah Ari itu adalah Cleo Vastin” ucap khanza menunjuk Cleo, Cleo pun dibuat gelagapan oleh khanza.


“Apa motif lo masuk di geng ini ?” Ucap khanza menatap tajam Cleo.


“Ah akhirnya ketahuan juga, tadi gue mau bermain-main lebih dalam soal geng ini, tapi apa boleh buat, queen blue Shapire sudah mengetahui nya terlebih dahulu” ucap Cleo bangkit dari duduknya.


“Hah ? Queen ? Khanza queen dari blue Shapire” ucap Laura terkejut, keisha tidak tau apa-apa soal geng blue Shapire.

__ADS_1


“Sya tamat riwayat kita” bisik Laura pada keisha.


“Tamat gimana ?” Ucap keisha masih bingung.


“Jangan sampe kita punya masalah sama geng mereka, atau gak lo akan mati, gue mau berhenti sekarang, gue gak mau punya dendam sama khanza, sekarang gue udah punya Gibran gak mungkin gue punya dendam sama khanza” ucap Laura sudah ketakutan, keisha menghela nafas kasar.


“Mana Laura yang dulu bilang mau bunuh khanza ? Mana ? Lo gak mau dia mati ? Dia udah ngerebut pacar lo” ucap keisha dengan lantang.


“Ohh kalian mau bunuh gue ? Pake ini” ucap khanza memberikan pisau lipatnya pada keisha, keisha pun kaget.


“Menarik” ucap Gibran melihat adegan para cewek di depan nya.


“Ayo kalo mau bunuh gue sekarang ajah, yang ada lo mati konyol disini” ucap khanza tersenyum smirk.


Khanza pun membuka ponselnya, dia ingin menghubungi seseorang untuk melakukan tugasnya.


“Hallo Jack, kosongkan bar sekarang, gue mau pakai bar ini untuk pesta selanjutnya” ucap khanza menelfon Jack pemilik bar untuk menutup bar nya.


“Baiklah gue tutup, jangan lu bayarnya double queen” ucap Jack di seberang sana. Tidak ada waktu 1 menit Jack memberi pengumuman lewat pengeras suara yang berada di bar.


“TES TES, SELAMAT MALAM PARA LADIES AND GENTLEMAN, SAYA DISINI PEMILIK BAR INGIN MENYAMPAIKAN SESUATU PADA PENGUJUNG DI BAR INI, UNTUK MALAM INI BAR AKAN DITUTUP LIMA MENIT LAGI, UNTUK SEMUANYA SILAHKAN MENINGGALAKAN BAR INI, TERIMAKASIH ATAS WAKTUNYA, BESOK KALIAN BISA KESINI KEMBALI, SEE YOU NEXT TIME GUYS” ucap Jack menggunakan pengeras suara tersebut, dan benar saja pengunjung bar satu persatu pergi meninggalkan bar milik Jack.


“Wawwww queen nyewa bar uyy” ucap Rama dengan tersenyum senang.


“Kalian bebas mau pesta sampai pagi juga gak apa-apa, tempat ini udah gue sewa untuk anak blue Shapire” ucap khanza kembali duduk, keisha yang melihat aksi khanza pun merasa menciut. Keisha kembali duduk, keisha melihat pisau yang di berikan oleh khanza masih terpampang nyata di depan mata keisha.


Khanza melihat gerak gerik keisha, khanza tau jika keisha akan mengambil pisau tersebut, khanza juga tau kalo keisha masih dendam soal bokap nya.


“Kalo mau ambil tinggal ambil ajah, gak perlu kaya maling begitu gerak-geriknya” ucap khanza dengan santai.


“Apa lo bilang ? Lo nuduh gue maling ? Brengsek” ucap keisha bangun dari duduknya, di langsung berjalan menghadap khanza yang masih duduk santai.


“Ternyata masih berani, kalian pesta aja, ajak mereka jauh dari sini ram” ucap khanza menyuruh Rama untuk membawa anak-anak blue Shapire untuk menajuhi dirinya.


“Cleo, lo tetap disini, lo akan tau gimana nasib teman adik lo ini” ucap khanza menatap Cleo dengan senyuman sinis.

__ADS_1


“Banyak bacot sini lawan gue” ucap keisha menarik tangan khanza untuk bangun dari duduknya.


__ADS_2