Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Mau Mati ?


__ADS_3

Cleo Vastin yang sudah mendobrak pintu ruangan yang sedang di pakai oleh khanza bersama yang lain nya.


“Siapa yang sudah membawa adik gue kemari ?” Ucap Cleo dengan nafas terengah-engah.


“Atas dasar apa lo mendobrak pintu ?” Ucap khanza langsung menghampiri Cleo.


“Gue tanya sekali lagi, siapa yang udah bawa adik gue ?” Ucap Cleo sudah di puncak amarahnya.


“Adik lo yang mana ? Disini banyak orang” ucap Gibran dengan tenang, Cleo pun langsung diam tidak berkutik sama sekali.


“Sial gue lupa kalo gue lagi nyamar, kenapa gue bodoh banget sih” batin Cleo merutuki dirinya sendiri.


“Adik lo yang mana ? Jawab gue” ucap Gibran menghampiri Cleo yang sedang berdiam diri.


“Ma-af bos, saya kira dia adik saya, ternyata salah” ucap Cleo dengan nada khawatir. Khanza hanya menatap sinis ke Cleo.


“Ah baiklah, silahkan keluar” ucap khanza menyuruh Cleo untuk keluar dari ruangan, Cleo pun langsung bergegas pergi.


“Lo ninggalin Laura dimana ?” Ucap khanza pada Gibran.


“Di depan” ucap Gibran santai. Khanza hanya mengabaikan.


“Kalian boleh keluar semuanya, gue gak mungkin gabung sama kalian, karena di luar ada bang roman” ucap khanza, dan mereka pun keluar termasuk Gibran.


Di sisi lain di tempat Laura yang sedang duduk sendiri menunggu Gibran sedari tadi tidak menunjukan batang hidung nya.


“Gibran dimana sih ? Ini juga keisha gak dateng-dateng” ucap Laura gelisah. Gibran sedari tadi melihat gerak-gerik Laura yang merasa cemas.


“Hallo sya, lo dimana sih ? Gue udah dari tadi di bar” ucap Laura menelfon keisha.


“Gue udah di parkiran ra, lo udah masuk ke dalam ?” Ucap keisha di seberang telfon.


“Iyah gue di dalam, siska juga belum nongol tuh” ucap Laura pada keisha.


“Lo telfon aja coba” ucap keisha untuk menelfon siska.


“Yaudah lo cepet kemari” ucap Laura dan langsung menutup panggilan nya.


Laura pun masih mencari keberadaan Gibran, dia melihat kesana kemari. Gibran tahu jika Laura sedang mencari dirinya. Akhirnya Gibran pun langsung menghampirinya.


“Kemana ajah sih kamu” ucap Laura dengan nada khawatir.


“Sebenarnya lo udah punya pacar kan ? Kenapa nerima perjodohan ini” ucap Gibran dengan tenang. Laura pun menatap intens Gibran.


“Kamu tau ? Dari dari mana ?” Ucap Laura kaget.


“Dan gue tau, kenapa lo nerima perjodohan konyol ini” ucap Gibran merapatkan dirinya ke Laura. Laura pun seketika berhenti nafas akibat Gibran yang sudah dekat dengan dirinya.


“Okeh aku akan jelasin, tapi kamu munduran dikit, aku deg-degan” ucap Laura memegang dadanya. Akhirnya Gibran pun memundurkan badan nya.

__ADS_1


“Aku disuruh sama ayah untuk nerima perjodohan ini, terus memutuskan hubungan dengan pacarku, tadinya aku gak mau di jodohin, tapi setelah lihat siapa yang mau di jodohin sama aku, aku berubah pikiran sebaiknya memang nerima perjodohan ini” ucap Laura menatap mata Gibran.


“Cihhh pengarang handal” ucap Gibran berdecih, Laura pun kaget mendengar decihan Gibran.


“Aku gak ngarang, ini beneran” ucap Laura tegas, dan tanpa Laura sadari keisha dan angelo mendengar semua perbincangan Laura dan Gibran.


“Laura” ucap keisha barengan dengan angelo. Laura pun membalikkan badan nya, betapa terkejutnya Laura melihat keberadaan angelo.


“Angelo ? Keisha ? Udah berapa lama kalian disini ?” Ucap Laura kaget.


“Sejak lo berkata mau ninggalin gue Demi bocah itu” ucap angelo menunjuk Gibran, Gibran yang di tunjuk hanya mengabaikan nya saja.


“Lo mau ninggalin gue demi dia ?” Ucap angelo bertanya pada Laura. Laura pun bingung untuk memilihnya.


“Maaf angelo, aku pikir memang harus putus, aku udah sama Gibran” ucap Laura pada angelo, Gibran masih tetap mengabaikannya.


“Brengsek, gara-gara lo dia mutusin gue” ucap angelo menarik kerah baju Gibran.


“Jangan salahin gue, cewek lo ajah yang ganjen, dan mau ninggalin lo demi gue” ucap Gibran, Laura meremas gaun nya.


“Udah stop, mending kamu pergi aja deh dari sini” ucap Laura menyuruh pergi angelo, keisha tertarik dengan Gibran. Dia tidak lepas dari pandangannya.


“Awas aja lo, urusan kita belum selesai” ucap angelo pergi meninggalkan Laura.


“Sya kok elo bisa sama angelo sih ? Lo sengaja yah ?” Ucap Laura pada keisha.


“Oh iya sya, ini cowok yang mau di jodohin sama gue, namanya Gibran” ucap Laura memperkenalkan Gibran pada keisha.


“Nama gue keisha” ucap keisha yang hendak menjabat tangan Gibran, tetapi Gibran mengabaikan nya.


“Nikmati pesta kalian” ucap Gibran dan pergi meninggalkan keisha dan Laura.


“Begitu lah Gibran sya, cuek banget” ucap Laura menjelaskan pada keisha.


“Ganteng juga yah ra” ucap keisha tidak sadar, Laura pun menyipitkan matanya karena heran.


“Iyah lah calon gue gitu loh” ucap Laura membanggakan dirinya. Keisha hanya mendengus kesal.


Khanza yang sudah sedari tadi memantau kegiatan mereka lewat cctv pun mulai gedek melihatnya.


“Lihat saja nanti kalo gue…” ucap khanza belum sempat menyelesaikan ngomongnya tiba-tiba Farhan dan roman masuk ke dalam ruangan, khanza tidak memakai maskernya seketika roman melihat khanza yang sedang memegang laptop.


“Khanza ?” Ucap roman terkejut, khanza pun tidak kalah terkejut.


“Kenapa bawa dia kemari ?” Ucap khanza pada Farhan, roman pun melihat interaksi antar keduanya.


“Lo ngapain disini ? Ohh jangan bilang lo lagi jual diri lagi disini ?” Ucap roman dengan entengnya. khanza pun menghampiri roman.


“Ngomong sekali lagi” ucap khanza menyuruh roman.

__ADS_1


“Lo disini lagi jual diri kan ? Jangan bilang lo jual diri ke Farhan ? Dasar bocah murahan, bisa-bisanya lo jual diri ke Farhan” ucap roman yang sudah hilang akal nya. Khanza yang mendengar itu pun merasa geram.


“Anda mau mati sekarang ? Apa nanti ?” Ucap khanza mengambil pistol di dalam tas nya, roman pun terkejut.


“Udah za, gak perlu di ladenin” ucap Farel memegang tangan khanza, khanza pun menghempaskan tangan Farhan.


“Ini urusan saya, jangan ada yang ikut campur” ucap khanza masih menatap roman yang sudah gemetaran.


“Saya menyuruh anda untuk tidak ikut campur dengan urusan saya, tapi anda masih saja mencampuri nya, memang benar anda ingin mati cepat” ucap khanza menodongkan pistolnya ke arah kepala roman.


Farhan pun sudah kalang kabut, akhirnya dia memberikan pesan kepada Gibran untuk menemuinya di ruangan.


“Dasar bocah bisa-bisanya kamu berani sama saya” ucap roman menendang kaki khanza, seketika khanza terjatuh, dan pistolnya pun sudah berada di tangan roman.


“Jangan kamu pikir, saya tidak berani dengan kamu khanza” ucap roman menatap sinis. Khanza pun segera bangun dan mengambil pisau lipatnya, dia gak mau kalah dengan roman.


“Kamu pisau lipat, saya pistol, pasti kamu tau dong siapa yang akan menang ?” Ucap roman sinis menatap khanza yang sudah memegang pisaunya.


“CUKUPPPPP” bentak Farhan sudah memuncak amarahnya.


“DIAMMMM” bentak khanza pada Farhan. Roman hanya diam tidak berkutik sama sekali.


Tanpa pikir panjang, khanza pun menyayat tangan roman yang sedang berdiam diri, darah segar mengucur tanpa henti. Roman kaget ketika khanza sudah mengambil alih pistolnya. Roman menjadi lengah akhirnya di tendang punggung roman oleh khanza. Roman pun ambruk ke depan.


“Brengsekkkkk” ucap roman langsung menyerang khanza yang sudah di depan pintu.


“Banci” ucap khanza menyerang balik roman, Farhan pun hanya menonton perkelahian mereka, karena Farhan tahu jika adiknya tidak mau di bantu.


Khanza pun sudah berada di dalam rengkuhan roman, badan khanza terkunci oleh badan roman, khanza masih bisa melawan roman, khanza langsung memutar badan nya dan siku yang runcingnya mengenai perut roman. Roman pun kesakitan.


“Brengsek sejak kapan dia bisa berkelahi” ucap roman memegang perutnya, Farhan pun tersenyum lebar.


“Sudah saya bilang, khanza yang dulu sudah mati, dan tumbuh lah khanza yang kejam” ucap khanza tersenyum sinis. Roman pun masih terduduk, tangan yang semakin perih membuat dirinya enggan untuk bangun.


“Jangan sekali-kali berurusan sama saya, jika anda tidak ingin kehilangan nyawanya” ucap khanza dan langsung pergi dari ruangan.


“Sudah tau kan ?” Ucap Farhan menepuk bahu roman. Khanza meninggalkan pistol nya di ruangan, roman pun mengambil pistol tersebut dan pergi dari ruangan, roman mengejar Farhan dan khanza.


Saat di persimpangan tangga, khanza mendadak berhenti, sepertinya ada yang mengikuti selain Farhan, khanza pun menengok ke belakang tetapi tidak ada suara sedikitpun.


Roman berjalan kembali mengikuti Farhan dari belakang, sesaat Farhan dan khanza di tengah tangga roman pun menembaknya dari arah belakang.


Dor


Dor


Dor


“Sampah”

__ADS_1


__ADS_2