
Khanza pun hanya menatap intens pak Subroto, yang ada di pikiran khanza hanya ingin membunuh si tua Bangka itu, dia yang bikin mood nya jadi rusak.
“Ahh pak Subroto ternyata masih punya nyali buat nyari masalah sama saya pak ?” Ucap khanza duduk disalah satu meja.
“Apa ? Hahaha sekarang hanya ada kita berdua disini” ucap pak Subroto dengan nada genit dan berjalan menuju ke arah khanza.
“Wah pak Subroto mau main-main dengan saya ?” Ucap khanza mengedarkan pandangan nya ke sudut ruangan, dia mencari ada apa tidak cctv di ruangan tersebut.
“Mari kita bermain pak Subroto” ucap khanza, dia menekan tombol on ke speaker agar semua guru dan murid mendengarkan perbincangan mereka berdua.
“Dasar anak kecil berani-beraninya kamu mau bermain dengan saya” seringai pak Subroto menarik tangan khanza.
“Hiks hiks tolongggg, bapak ampuni saya pak, saya janji tidak akan bikin masalah lagi pak, saya janji untuk itu” ucap khanza berpura-pura.
“Belum saja saya megang kamu, kenapa kamu teriak hah ? Bentak pak Subroto.
Semua siswa yang mendengar teriakan khanza, mereka pergi untuk menyelamatkan khanza. Vian yang sedari tadi berdiri dia pun segera berlari ke arah sumber suara.
“Kalian disini saja, tunggu di luar” ucap Vian ke semua murid, dan semuanya pun mengikuti arahan vian.
“Tolong saya pak, jangan sakiti saya hiks hiks” ucap khanza berjalan ke arah sumber suara untuk mematikan tombol off speaker nya agar tidak terdengar suara lagi.
“Pak Subroto, kepala sekolah Alexandria yanh terkenal dengan penggelapan dana BOS, saya tau jika anda sudah mengantongi uang banyak dari dana itu” ucap khanza dengan menyeringai.
“Kamu hanya sendirian disini khanza, tidak ada yang bisa menolong mu” ucap pak Subroto dengan tenang.
__ADS_1
“Saya tidak perlu bantuan orang lain, saya bisa sendiri tanpa di bantu” ucap khanza berjalan ke arah pak Subroto.
Khanza pun langsung menendang perut pak Subroto, sehingga tubuh pak Subroto mundur dengan keras dan tubuhnya menghantam lemari yang ada di belakangnya.
“Apa belum cukup pak ?” Ucap khanza menyeringai, pak Subroto pun langsung berlari dan menampar khanza dengan keras, khanza pun jatuh terduduk.
“Apa segini saja kekuatanmu khanza ?” Ucap pak Subroto dan menampar wajah khanza berkali-kali, khanza pun hanya tersenyum.
“Kenapa tersenyum ?” Ucap pak Subroto menghentikan aksinya, pak Subroto tidak tau jika di depan pintu sudah terdapat banyak siswa yang di ketuai oleh vian.
“Jadi kalian liat kan ? Kepala sekolah kalian kaya gimana ?” Ucap khanza membersihkan darah yang keluar dari sudut bibirnya.
“Khanza kemari” ucap vian dengan tegas, sebelum khanza menuruti vian, khanza memukul pak Subroto dari belakang, pak Subroto pun tumbang akibat tidak siap saat di pukul. Tubuh pak Subroto pun di injak oleh khanza untuk berjalan ke arah vian.
“Kenapa ?” Ucap khanza pada vian, dan vian pun menarik tangan khanza dengan paksa.
“Untuk kalian pegang pak Subroto, jangan sampai lari, saya akan ke ruangan guru untuk melaporkan pak Subroto” ucap vian dengan tegas, dan siswa pun langsung memegang tubuh pak Subroto yang sedang tergeletak.
“Ayo kita ke ruang uks dulu” ucap vian menarik tangan khanza lagi.
“Gak perlu, ini hanya luka kecil” ucap khanza berjalan melewati vian, tetapi vian langsung menggendong tubuh mungil Khanza.
“Dih bocah aneh turunin gue sekarang, kalo gak gue tonjok lo” ucap khanza memukul-mukul dada vian.
“Pukulan lo keras juga” ucap vian tersenyum smirk.
__ADS_1
“Turunin gak ?” Ucap khanza dengan tegas.
“Kalo lo masih gak bisa diam, gue cium lo disini” ucap vian dengan tegas.
“Silahkan kalo lo berani” tantang khanza pada vian yang masih memperhatikan wajah khanza yang lebam.
“Okeh kalo itu mau lo” ucap vian mendekatkan wajahnya ke wajah khanza, khanza hanya menatap tidak percaya jika vian beneran ingin menciumnya.
“Stop stop okeh okeh, gue nurut” ucap khanza menjauhkan wajahnya dari wajah vian, vian lu hanya tersenyum geli melihat khanza seperti itu.
“Dasar” ucap vian masih menggendong khanza dengan hati-hati.
Sampailah khanza dan vian di UKS, khanza di tidurkan di ranjang, vian pun mengambil kotak P3K untuk mengobati khanza.
“Kalo sakit bilangnya” ucap vian mengoleskan obat di wajah khanza.
“Hanya luka kecil, jangan lebay deh” ucap khanza cuek.
“Iyah memang luka kecil, tapi wajahmu yang cantik ini sayang jika tidak di obati nanti meninggalkan bekas” ucap vian tidak sadar dan masih mengobati khanza dengan hati-hati.
Khanza yang di perlakukan seperti itu langsung salting, dadanya bergemuruh seperti ada yang menyiram air dingin, pipi putih mulusnya berubah menjadi merah tomat.
“Nah udah” ucap vian membereskan obatnya dan memasukan lagi kedalam kotak. Vian merasa aneh karena tidak ada suara apapun, ternyata khanza tertidur.
“Cantik” ucap vian mengelus rambut bergelombang nya denga lembut, vian tau rambut asli khanza tuh dulu lurus, tapi sekarang khanza berubah, dia pun merombak semua dari mulai baju yang kebesaran sekarang pas body, yang tadinya kepang dua sekarang rambunya di keriting kecil-kecil. Vian terpesona melihat kecantikan khanza.
__ADS_1
KHANZA