Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Keluarga Vastin


__ADS_3

Khanza pun punya keinginan untuk mengetahui siapa keluarga Vastin sebenarnya. Akhirnya karena khanza sangat penasaran, khanza pun pergi ke ruangan alex.


“Ayah, apa Ayah ada di dalam ?” Ucap khanza berteriak dari luar pintu.


“Masuk saja” ucap alex yang sedang berkutat dengan laptopnya.


“Gak mau basa-basi, leya butuh info tentang keluarga Vastin ayah” ucap khanza langsung mendudukan dirinya di tepi ranjang.


“Dasar tidak tahu sopan santun yah kamu nona khanza” ucap alex menatap sinis ke khanza.


“Tidak perlu berdebat tuan, saya kemari untuk menanyakan info tentang keluarga Vastin” ucap khanza lagi.


“Kemarilah” ucap alex menyuruh khanza menghampirinya.


Kemudian khanza menghampiri ayahnya, alex pun langsung merengkuh tubuh kecil khanza, dan langsung mengelus rambut halus milik khanza.


“Ayah kenapa ?” Ucap khanza yang masih memeluk alex.


“Tidak, ayah hanya kangen sama putri kesayangan ayah” ucap alex melepaskan pelukan nya.


“Iyah ayah, leya juga kangen sama ayah” ucap khanza menatap mata coklat milik ayahnya.


“Akan ayah ceritakan tentang keluarga Vastin, Vastin punya hutang 3 milyar pada ayah, dia pinjam uang untuk operasi jantung anak nya” ucap alex pada khanza.


“Cleo atau Laura yah ?” Ucap khanza pada alex.


“Kok kamu tau, Cleo dan Laura ?” Ucap alex dengan menatap khanza.


“Tau, karena dia sudah mengibarkan bendera perang dengan khanza” ucap khanza.


“Yang operasi jantung itu Laura, anak terakhir Vastin, keluarga Vastin bertekuk lutut ketika sudah berhubungan dengan nama Alexander” ucap alex tersenyum pada khanza.


“Wah hebat, hahahahaha” ucap khanza tertawa mengerikan setelah mendengar penjelasan ayah nya.


“Saya tahu nona khanza, pasti anda akan menggunakan informasi ini untuk melumpuhkan lawan ? Iya kan ?” Ucap alex tersenyum sinis.


“Perfect ayah, that’s Right” ucap khanza langsung tersenyum bahagia.


“Tidak sia-sia saya lahir dari keluarga kaya raya” ucap khanza sinis.


“Apa mau saya masukin lagi, anda ke rahim nona khanza ?” Ucap alex tidak kalah sinis.


“Kalau begitu, tuan putrimu ini pamit undur diri tuan alex” ucap khanza turun dari pangkuan ayahnya.


“Hati-hati saat melakukan misi queen” ucap alex lagi, khanza yang hampir membuka handle pintu pun berbalik lagi.


“Tanpa ayah suruh, tuan putri mu akan terus berhati-hati” ucap khanza tersenyum manis pada alex, alex pun meluluh ketika khanza tersenyum padanya.

__ADS_1


Khanza pun pergi dari ruangan alex, dia langsung pergi ke kamar Gibran, untuk menanyakan sesuatu.


“Hey bro, apa lo di dalam kamar ?” Ucap khanza di luar pintu.


“Ngapain lo di depan kamar gue ?” Ucap Gibran di belakang khanza.


“Habis dari mana lo ?” Ucap khanza penasaran pada Gibran.


“Habis keluar, oh iyah ini kunci mobil lo dari bang Farhan. Khanza pun menerimanya.


“Wah beneran di beliin dong, memang terbaik bang Farhan” ucap khanza tersenyum melihat kunci mobilnya.


“Oh iyah lo mau ngapain depan kamar gue ?” Ucap Gibran pada khanza.


“Kita masuk kamar dulu bang, ada yang harus gue tanyain pada lo” ucap khanza langsung masuk ke kamar Gibran, Gibran hanya menggelengkan kepalanya.


Khanza mendudukan dirinya di sofa Gibran, Gibran pun duduk di samping khanza.


“Kenapa ?” Ucap Gibran langsung to the point.


“Bang, lo kenal Laura Vastin ?” Ucap khanza.


“Laura Vastin ? Siapa ? Gue gak kenal” ucap Gibran memakan snack nya.


“Dia ngikutin Abang di Instagram nya” ucap khanza pada Gibran.


“Yang follow gue banyak, dan memang kebanyakan cewek, gue gak tau Laura Vastin itu siapa” ucap Gibran acuh, khanza pun kesal dengan Gibran.


“Buat apa ?” Ucap Gibran memberikan ponsel nya.


“Udah lo gak usah banyak bacot” ucap khanza, dan langsung membuka ponsel Gibran. Khanza membuka Instagram nya. Dan membuka DM yang masuk.


“Gilaaaaa banyak banget pesan nya” ucap khanza menscroll DM dari atas sampai bawah, mata khanza membulat ketika melihat salah satu pesan.


“Nah dia mengirim pesan ke lo bang” ucap khanza memberikan ponsel nya.


“Gue gak kenal dia, lah ini yang sering DM gue” ucap Gibran melihat pesan Laura.


“Bang” ucap khanza memainkan satu alisnya, Gibran mengerti apa maksud khanza.


“Gak usah aneh-aneh deh” ucap Gibran memasukan ponsel nya ke laci.


“Bang ayolah bantu adik cantik mu ini” ucap khanza dengan puppy eyes nya, Gibran pun di buat gemas oleh tingkah laku adik nya itu.


“Abang harus apa ?” Ucap Gibran mengelah dan memilih membantu adik nya.


“Sini gue bisikin bang” ucap khanza membisikkan sesuatu ke Gibran. Gibran yang mendengar bisikan itu pun langsung membulatkan matanya.

__ADS_1


“Jangan gila lo, gue gak mau” ucap Gibran menolak permintaan khanza.


“Lo gak mau ? Yaudah gue bilangin ayah kalo begitu” ucap khanza yang hendak keluar dari kamar Gibran.


“Ehhh bentar, gitu ajah ngadu anjir, ahhhh elah” ucap Gibran mengacak rambutnya frustasi. Khanza pun langsung tersenyum senang.


“Ya Tuhan bisa-bisanya gue punya adik laknat seperti dia” ucap Gibran menghembuskan nafas kasar.


“Kalo misi ini berhasil, gue akan ngasih lo hadiah” ucap khanza memainkan alisnya.


“Emang lo punya duit ?” Ucap Gibran sinis.


“Woyyy jangan sembarangan lo, tabungan gue banyak” ucap khanza tersenyum sinis.


“Kalo gitu jangan lupa tugas lo bang, bye gue pergi dulu” ucap khanza dan langsung keluar dari kamar Gibran.


Sedangkan di rumah kediaman Vastin, Laura sedang menonton tv di ruang keluarganya, dan datanglah Vastin yanh langsung mendudukan dirinya di samping Laura.


“Ra” ucap Vastin pada Laura, Laura pun langsung memalingkan wajahnya ke arah Vastin.


“Kenapa pah ?” Ucap Laura menatap Vastin.


“Papah minta, kamu putuskan hubungan kamu dengan angelo” ucap Vastin, Laura pun langsung membulatkan matanya.


“Ya gak bisa gitu dong pah, Laura kan pacaran sama angelo udah lama, masa iya Laura mutusin angelo” ucap khanza dengan nada tidak suka.


“Ini demi kebaikan kamu ra, papah gak mau jika kamu jatuh terlalu dalam” ucap Vastin menatap sendu ke arah Laura.


“Apa alasan papah untuk memutuskan hubungan Laura dan angelo ?” Ucap khanza sudah kesal.


“Kamu akan tau nanti ra, jangan menyesal jika kamu sudah mengetahui semunya” ucap Vastin langsung pergi meninggalkan Laura, di pertengahan langkah nya, Vastin membalikan tubuhnya.


“Ohh iyah nanti malam kita ada perjamuan” ucap Vastin lalu meninggalkan Laura.


“Sebenarnya ada apa ? Apa mungkin angelo main belakang lagi ?” Ucap Laura pada diri sendiri.


“Gue harus menelfon keisha” ucap Laura dan langsung menekan nomor yang sudah tertera di ponsel nya.


“Kenapa ra ?” Ucap keisha di seberang sana.


“Kita ketemuan yuk ?” Ucap Laura mengajak keisha untuk bertemu.


“Yaudah, kita ketemu di cafetaria” ucap keisha, dan laura pun mengiyakan.


SALAM DARI LAURA VASTIN


__ADS_1


SELAMAT PAGI GUYS, TETAP SEMANGAT UNTUK HARI INI YAH.


TINGGALKAN JEJAK DISINI🔥🔥


__ADS_2