Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
CACA


__ADS_3

Caca mondar mandir dikamarnya, dia sangat kesal melihat vian dan khanza berduaan didalam kamar.


“Sialan, gue udah jauh-jauh datang kemari buat ketemu vian dan ingin mengajaknya menikah, kenapa ada ulat bulu yang menempel, gue harus gimana sekarang” ucap caca yang terlihat sangat kesal.


Khanza dan vian pun keluar dari kamar, karena sudah selesai mengobati luka vian.


“Za, lu ke bawah dulu sama bunda, aku mau ke caca dulu, kasian dia dateng jauh-jauh kesini” ucap vian membelai rambut khanza.


“Silahkan” ucap khanza acuh, dan vian pun hanya tersenyum mendengar jawaban khanza.


Vian pun langsung menghampiri kamar caca untuk hanya sekedar menyapa, karena sudah lama tidak ketemu.


“Ca, caca buka pintunya” ucap vian sambil mengetuk pintu kamar caca, caca yang mendengar ketukan pintu itu langsung tersadar dari lamunannya.


“Iya sebentar” ucap caca bergegas dan membuka pintu kamarnya.


“Ehhh penyuuuuu, aku kangen tau sama kamu” ucap caca bergelayut di lengan vian. Vian pun hanya tersenyum.


Vian menyayangi caca seperti adiknya sendiri, sedari kecil vian dan caca selalu bermain bersama.


“Gimana kamu sekolah disana enak ?” Ucap vian pada caca yang masih bergelayut di lengannya.


“Gak enak penyu, aku mau sekolah bareng kamu ajah, aku udah izin sama mama papa, udah bilang sama tente juga, katanya boleh” ucap caca dengan tersenyum.


“Yaudah besok aku daftarin kamu kesekolah biar kamu langsung masuk” ucap vian mengacak rambut caca.


“Beneran penyu ?” Ucap caca dengan senyum sumringah.


“Yaudah ke bawah yu, aku mau ke pacarku dulu” ucap vian melepaskan tangan caca. Caca yang mendengar itu langsung berubah mimik wajahnya.

__ADS_1


“Udah lah” ucap caca menutup pintunya dengan sangat keras, vian yang melihat itu pun hanya melongo.


Khanza dan bunda mirna pun kaget ketika caca menutup pintu dengan keras, khanza tau jika si caca menyukai vian.


“Lah kenapa dia bun ?” Ucap khanza yang pura-pura bingung.


“Bunda juga gak tau sayang,” ucap mirna menggelengkan kepalanya.


Vian pun menuruni tangga dengan cepat, untuk menghampiri kekasihnya yang sangat dicintai itu.


“Za bikinin aku Indomie dong, aku laper” ucap vian menghampiri khanza. Khanza yang mendengar ucapan vian langsung melengos.


“Tuh bunda, masa calon istri aku gak mau bikinin Indomie buat calon suaminya sih ?” Ucap vian pada mirna, mirna yang mendengar itu pun langsung tersenyum.


“Dih siapa yang gak mau, kan aku gak ngomong apa-apa vian” ucap khanza kesal dan langsung memasuki dapur untuk membuatkan Indomie, vian dan mirna pun hanya terkekeh geli.


“Bun calon mantu terbaik tuh” ucap vian pada mirna


“Oh iya bun, si caca katanya mau sekolah bareng vian, besok aku daftarin dia biar langsung masuk sekolah” ucap vian pada mirna.


“Caca udah bunda daftarin vian, besok dia tinggal berangkat ajah sama kamu” ucap mirna pada vian.


“Lah bun kan aku sama si khanza, gimana sih” ucap vian dengan merengut.


“Bukanya khanza naik motor sendiri ?” Kata mirna dengan raut wajah bingung.


“Iyah naik motor sendiri, dia gak bakalan mau juga berangkat bareng yah bun hahaha” ucap vian dengan tertawa sangat kencang, mirna pun ikut tertawa.


“Memang beda calon mantu bunda itu” ucap mirna melihat khanza yang sedang menuju ke arah mereka.

__ADS_1


Khanza membawakan Indomie buat vian dengan nampan yang sudah ada satu gelas susu.


Caca melihat dari atas jika khanza membawa mie, dia pun langsung bergegas turun dan menabrak khanza yang sedang berjalan.


Pyarrrrrrr (suara mangkok dan gelas yang jatuh ke lantai)


“Awssssss panas” ucap khanza yang ketumpahan kuah Indomie.


“KHANZAAAAAAA” teriak vian dan mirna, caca yang melihat reaksi vian dan mirna pun langsung melotot.


“Maaf-maaf khanza aku tidak sengaja tadi” ucap caca dengan wajah yang dibuat sok khawatir.


“Gak apa-apa” ucap khanza dengan dingin, vian yang melihat raut wajah khanza langsung panik.


“Aduh bisa bahaya nih” ucap vian dengan sangat khawatir.


Vian dan mirna pun langsung menghampiri khanza yang ingin sedang membersihkan pecahan kaca.


“Sayang gak usah, biar bibi ajah yang Bersihin, mana tangan kamu” ucap mirna melihat tangan khanza yang ketumpahan kuah.


“Za sini aku obatin dulu, biar gak membekas” ucap vian menggandeng tangan vian.


Khanza pun langsung mengikuti khanza, dan memberikan senyuman smirk pada caca, caca yang melihat itu pun merasa nyalinya menciut.


CACA



UNTUK PEMBACA CERITA KHANZA, MAAFIN MIMIN YANG JARANG UP CERITANYA, DIKARENAKAN MIMIN BARU SAJA MEMELIKI BABY.

__ADS_1


*TERIMAKASIH YANG SUDAH MENUNGGU CERITA MIMIN🥰 LOVE BANYAK-BANYAK BUAT KALIAN*


__ADS_2