Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Khanza dan Farhan


__ADS_3

Di rumah sakit Khanza pun langsung di tangani oleh dokter, bukan karena telapak tangan nya saja yang berdarah, tetapi di bahu nya pun terdapat lebam-lebam keunguan.


“Gimana dok temen saya ?” Ucap vian yang sedari tadi menunggu khanza di periksa.


“Luka di tangan nya tidak terlalu parah, hanya terbuka sedikit, di bahu nya hanya lebam” ucap dokter setelah memeriksa khanza.


“Teman saya sudah sadar dok ?” Ucap vian lagi.


“Sebentar lagi dia sadar, jika tidak ada pertanyaan lagi, saya permisi dulu” ucap dokter.


“Apa saya boleh masuk dok ?” Ucap vian pada dokter.


“Silahkan” ucap dokter dan pergi meninggalkan vian.


Vian pun masuk ke ruangan untuk melihat khanza yang sedang terbaring di ranjang pasien.


“Sebenarnya lo siapa ? Sepertinya khanza yang dulu hanya gadis nerd dan takut pada orang” ucap vian menatap khanza dengan sendu. Tiba-tiba ponsel vian pun berdering.


“Hallo bang ada apa ?” Ucap vian menjawab telfon nya.


“Sekarang lo di rumah sakit mana ?” Ucap Farhan di seberang sana.


“Di rumah sakit bokap lo bang, eh sebentar, lo mau ngapain ke rumah sakit bang ?” Ucap vian bingung.


“Gadis itu kan yang lo bicarain di ruangan gue ?” Ucap Farhan memastikan.


“Iyah bang dia khanza” ucap vian membenarkan.


“Kalo gitu, gue kesana sekarang” ucap Farhan langsung memutuskan sambungan telfon nya.


“Cihhh kebiasaan memutus sepihak” ucap vian berdecih kesal.


Farhan pun langsung menancapkan gas nya untuk menuju ke rumah sakit, karena Farhan sangat penasaran, siswi nya bisa seberani itu menghadapi banyak orang, bahkan dia bisa berkelahi. Tidak ada waktu 15 menit, Farhan pun sampai di rumah sakit


“Sus, kamar pasien bernama khanza di ruang apa ?” Ucap Farhan menanyakan pada Nurse station.


“Ehh tuan Farhan, pasien atas nama khanza berada di ruang vip nomor 2 tuan” ucap suster tersebut. Farhan pun langsung bergegas menuju ruangan vip.


Ceklekkkk


(suara pintu kamar pun terbuka)


“Bang Farhan cepet amat nyampe nya” ucap vian langsung berdiri.


“Lo kaya gak tau gue ajah kalo naik mobil gimana” ucap Farhan dengan tenang. Farhan pun langsung menuju ranjang khanza.

__ADS_1


Farhan melihat raut wajah khanza yang pucat, Farhan merasakan ada yang berbeda, jantung Farhan berpacu lebih cepat.


“Gue kenapa ? Kenapa jantung gue iramanya tidak beraturan, gue merasa kenal dengan gadis ini” ucap Farhan memegang dada nya.


“Jangan bilang lo suka sama khanza, jangan harap yah bang, dia bakalan jadi punya gue” ucap vian dengan tegas.


“Bang gue keluar sebentar mau cari minum, Abang mau minum apa ?” Ucap vian pada Farhan.


“Minuman yang bersoda aja yan” ucap Farhan masih melihat khanza. Vian pun mengangguk dan pergi dari kamar.


Khanza pun sadar dari pingsannya, dia perlahan membuka matanya untuk menyesuaikan cahaya di ruangan. Saat khanza membuka matanya sempurna, dia kaget melihat siapa yang sedang memperhatikan nya.


“Bang Farhan ?” Ucap khanza dengan membulatkan matanya.


“Bang ? Bisa-bisa nya kamu manggil saya bang, saya ini kepala sekolah kamu” ucap Farhan tidak habis fikir.


“Bang hiks hiks, aku kangen banget sama Abang” ucap khanza yang menangis dan langsung memeluk tubuh Farhan dengan erat. Farhan pun langsung mematung ketika khanza memeluknya.


“Ehhhh berani-beraninya kamu meluk saya, saya saja baru kenal sama kamu” ucap Farhan melepaskan pelukan khanza.


“Abang, ini aku aya, Aleya Calista Alexandria” ucap khanza menatap mata Farhan. Farhan pun di buat kaget kembali.


“Jangan asal bicara, adik saya sudah lama meninggal” ucap Farhan dengan tegas.


“Biar aya kasih tau, Abang tau transmigrasi kan ? Sekarang aya ber transmigrasi di tubuh khanza bang, aya masih hidup tapi di badan orang lain” ucap khanza menjelaskan panjang kali lebar pada Farhan.


“Bisa-bisanya si kadal gak percaya sama gue” ucap khanza keceplosan, Farhan pun sontak langsung memeluk khanza.


“Ini beneran kamu ay ? Ini kamu ?” Ucap Farhan masih memeluk khanza dengan erat.


“Iyah Abang gue aya, giliran di bilang kadal langsung inget dihh” ucap khanza membalas pelukan Farhan.


“Abang kangen banget sama kamu ay” ucap Farhan mengelus rambit khanza.


“Gue kangen rumah bang, pengen pulang” ucap khanza melepaskan pelukan Farhan.


Vian yang baru sampai pun di buat terkejut oleh pernyataan khanza tersebut, dan menjatuhkan minuman nya di lantai.


“Aleya Calista Alexandria ? Ketua geng mafia blue Shapire ?” Ucap vian masih di tempatnya, Farhan dan khanza pun menoleh ke arah vian.


“Sini yan, gue kenalin ke lo, ini Adek gue Aleya” ucap Farhan mengenalkan khanza pada vian.


“Tapi bukan nya Aleya sudah meninggal ?” Ucap vian menghampiri Farhan.


“Ternyata dia ber transmigrasi di tubuh khanza yan, dan dia akan tetap jadi khanza sampai akhir hayat nya” ucap Farhan menjelaskan.

__ADS_1


“Sebentar, gue masih terkejut dengan apa yang kalian bicarakan” ucap vian memegang tepi ranjang. Khanza hanya mendelikan mata dengan malas.


“Lo gak apa-apa yan ?” Ucap Farhan memegang bahu vian.


“Gue gak apa-apa bang, pantesan sikap khanza berubah ternyata dia bukan khanza tetapi si ketua mafia” ucap vian dengan tersenyum.


“Gue mau pulang, gue gak betah di rumah sakit” ucap khanza.


“Yaudah kita pulang” ucap Farhan.


“Gue mau pulang ke mansion Abraham” ucap khanza langsung mencopot selang infusnya.


“Ya ampun khanza Ehh Aleya, lo harusnya manggil perawat dulu, jangan asal copot gitu” ucap vian membulatkan matanya.


“Dia sudah biasa yan, jadi gak apa-apa” ucap Farhan.


“Bang, gue di anterin vian ajah yah, Abang pulang” ucap khanza turun dari ranjangnya.


“Yaudah, yan antar dia pulang, jangan sampai lecet” ucap Farhan.


“Siap bang, ayok za eh ley” ucap vian masih tidak enak memanggil aleya.


“Panggil ajah khanza, karena gue udah jadi khanza” ucap khanza dengan tenang.


Farhan pun berjalan mengikuti khanza dan vian dari belakang, susternya pun mencegah khanza pulang.


“Nona anda tidak bisa pergi karena belum bayar administrasi” ucap suster itu memegang pergelangan tangan khanza.


“Ini rumah sakit gue, terserah gue mau bayar apa tidak” ucap khanza menghempaskan tangan suster.


“Jangan halu nona, ini rumah sakit milik keluarga alexandria” ucap suster percaya diri. vian yang mendengar itu ingin meledakan ketawanya.


“Biar saya saja yang bayar” ucap Farhan langsung menuju administrasi, khanza pun hanya mengacuhkan.


“Begaya masuk rumah sakit elite tapi gak bisa bayar” ucap suster itu langsung meninggalkan vian dan khanza.


“Eh tuan Farhan, ada apa yah ?” Ucap suster yang berada di ruang administrasi.


“Saya mau bayar biaya pasien khanza” ucap Farhan.


“Nah gitu dong pak ganteng bayar” ucap suster tadi yang menyuruh khanza bayar.


“Oh iyah sus, dia itu adik saya, dan rumah sakit ini milik keluarga saya” ucap Farhan meninggalkan mereka.


“Dasar bodoh kamu ini, dia pemilik rumah sakit ini, jangan cari masalah” ucap suster lain. Suster itu pun langsung gelagapan

__ADS_1


YUHUUUUU KHANZA KEMBALI LAGI, JANGAN LUPA KASIH JEMPOLNYA YA H GUYS


__ADS_2