
Khanza pun pulang ke kediaman Axelino, khanza langsung memasuki mansion milik keluarga Axelino.
“Siang semuanya” ucap khanza menyapa orang yang berada di ruang tamu. khanza terlonjak kaget melihat seseorang yang duduk bersebelahan dengan mirna.
Yah mereka keluarga Alexander, di ruang tamu ada mirna, William, Farhan, Gibran, Alex, dan Rosa. Khanza pun menghampirinya.
“Khanza ? Kamu disini ?” Ucap Farhan tidak kalah kaget nya.
“Iyah bang gue disini” ucap khanza masih shock melihat keluarga nya ada di mansion Axelino.
“Sini duduk sayang” perintah mirna pada khanza untuk duduk di sebelah Rosa dan mirna. Khanza pun menuruti nya.
“Dia siapa mir ? Apa jangan-jangan calon mantu mu ?” Ucap Rosa tersenyum pada khanza, khanza yang melihat itu menitikan air matanya. Percayalah sekuat apapun hati seorang mafia, ketika melihat orang yang di cintai nya dia akan luluh.
“Ehh kok nangis, kamu kenapa nak ?” Ucap alex pada khanza. Khanza pun melihat alex di depan nya.
“Ayah, bunda, sebenarnya dia Aleya” ucap Farhan memberitahukan kesemua orang. Khanza pun langsung memelotot kan matanya.
“Sudah lah za, kita keluarga, mereka berhak tau apa yang di alamin sama kamu selama ini” ucap Farhan menghampiri khanza.
“Ada yang bisa menjelaskan ? Aleya sudah lama meninggal” ucap alex tidak habis fikir. William dan mirna pun merasa kaget mendengar penuturan Farhan.
“Gak usah becanda bang, Aleya sudah lama meninggal, jangan bikin bunda sedih lagi” ucap Gibran yang sedari tadi diam.
Suara pintu pun terbuka, ternyata vian baru saja sampai di mansion nya, vian yang sehabis dari markas blue Shapire dia pergi ke danau untuk menenangkan dirinya.
__ADS_1
“Ada apa ini rame-rame” ucap vian yang langsung berdiri di depan William.
“Salam dulu sama mereka” ucap William menyuruh vian untuk memberi hormat pada keluarga Alexandria.
“Om, tante, bang Farhan, lahhh Gibran lo pulang kapan ?” Ucap vian yang kaget melihat Gibran.
“Pulang kemarin bro, lo buru duduk, ada yang mau menjelaskan” ucap Gibran menyuruh vian untuk duduk, vian pun berdecih.
“Jadi tolong jelaskan apa maksud dari Farhan” ucap alex lagi dengan nada dingin.
“Biar saya yang menjelaskan, saya khanza Feronica Abraham, yang menempati tubuh ini adalah Aleya Calista Alexander, saya bertransmigrasi ke tubuh ini, yang memiliki tubuh ini sudah mati, bareng dengan kejadian saat kecelakaan itu” ucap khanza panjang lebar, Rosa yang mendengar itu pun langsung menghambur ke pelukan khanza.
“Leya sayang ? Ini putri bunda ? Leya kesayangan bunda ? Putri kecil bunda ?” Ucap Rosa menitikan air matanya.
“Iyah bun, aku leya putrimu, maaf leya tidak menjelaskan dulu bun” ucap khanza membalas pelukan bunda nya.
“Ley, gue kangen sama elo” ucap Gibran yang langsung memeluk tubuh adik kecilnya.
“Bang Gibrannnn leya juga kangen sama kalian” ucap khanza memeluk tubuh gagah abangnya. Vian yang melihat itu pun ikut terharu.
“Aleya apa kamu tidak ingin memeluk hero mu, cihhh” ucap alex berdecih dengan nada sinis, khanza yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya.
“Apakah ini salam untuk pertemuan kita tuan alex ?” Ucap khanza tidak kalah sinis. Mereka yang melihat interaksi kedua orang itu pun langsung bergidik ngeri.
“Yang satu tuan mafia, yang satunya lagi anak mafia, apa disini tidak ada pistol tuan William ?” Ucap Farhan dengan tersenyum smirk.
__ADS_1
“Tidak usah memulai, apa nanti sore kita bertarung saja tuan alex ?” Ucap William tidak kalah sinis melihat alex.
“Tente dapur sebelah mana yah ?” Ucap Gibran pada mirna.
“Mau apa kam ke dapur Gibran ?” Ucap mirna heran.
“Aku mau ambil pisau, buat mereka bertiga” ucap Gibran tersenyum sinis.
Mereka yang mendengar penuturan Gibran pun langsung tertawa keras. Vian yang melihat ke akraban kedua keluarga itu pun merasa senang.
“Lo ngapain ngeliatin gue” ucap khanza yang masih mendudukan dirinya di atas paha alex.
“Siapa yang liatin elo, PD banget” ucap vian memutar bola matanya malas.
“Kamu tau gak za ? Vian pernah bilang sama Abang, kalo kamu mau jadi miliknya vian” ucap Farhan tersenyum sinis ke arah vian. Sedangkan vian terlonjak kaget.
“Woyy sejak kapan gue bilang gitu hah ?” Ucap vian dengan malas.
“Waktu di lorong kelas” ucap Farhan lagi. Vian hendak membantah, William pun memotongnya.
“Sudah-sudah untuk masalah ini udah Clear kan, Aleya ternyata masih hidup, gimana nanti sore jadi kan bro ?” Ucap William pada alex.
“Jadi lah, sekalian rayain kembalinya Aleya” ucap alex menaikan satu alisnya pada khanza.
“Ohh iyah hanya kita yang disini boleh memanggilku dengan nama Aleya, ketika aku sudah di luar, aku menjadi khanza, bukan Aleya lagi” ucap khanza memberi tahu mereka, mereka pun mengangguk.
__ADS_1
SELAMAT PAGI GUYS, SEMANGAT UNTUK HARI INI YAH.
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE NYA🔥