
Khanza dan siswa lain nya berhenti bersorak akibat gebrakan pintu dari luar, semua kaget ketika melihat bu Intan dan keisha yang sedang di depan pintu kelas.
“Apa-apaan kalian ?” Ucap bu Intan sekali lagi.
“Ibu gak liat kita sedang apa ?” Ucap Rio maku ke depan tapi masih di belakang khanza.
“Ada apa bu ?” Ucap khanza tenang.
“Masih tanya ada apa ? Kalian tidak sadar sudah bikin bising buat kelas lain ?” Ucap bu Intan masuk ke dalam kelas.
“Ini lagi ada sound sama mic, dari mana ini” ucap bu Intan menunjuk sound dan mic.
“Beli” ucap khanza santai.
“Beli ? Apa tidak mubadzir khanzaaaa” ucap bu Intan dengan tegas.
“Saya kaya, jadi gak mikirin mubadzir” ucap khanza duduk di bangku depan.
“Dasar murid kurang sopan santun” ucap bu Intan, khanza hanya menaikan satu alisnya.
“Sekarang kalian pergi ke lapangan, Bersihin semua dedaunan disana sampai bersih” perintah bu Intan pada siswa kelas IPA 4, keisha yang mendengar itu tersenyum puas.
Khanza hanya memperhatikan tingkah keisha dengan tatapan sulit di artikan.
“Wah ternyata dia yang sudah ngaduin ke BK” ucap khanza tersenyum smirk. Semua yang mendengar pernyataan khanza langsung menoleh ke arah keisha.
“Ternyata ada biji kacang yang ngaduin kita guys” ucap Rio ke semua siswa.
“Terimakasih keisha sudah mengadu pada bu Intan” ucap khanza tersum smirk dan tatapan tajam.
“Mampus tatapan maut keluar lagi” batin Rio
“Waduh habis lah riwayat lo sya” batin rindi.
__ADS_1
“Mati lo sya, suhu udah mengeluarkan tanduknya” batin Dina.
“Serigala kok dilawan” batin ketua kelas bergidik ngeri.
“Ayo semuanya pergi ke lapangan, kenapa pada diam” bentak ibu Intan dan menggiring semua siswa kelas IPA 4.
Semua siswa IPA 4 akhirnya menuruti bu Intan untuk pergi ke lapangan, khanza pun menurutinya, dia berjalan dengan santai, bahkan tidak ada rasa takut sama sekali.
“Ehhh itu anak IPA 4 mau pada kemana ?” Ucap siswa IPA 3.
“Kayaknya lagi di hukum sama bu Intan, soalnya gue tadi lewat di kelas IPA 4 sedang party bahkan seru banget anjir” ucap siswa lagi dengan semangat.
“Enak banget yah mereka ada jam kosong, walaupun kita ada jam kosong juga gak mungkin sampe kepikiran buat party anjir” ucap siswa lain.
IPA 4 pun sudah berada di lapangan, mereka menyambar sapu masing-masing untuk membersihkan lapangan yang kotor akibat daun kering berjatuhan.
“Panas banget” ucap Rio duduk di tanah.
“Bawel bat dah ah si Dina” ucap Rio langsung bangun dari duduknya.
“Woyyy za” ucap ketua kelas
“Hmm” khanza berdehem.
“Buju buset berubah lagi kan mode iblisnya” ucap ketua kelas.
“Panas paket” ucap khanza pada ketua kelas, khanza memanggil Dino dengan sebutan paket yang kepanjangan dari pa ketua.
“Ya kita semua juga panas anjir, emang lo doang ?” Ucap Dino.
“Ahaaaaa gue ada ide guys” ucap khanza dengan lantang.
“Woyyy sini kalian” ucap khanza memberi isyarat untuk kumpul.
__ADS_1
“Gue ada ide, bentar lagi kan jam istirahat nih, gue mau ke sumber suara guys mumpun bu Intan udah pergi” ucap khanza memberikan tatapan berisi sesuatu.
“Ide apa lo ? Jangan ngadi-ngadi za” ucap Rio yang masih mengatur nafas.
“Udah pokoknya nanti kalian ikutin arahan gue yah, sekalian ngasih kode kalo istirahat” ucap khanza menaikan satu alisnya.
“Okeh terserah lo za” ucap semua siswa.
Khanza pun pergi dari lapangan dan berlari menuju sumber suara untuk melakukan aksi keduanya setelah party tadi di kelas. Khanza pun sampai di ruangan sumber suara, disana juga terdapat bel untuk menandakan masuk dan istirahat.
“Gue kerjain ah” ucap khanza dengan tersenyum jahil.
“LET’S GO YA IPA 4, MARI BERPARGOY RIYA BERSAMA DJ KHANZA YO” ucap khanza ala-ala DJ, siswa yang berada di lapangan kaget mendengar suara khanza yanh sangat keras itu, dan semua tertawa melihat tingkah laku khanza.
“SEMUANYA AMBIL POSISI MASING-MASING YO” ucap khanza lagi menyuruh siswa IPA 4 dan mengatur music yang akan di mainkan.
“TERETETT TERETETTTTT TERETETTTT” suara music pun terdengar keras dan nyaring sampai ke penjuru sekolah, siswa IPA 4 pargoy di lapangan dengan senang. Khanza pun hanya menghentak-hentakan kakinya.
Siswa yang sedang belajar pun merasa terganggu dan akhirnya semua keluar untuk melihat aksi yang ada di lapangan.
“UNTUK SISWA LAIN JUGA BOLEH GABUNG, MARI KITA PARGOY BERSAMA IPA 4” ucap khanza dengan semangat, dan benar saja semua siswa ALEXANDRIA langsung gabung dan berjoget di lapangan. Beda dengan keisha dan Vian yang tidak mengikuti aksi gila khanza.
Musik pun kembali di BASS kan, bahkan semuanya merasa senang karena khanza sudah bikin Susana sekolah menjadi sangat menyenangkan.
“Norak” ucap keisha pergi meninggalkan lapangan.
“Menarik” ucap vian tersenyum smirk.
“HENTIKANNNNNNNN” ucap pak Subroto dengan lantang di sumber suara, dan khanza pun menutup musiknya dengan tenang. Di lapangan siswa-siswi mendengar teriakan pak Subroto yang terdengar di speaker.
“Kamu tidak ada kapok-kapoknya bikin masalah yah khanza” ucap pak Subroto menghampiri khanza dengan tegas.
Apa yang bakalan terjadi selanjutnya guys ?
__ADS_1