Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Penculikan


__ADS_3

Vian akan segera pulang, karena jam pelajaran sudah berakhir, tetapi khanza mencegat vian di depan gerbang.


“Lo jangan pulang dulu” ucap khanza menarik tas vian dengan kasar. Vian langsung membalikan badan nya.


“Kenapa ?” Ucap vian dengan wajah tegasnya.


“Gue mau ngomong sama elo, aslinya gue males banget buat ngomong sama elo, yang pertama gue mau ngucapin terimakasih karena sudah bawa gue ke UKS, yang kedua yaitu gue mau lo gak usah ikut campur urusan gue, yang ketiga yaitu lo gak perlu muncul di hadapan gue lagi” ucap khanza dengan tatapan tajam, dan melipatkan kedua tangan nya.


“Udah mau ngomong itu doang ? Kalo masalah gue gak muncul di hadapan lo, kayaknya gak bisa deh za, karena lo udah masuk di kehidupan gue, jadi gak mungkin gue ngilang” ucap vian tidak kalah tegas, khanza hanya mendelikan matanya dengan malas.


“Cukup yah vian, gue gak mau lo ikut campur urusan gue lagi, gue gak perlu bantuan lo lagi, gue benci sama lo, lo harusnya minta persetujuan gue, kalo lo jeblosin pak Subroto ke penjara saat gue di uks, gue kan mau liat ekspresi dia pas dia di ciduk yan” ucap khanza dengan mengerucutkan bibirnya, vian hanya gemas melihat khanza yang bicara terlalu banyak itu.


“Udah udah pokoknya kalo ada apa-apa lo harus kasih tau gue” ucap vian menaikan satu alisnya.


“Vian, sepertinya gue ada gangguan jantung, kenapa detak jantung gue gak beraturan begini sih, gue harus ke rumah sakit sekarang, gue gak mau mati muda” ucap khanza dengan wajah panik, dan pergi meninggalkan vian yang sedang mematung.

__ADS_1


“Dasar gadis oon, itu berarti lo suka sama gue sitiiiiiii” ucap vian dengan gemas, tetapi tidak di dengar oleh khanza yang sudah menjauh dari dirinya.


Khanza mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sesaat kemudian ada 2 mobil yang mengikuti dirinya dari belakang.


“Wah sepertinya ada yang ngikutin gue nih, mari kita balapan nak, kamu harus nurut sama mami yah, gak boleh mogok” ucap khanza mengelus stir mobilnya itu.


Khanza pun menambah kecepatan mobilnya untuk menjauhi dua mobil itu, tetapi pas sampai di pertigaan, mobil khanza mendadak kumat, mesin pun mengeluarkan asap seketika mobil pun langsung terhenti.


“Dasar mobil miskin, bisa-bisa gak nurut sama mami, gue buang habis ini” ucap khanza memukul stir dengan kuat.


“Widih main nya keroyokan Bung, gak macho kalian” ucap khanza tersenyum sinis.


“Banyak bacot lo bocah, bawa dia kemari” ucap salah satu pria berbadan besar itu menyuruh pasukan nya untuk membawa khanza.


Khanza pun hanya diam, dia tidak berontak ataupun apa, karena semisal khanza berontak, khanza akan kesetanan, bahkan dia bisa membunuh orang itu dalam sekejap.

__ADS_1


“Gak perlu di tarik, gue masih bisa jalan sendiri” ucap khanza dan langsung berjalan kedepan, para preman itu melongo dengan sikap gadis yang mau di cilik nya itu.


“Eh bro, harusnya dia berontak kan yah, kok dia malah mau kita bawa sih ?” Ucap salah satu preman itu pada temannya.


“Harusnya kan bagus, jadi kita gak mengeluarkan tenaga lebih banyak lagi kambing” ucap preman itu yang kesal dengan pertanyaan temannya.


“Kalian mau nyulik gue kan ? Gak apa-apa ayok kita jalan” ucap khanza dan langsung masuk kedalam mobil, mereka pun di bikin bingung lagi oleh tingkah anak kecil di depan nya itu.


Akhirnya khanza dan segerombolan preman itu langsung menancap gas nya untuk membawa khanza ke tempat yang sudah di beri tahu oleh bos nya. Dan 10 menit kemudian mereka sampai ke gudang penyimpanan.


“Hadeh ngapain kalian ? Mau borgol gue ? Gak perlu, gue gak akan kabur dari sini” ucap khanza dengan nada dingin nya dan sorot mata sendu.


“Wah ternyata dia mau ngelabuhi kita bos” ucap preman itu pada preman atasan nya.


“Tenang, gue gak akan kabur dari sini, janji” ucap khanza meyakinkan mereka semua, dan mereka pun setuju dengan khanza.

__ADS_1


__ADS_2