Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Pembalasan 2


__ADS_3

Keisha pun berhasil memanggil Subroto untuk menemuinya. 15 menit berlalu Subroto dan bara pun sampai di tempat pesta.


“Ada apa ini ? Kenapa baju mu basah sya ?” Ucap Subroto membolak balikan badan keisha.


“Ah ternyata ini yang namanya khanza ? Cantik juga” ucap bara tersenyum pada khanza, keisha yang mendengar itu langsung memukul bahu bara dan memelotot kan matanya.


“Za mending kita pulang, acara ini udah kacau” ucap vian dengan tenang.


“Acara ini belum berakhir” ucap khanza tidak kalah tenang.


“Yah acara ini belum berakhir” ucap keisha langsung menarik rambut khanza, khanza yang di tarik rambutnya hanya diam tidak menolak sama sekali. Semua yang berada di pesta berteriak.


“KHANZAAAAAA” ucap serempak orang yang berada di pesta.


Vian pun langsung menolong khanza, khanza yang di tolong menepis tangan vian dengan kasar.


“Lo gak perlu ikut campur, ini urusan gue, mending kalian menjauh dari sini, disini terlalu berbahaya” ucap khanza di sela-sela keisha masih menjambak rambut khanza dengan kuat.


“Yah memang disini berbahaya, kalian salah sudah masuk ke area ini hahaha” ucap Subroto dengan tertawa keras.


Khanza pun sudah tidak tahan untuk melawan nya, tangan keisha di tarik dan di pelintir ke belakang, tubuh keisha membelakangi khanza.


“KEISHAAAA” teriak mommy shinta, bara dan Subroto dengan lantang, semuanya pun was-was ketika khanza sudah melawan nya.


“Kan apa gue bilang, singa kok di lawan, jangan kan keisha, Subroto pun khanza berani” ucap Rio dengan senang.


“Vian tolong bawa semua anak-anak keluar, jangan sampai mereka melihat gue” teriak khanza pada vian, dan vian pun menuruti perkataan khanza.


“Dan lo ? Gue gak mau ninggalin lo disini sendiri” ucap vian dengan lantang.

__ADS_1


“Kebanyakan drama sialan” ucap khanza dan mengeluarkan sebuah pistol, dan menembakkan ke salah satu pasukan Subroto yang sedari tadi mengumpat di balik semak-semak. Hanya khanza yang tau jika pesta ini banyak orang suruhan Subroto untuk memantau pesta keisha.


Mereka pun terlonjak kaget, ketika khanza menembak salah satu orang suruhan Subroto, tidak pikir panjang semua orang pun keluar dari acara pesta, terkecuali Subroto, bara, mommy shinta, keisha, dan vian.


“Dasar gila, bisa-bisanya dia punya pistol dad ?” Ucap bara yang hampir terduduk lemas melihat aksi khanza.


“Daddy juga tidak tau bara” ucap Subroto yang tidak kalah kagetnya.


“Mommy takut dad, mommy takut” ucap shinta pada Subroto yang sudah gemetaran.


“Khanza taro pistol lo, jangan di gunain lagi” ucap vian berjalan mendekati khanza. Khanza pun menurut dia memasukan pistolnya kembali ke dalam dress nya, ternyata di dalam dress khanza dia sudah memakai baju yang ada saku khusus.


“Apa kalian tidak lihat ? Saya bisa saja membunuh kalian malam ini” ucap khanza masih merengkuh tubuh keisha yang gemetaran.


“Baru satu tembakan, lo udah gemeteran begini, dasar cupu” ucap khanza pada keisha, keisha yang mendengar itu langsung menggigit tangan khanza.


“Awssss” ucap khanza melepaskan tubuh keisha, keisha ya pun berlari menuju keluarganya, belum sempat sampai, khanza mengambil pisau lipat yang berada di tas nya, dan langsung melayangkan pisau itu, pisau tersebut pun langsung menancap sempurna di kaki keisha.


“Kurang ajar lo udah nyakitin Adek gue” ucap bara maju, belum sempat sampai di depan khanza, vian pun langsung menendang tubuh bara, bara pun jatuh tersungkur.


“Bagus vian” ucap khanza tersenyum smirk.


“Kalian ngapain masih di semak-semak hahhhh ? Serang gadis itu” perintah Subroto ke bawahan nya, dan benar saja ada 10 orang suruhan Subroto untuk menyerang khanza.


Pertarungan pun terjadi, khanza memukul orang suruhan Subroto membabi buta, vian pun ikut dalam pertarungan tersebut, 5 orang itu pun seketika terkapar dan meninggal. Khanza tau di mana titik-titik mematikan saat bertarung.


Subroto pun kaget melihat khanza yang lihai dalam aksi pertarungan tersebut, bara yang melihat itu terpesona.


“Bener-bener nih cewek harus jadi milik gue” batin bara menyeringai.

__ADS_1


Tinggal 3 orang yang masih bertahan dalam pertarungan itu, khanza sampai kewalahan mengimbangi tenaga orang bawahan Subroto.


“Dasar si gendut, udah tua masih ajah doyan berantem” ucap khanza di sela-sela pertarungan nya. Khanza pun langsung mencopot high heels nya dan menancapkan high heels itu di kening orang itu, seketika langsung mati di tempat. Khanza pun menarik high heels itu agar copot dari kening.


“Sialan high heels gue ada darahnya” ucap khanza membersihkan high heels nya.


“Za lo gak apa-apa ?” Ucap vian yang sudah menghabisi satu orang, tinggal satu orang yang masih bertahan, ketika vian sedang berbicara orang tersebut ingin mencap kan pisau ke vian, tetapi pisau itu di pegang oleh khanza, telapak tangan khanza pun penuh darah.


“Khanzaaaaa” teriak vian yang melihat tangan khanza berdarah.


“Hahahahahaha” Subroto dan keisha pun tertawa melihat khanza yang berdarah.


“Sialan, lo bikin tangan gue berdarah” ucap khanza menarik pisau itu dan langsung menancapkan pisau nya di bola mata orang itu, vian pun langsung menyerangnya dan 5 detik kemudian orang itu mati.


“Apa kalian masih ingin tertawa ?” Ucap khanza berjalan menuju ke arah Subroto. Subroto pun panik ketika khanza membawa pisau ke arah nya.


“Lawan gue” ucap bara, dan bara pun menyerang khanza. Khanza yang waktu itu sudah lelah pun di tendang oleh bara, khanza pun jatuh ke belakang. Vian yang melihat itu langsung membangunkan khanza yang sudah pucat.


“Sialan beraninya lo sama cewek, lawan gue” ucap vian dan bara pun bertarung dengan vian. Vian yang sudah geram melihat khanza di di tendang pun, vian memukul bara secara membabi buta tanpa ampun.


Bara pun terkapar, wajah yang di penuhi darah, dan badan yang sudah di hadiahi sayatan pisau.


“BARAAAAA” teriak mommy shinta, keisha, dan Subroto.


“Jika anda ingin keluarga anda hidup dengan tenang, jangan sekali-kali kalian usik hidup gue” ucap khanza berjalan menuju mereka.


“Hahaha saya tidak peduli, saya akan membunuh mu” ucap Subroto dengan tegas.


“Sebelum anda membunuh saya, saya akan membunuh keisha terlebih dahulu saat di sekolah nanti” ucap khanza tersenyum smirk, dan langsung meninggalkan mereka. Vian pun mengikuti khanza dari belakang.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE NYA GUYS, BIAR GUE SEMANGAT UP


__ADS_2