Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Kemarahan Keisha


__ADS_3

Keisha yang sudah berada di depan ruang guru pun langsung masuk, keisha tau jika daddy nya sedang ada masalah.


“Maksudnya apa ini ? Kenapa bokap gue di bawa polisi ?” Ucap keisha pada vian.


“Karena dia sudah menyakiti khanza” ucap vian langsung berdiri dari duduknya.


“Terus apa urusan lo sama bokap gue ? Yang punya urusan kan bokap gue sama khanza, kenapa lo ikut-ikutan hah ?” Bentak keisha, dan seketika vian pun terdiam, dia tidak tau kenapa bisa membantu khanza.


“Gue hanya berlaku adil, apa pantas seorang kepala sekolah menampar murid ? Gue tanya sama elo” ucap vian dengan nada dingin dan sorot mata yang tajam.


“Ya karena khanza sudah keterlaluan, makanya bokap gue nampar khanza” ucap keisha dengan menggebu-gebu.


“Se keterlaluan nya murid, tidak etis jika seorang kepala sekolah main fisik, apalagi ini murid perempuan” ucap vian melipatkan kedua tangan nya di depan perut.


“Hahaha dia sudah terlatih soal tampar menampar vian, jadi lo gak perlu ikut campur urusan khanza dan orang lain, lo gak usah jadi sok pahlawan” ucap keisha yang sudah geram.


“Tampar menampar ? Maksudnya ?” Tanya vian dengan cepat.

__ADS_1


“Lo gak tau kan ? Khanza itu pembunuh, dia udah membunuh nyokap nya sendiri bahkan bokapnya saja sering mukul dia” ucap keisha panjang lebar.


Khanza pun memasuki ruangan guru bersama rindi, khanza mendengar percakapan vian dan keisha, di ruang guru hanya ada vian dan keisha, karena siswa lain dan guru masuk ke kelas masing.


Prok


Prok


prok (khanza tepuk tangan)


“Tanpa bukti pun gue tau, kalo lo yang sebenarnya membunuh nyokap lo sendiri, bahkan lo bersikap angkuh hanya untuk mengelabuhi orang lain saja kan ?” Ucap keisha dengan tersenyum sinis.


“Kalo tanpa bukti jatohnya fitnah dong” ucap rindi yang sedang menahan amarahnya. Khanza kaget karena tiba-tiba rindi berbicara seperti itu, khanza pun tersenyum.


“Nah rindi aja tau masa lo gak ngerti sih, padahal lo anak kepala sekolah, harusnya lebih smart dikit, jangan malu-maluin lah sya” ucap khanza dengan tersenyum smirk. Keisha yang mendengar itu langsung naik pitam dan langsung menampar wajah khanza.


“KHANZAAAAA” teriak vian dan rindi secara bersamaan.

__ADS_1


“Dasar cewek gilaaaaa” ucap rindi langsung menjambak rambut keisha, vian ingin menolong tetapi di cegat oleh khanza.


“Jangan ikut campur, mending lo keluar dari sini, tidak ada urusan nya sama lo” ucap khanza langsung mendorong vian keluar.


“STOPPPP” bentak khanza, rindi dan keisha pun berhenti jambak-jambakan.


“Mending kita pergi rin, dia emang stress” ucap khanza menarik tangan rindi dan keluar dari ruangan guru.


“SIALANNNNNN” teriak keisha dengan dada naik turun, nafas tidak beraturan.


“Hahaha liat saja nanti, gue bakalan bales lo lebih dari ini khanza” ucap keisha dengan tersenyum smirk.


Keisha pun langsung pergi dari ruangan guru, dia pulang untuk menemui daddy nya yanh sedang di kantor polisi.


“Kurang ajar berani-beraninya dia jeblosin bokap gue di penjara” ucap keisha menaiki mobilnya dan langsung tancap gas pergi ke kantor polisi.


Beberapa menit kemudian keisha sampai di kantor polisi, keisha langsung bertanya pada polisi untuk mempertemukan nya dengan bokapnya.

__ADS_1


__ADS_2