
Khanza dan anak blue Shapire sudah meretas laptop yang dimiliki orang tersebut, khanza pun tersenyum sangat puas.
“Memang tidak salah gue memperkerjakan elo Ari, buat kalian harus belajar IT dan semacamnya, biar seperti Ari” ucap khanza duduk dengan tenang.
“Apa sudah beres queen ?” Ucap Rama, khanza pun mendelikan matanya dengan malas.
“Lo ngurusin satu video saja tidak becus, bisa-bisanya lo sampe kecolongan seperti itu” ucap khanza dengan nada sinis, Rama pun menundukkan kepalanya.
“Maaf queen, gue gak bakal kecolongan lagi” ucap Rama menyesali perbuatan nya. Khanza hanya menghembuskan nafas kasar.
“Ohh iyah, malam ini kalian free ?” Ucap khanza pada anak-anak blue Shapire.
“Free queen” ucap serentak semuanya.
“Bagus, nanti malam kita ke tempat Jack buat ngerayain sesuatu” ucap khanza dengan tenang.
“Baik queen” ucap serentak lagi.
“Jangan lupa pakai jaket kebanggaan kita” ucap Rama.
“Tidak usah, kita harus memakai pakaian biasa saja, tidak perlu menggunakan jas kebanggaan, kita mau bersenang-senang, bukan untuk perang” ucap khanza dan mereka menganggukkan kepalanya.
Saat khanza hendak keluar, khanza melihat seseorang yang asing, dia bukan asli warga negara Indonesia.
“Siapa dia ?” Ucap khanza menunjukan kepada seseorang yang berada paling belakang.
“Tidak perlu, saya akan menanyakan sendiri” ucap khanza menyela Rama yang hendak memberi tahu nama orang tersebut.
“What is your name ?” Ucap khanza menggunakan bahasa Inggris.
“Nama saya cleo, queen” ucap cleo yang fasih menggunakan bahasa Indonesia, khanza pun menganggukkan kepalanya.
“Mereka bertemu cleo di jalan, dia mencari saudaranya yang berasal dari London, tetapi malah tersesat kemari, dia sudah disini selama 1 bulan queen” ucap Rama menjelaskan pada khanza.
“Kenapa lo gak bilang ada anak baru ? Lo tau kan kita punya rahasia besar ?” Ucap khanza berjalan menuju ke Rama.
“Yah gue tau queen tapi dia kasihan” ucap Rama dengan tatapan sendu.
“Ah baiklah terserah elo aja ram, pusing gue debat sama lo, untuk kalian boleh pergi, terkecuali Ari tetap disini” ucap khanza menyuruh anak-anak blue Shapire untuk pergi dari ruangan.
“Ari, cari informasi tentang cleo dari negara asal nya, tidak mungkin dia mencari saudaranya dan tersesat di markas ini” ucap khanza dengan tatapan sulit di artikan.
“Baik queen akan saya cari” ucap Ari dan langsung menghadap laptopnya kembali.
“Ram, lo udah urus sekolahnya Ari ?” Ucap khanza menanyakan pada Rama.
“Udah queen, besok pagi dia bisa langsung sekolah, dia udah satu kelas sama keisha” ucap Rama memberikan dokumen ke khanza.
“Bagus ram, kalo gitu gue pergi dulu, sampai ketemu nanti malam” ucap khanza pada Rama dan Ari.
__ADS_1
“Ohh iya Ari, jangan lupa nanti kirim ke gue kalo sudah ketemu” ucap khanza menatap Ari.
“Baik queen nanti saya kasih ke queen” ucap Ari dan memfokuskan kembali ke laptop, khanza pun pergi dari ruangan.
“Ehh ram ngeri bat yah queen kita, lo tadi kaget gak pas dia bilang suruh retas ? Anjir gue sampe pengen kencing” ucap Ari bergidik ngeri.
“Begitu lah dia ri, dia memang kejam sama orang yang sudah mengusik kehidupan nya, makanya jangan sampai lo berurusan sama dia” ucap Rama duduk di sebelah Ari.
“Dia juga baik, kalo kita baik ke dia ri, lo tau tadi kan ? Padahal hanya meretas, tetapi dia ngajak kita ber seratus orang untuk pesta di club milik Jack” ucap Rama tersenyum.
“Club ? What ? Gue kira pesta kaya di laut gitu ram, ternyata club” ucap menepuk jidatnya.
“Lah emang kenapa ? Kan kita bisa cari cewek-cewek cantik ri” ucap Rama mengedipkan matanya.
“Gue gak pernah main ke club ram, jujur gue” ucap Ari menaruh laptop nya.
“Kenapa lo taruh tuh laptop ? Buru cari” ucap Rama mengambil laptopnya dan menaruhnya di paha Ari.
“Udah ketemu ram” ucap Ari menghadapkan layar laptop ke Rama.
“Cleo Vastin ? Sepertinya gak asing nih nama vastin” ucap Rama melihat data diri milik cleo.
“Gue gak tau vastin itu siapa ram” ucap Ari merebahkan dirinya.
“Nama adik Laura Vastin, keluarga Vastin ? Aduh anjirrrr ngapa gue gak inget sih, gue tau tapi lupa mereka siapa” ucap Rama mengacak rambutnya.
Khanza yang sedang berkendara mendengar notif di ponselnya, dia membiarkannya terlebih dahulu, karena dia tau jika sedang berkendara tidak boleh memainkan ponsel.
Sampailah khanza di depan mansion dengan gerbang menjulang tinggi, dia memberikan klakson kepada satpam untuk membuka gerbangnya.
“Silahkan nona” ucap satpam tersebut mempersilakan khanza untuk masuk.
“Ini buat bapak” ucap khanza memberikan 5 lembar uang berwarna merah cerah.
“Terimakasih nonaaaa” teriak satpam melambaikan tangan nya pada khanza yang sudah terlihat jauh dari pandangannya.
Khanza pun langsung memasuki mansion nya, dia terlihat sangat bahagia ketika satu masalahnya terselesaikan.
“Selamat pagi ayah bunda” ucap khanza langsung menghentikan langkahnya, dia menatap seseorang yang duduk di pinggir Farhan.
“Lo ngapain disini ?” Ucap khanza langsung berjalan menuju kursi sebelah Rosa.
“Ya terserah gue dong, gue mau kemana aja bukan urusan lo” ucap vian kembali menyantap makanan nya.
“Dia ngapain kesini tuan alex ?” Ucap khanza menatap alex.
“Dia kesini nyari kamu nona khanza” ucap alex dengan wajah datar.
“Dihh ngapain lo nyari gue ?” Ucap khanza menatap vian yang dari tadi menyantap makanan nya, vian tidak menghiraukan khanza.
__ADS_1
“Kalo di tanya tuh jawab, bukan malah diam ? Apa lo gak punya mulut tuan vian ?” Ucap khanza sudah kesal.
“Ah baiklah gak perlu jawab, gak peduli gue” ucap khanza beranjak dari duduknya. Dan naik ke atas untuk ke kamarnya.
“Kebiasaan tuh anak hadehhh” ucap Farhan menghela nafas.
“Hahaha lo harus sabar hadapin bocah itu yan” ucap Gibran lalu beranjak dari duduknya, dan pergi keluar.
“Lo mau nginap disini nak ?” Ucap Rosa pada vian.
“Tidak tante, vian pulang sekarang ajah, khanza juga udah balik” ucap vian beranjak dari duduknya.
“Kalau gitu vian pamit dulu yah om, tante” ucap vian menyalami mereka berdua.
“Udah pernah tante bilang kan, kamu panggil tante itu bunda, sama kaya khanza manggil bunda kamu” ucap Rosa mengelus bahu vian.
“Iyah bunda hehehe” ucap vian cengengesan. Vian pun langsung pergi dari mansion Alexander, saat di parkiran mobil, vian melihat mobil ayahnya.
“Lah khanza pake mobil ayah ? Dasar tuh anak bisa-bisanya malah pulang, bukan nya taro mobil dulu” ucap vian tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Alex, Farhan pun langsung menuju ke ruang rahasia milik keluarganya, dia membuka komputernya untuk memantau markas blue Shapire.
“Apa yang di lakukan khanza di markas ayah ?” Ucap Farhan melihat sekumpulan orang yang sedang berdiskusi.
“Kita dengarkan saja clip nya” ucap alex langsung melihat video cctv dari ruangan blue Shapire, khanza tidak tahu jika ruangan itu sudah di sadap dan di pasang kamera cctv mini, mereka menempatkan nya di sudut, tidak terlihat karena terlalu kecil.
“Ternyata mereka lagi mempulihkan video rekaman pembunuhan istri Abraham” ucap alex.
“Dasar tua Bangka, bisa-bisanya tidak percaya sama anak sendiri” ucap Farhan geram.
“Untuk itu, kamu harus kasih pelajaran ke mereka” ucap alex pada Farhan.
“Oh iyah, kamu berteman dengan anak pertamanya kan ? Yang namanya siapa itu ?” Ucap alex menanyakan anak pertama Abraham.
“Roman ayah, tapi kita tidak terlalu dekat” ucap Farhan.
“Mulai sekarang kamu sering-sering lah bermain dengan dia, biarkan dia masuk ke dalam jebakan kita, ayah tidak mau kehilangan Aleya untuk kedua kalinya” ucap alex dengan nada dingin.
“Baik ayah akan Farhan lakukan” ucap Farhan dengan tenang.
“Seorang alex harus bersaing dengan Abraham ? Dia hanya sampah, cihh” batin alex berdecih dengan tersenyum sinis.
BALIK LAGI GUYS, TETAP BACA YAH
SAMPAI KETEMU BESOK PAGI. CRAZY UP TIDAK YAH MENURUT KALIAN ?
KALO KALIAN SUKA, GUE AKAN CRAZY UP MULAI BESOK
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE SAMA KOMEN YAH🔥🔥
__ADS_1