Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Pak Subroto


__ADS_3

Ketika khanza tertidur, vian pun langsung ke ruangan guru untuk memberi kesaksian, saat pak Subroto menampar khanza.


“Kalian boleh masuk kelas, bentar lagi jam istirahat selesai” perintah vian pada siswa-siswa lain.


“Yan, khanza mana ? Apa dia di kelas ?” Ucap rindi dengan takut.


“Khanza sedang istirahat di uks rin, tolong jaga khanza dulu” ucap vian pada rindi, dan rindi pun menurut, rindi pun langsung bergegas ke ruang uks untuk menemani khanza.


“Sebenarnya ini ada apa, kenapa pak Subroto ada disini ?” Ucap bu BK pada vian


“Dia sudah menampar khanza, khanza pun ada di ruang uks” ucap vian dengan tegas.


“Halah syukur deh kalo khanza sudah di tampar, itu anak memang keterlaluan, dan pantas di kasih tamparan” ucap bu siska dengan sinis.

__ADS_1


“Apa bu siska masih berani dengan khanza ? Apa bu siska ingin di keluarkan dari sekolah ?” Ucap vian sudah membawa 2 surat dari pemilik sekolah, untuk mengeluarkan pak Subroto dan bu siska.


Sebenarnya vian tau apa yang di lakukan bu siska dan pak Subroto pada khanza, akhirnya vian pun dengan cepat langsung mengumpulkan bukti kejahatan mereka berdua untuk di ajakukan ke dinas pendidikan.


“Apa-apaan ini vian, saya tidak mau keluar dari sekolah ini, saya ini masih kepala sekolah disini” ucap pak Subroto meracau.


“Jangan Seenaknya kamu memperlakukan saya seperti ini vian, kamu tidak berhak mengeluarkan saya” ucap bu siska yang tidak terima.


“Okeh saya akan menjelaskan gimana kalian bersikap seperti preman, untuk pak Subroto, sejak kapan kepala sekolah memukul siswa ? Dan untuk bu siska, untuk apa anda mencampuri urusan pribadi khanza ? Sampai-sampai anda membuang barang milik khanza ?” Ucap vian dengan tegas, mereka yang mendengar penuturan vian pun terkejut.


“Kita tunggu saja” ucap vian mendudukan dirinya di kursi dan tidak memperdulikan bu siska dan pak Subroto yang sedang ketakutan.


“Selamat siang tuan” ucap polisi tersebut menyapa vian dengan hormat.

__ADS_1


“Bawa dia ke penjara, untuk semua bukti ada di map itu, oh iyah jangan sampai dia bebas, sebelum khanza sendiri yang membebaskan mereka berdua” perintah vian pada ketiga polisi tersebut, dan polisi tersebut langsung memborgol mereka berdua.


“Tunggu pembalasan saya vian” ucap pak Subroto dan bu siska pada vian, dan bian pun hanya tersenyum puas melihat kedua orang yang sudah mengusik hidup khanza.


Khanza pun terbangun dari tidurnya, dia melihat jaket yang ada di tubuhnya, khanza mencium aroma seperti vian.


“Ah mungkin ini punya vian” ucap khanza pada diri sendiri. pintu kamar uks pun terbuka, terlihat jelas wajah khawatir rindi.


“Khanzaaaaaaa lo baik-baik ajah kan ? Mana yang sakit, sebelah mana” ucap rindi membolak balikan tubuh khanza. Khanza kaget ketika rindi berbicara santai pada dirinya.


“Nah gitu dong rin, lo harus kaya gini, cara bicara lo juga udah pakai lo dan gue” ucap khanza menepuk bahu rindi.


“Gue khawatir sama elo za, pipi lo masih sakit ?” Ucap rindi menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Malah nunduk lagi, tadi ajah lo bolak balikin badan gue, sekarang malah nunduk lagi, gue gak mau yah lo nunduk-nunduk kaya gitu lagi, kalo lo masih kaya gitu, mending lo gak usah temenan sama gue” ucap khanza dengan tegas, rindi pun langsung takut melihat tatapan khanza.


“Iyah za gue janji, gue bakalan lebih berani lagi” ucap rindi pada khanza, dan khanza pun langsung tersenyum.


__ADS_2