
Khanza dan vian pun sampai di kediaman rumah milik Axelino, gerbang yang menjulang tinggi pun terbuka otomatis saat vian memerintahkannya. Vian pun langsung ke arah garasi mobilnya untuk memarkirkan mobilnya.
“Kamu masuk duluan ajah za” ucap vian menyuruh khanza untuk masuk terlebih dahulu.
“Hmmm, lo mau ngapain ?” Ucap khanza pada vian.
“Gue mau keluar dulu, ada urusan penting” ucap vian pada khanza.
“Pentingan gue apa urusan lo ?” Ucap khanza memberikan pilihan.
“Semuanya penting za” ucap vian lagi.
“Lo pergi ajah, dan jangan harap lo bakalan ketemu sama gue lagi” ucap khanza memberi ancaman. Mau tidak mau vian pun menurut.
“Gitu amat dah calon istriku” ucap vian langsung membuka pintu mobilnya. Khanza pun tersenyum tipis.
Khanza yang hendak ingin masuk terlebih dahulu malah di cegat oleh vian untuk berbicara.
“Za, nanti malam kita ke markas” ucap vian pada khanza.
“Gue udah tau” ucap khanza lagi.
“Ohh iyah, kamu kan queen nya” ucap vian menepuk keningnya.
Khanza pun langsung membuka pintunyanya, dia sudah di anggap sebagai menantu keluarga Axelino, jadi dia punya hak untuk keluar masuk rumah Axelino.
__ADS_1
“Assalamualaikum bundaaaaaaa” teriak khanza, semuanya pun melihat ke arah sumber suara.
“Wa’alaikumsalam Ehhh sayang, sini nak, vian mana ?” Ucap mirna pada khanza.
“Dia di belakang bun” ucap khanza yang melihat seorang gadis berambut pirang dan mata coklat tersebut yang sedang duduk manis di sofa.
“Ah sini sayang, bunda kenalin sama dia” ucap mirna menggandeng tangan khanza untuk duduk di sofa.
“Sayang kenalin, ini caca sepupunya vian, dia baru ajah sampe di Indonesia” ucap mirna mengenalkan caca pada khanza.
“Dan ini khanza, calon sepupumu ca” ucap mirna kembali mengenalkan khanza pada caca. Ekspresi caca seperti tidak suka pada khanza, khanza hanya tersenyum tipis.
“Ohh iyah kalian seumuran loh” ucap mirna lagi pada khanza.
“Wa’alaikumsalam” ucap serentak mereka.
“Loh ca kapan lo sampe ?” Ucap vian kaget melihat caca.
“Baru sampe tadi penyu” ucap caca pada vian. Caca memanggil vian dengan sebutan penyu, karena pas mereka kecil sudah punya nama panggilan masing-masing.
“Bisa-bisanya lo masih manggil gue penyu” ucap vian mengacak rambut pirang milik gadis tersebut.
Khanza yang melihat itu pun merasa tidak suka, tapi khanza masih bisa mengontrol ketidaksukanya itu, khanza pintar dalam menyembunyikan sesuatu.
“Oh iyah bun, kotak obat nya dimana yah ?” Ucap khanza pada mirna.
__ADS_1
“Loh siapa yang sakit ? Siapa yang luka ?” Ucap mirna panik.
“Enggak bun, itu si vian yang luka” ucap khanza menunjuk vian. Vian pun langsung meninggalkan caca yang masih berbincang dengan nya. Caca pun jengkel pada khanza.
“Ayo ke kamar” ucap vian menggandeng tangan khanza, khanza pun menurutinya. Caca langsung ingin mengikuti vian dan khanza, tetapi di cegat oleh mirna.
“Kamu gak usah ikut, biarkan mereka berdua” ucap mirna tersenyum senang melihat vian dan khanza bergandengan tangan.
“Tapi mereka kan belum nikah tante, kok tante bolehin penyu berduaan sama dia ?” Ucap caca tidak suka.
“Bentar lagi juga mereka akan melaksanakan pernikahan ca” ucap mirna lagi, caca pun melepaskan cegatan tangan mirna, dan mendengus kesal. Mirna yang melihat itu pun tersenyum geli.
Dikamar vian, khanza menidurkan dirinya di pinggir ranjang milik vian, vian sedang mencari kotak obatnya di nakas.
“Nih” ucap vian memberikan kotak obatnya, dan khanza pun langsung menerimanya.
“Buka baju lo” ucap khanza spontan, vian pun kaget mendengar perintah khanza.
“Buka baju ?” Ucap vian mengedipkan matanya, khanza yang sadar pun langsung menarik vian, vian pun langsung terduduk di samping khanza.
“Buka bajunya, kalo gak di buka gimana gue mau ngobatin luka lo ?” Ucap khanza sudah tidak habis fikir lagi.
MAAF GUYS BARU UP, SOALNYA SIBUK MENGURUSI PERNIKAHAN SAYA, DAN ALHAMDULILLAH NYA SAYA SUDAH MENJADI ISTRI.
MIMIN JUGA LUPA TERNYATA MASIH ADA YANG MENUNGGU CERITA SI KHANZA. BESOK SAYA UP LAGI
__ADS_1