Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Part 39


__ADS_3

Orang itu mengawasinya dari samping, dan saat sudah keluar dari pintu restoran, orang itu pun menghampiri nya.


“Kamu ngapain disini” ucap Abraham pada khanza.


“Kenapa kamu bareng William dan alex ?” Ucap Abraham lagi.


“Anda tidak berhak tau” ucap khanza lagi.


“Apa anda kenal sama anak ini tuan Abraham ?” Ucap alex.


“Yah saya kenal, dia anak sialan yang tidak sengaja lahir dari istri saya” ucap Abraham, khanza hanya menatap malas.


“Tidak usah hiraukan tuan alex, mari kita pergi dari sini” ucap khanza menggandeng tangan alex, alex pun langsung mengikutinya beserta yang lain.


“Tunggu, mau kemana kamu ? Ohh saya tahu kamu sekarang jadi simpanan para pengusaha ?” Ucap Abraham pada khanza.


“Bukan urusan anda” ucap khanza yang hendak melanjutkan langkahnya, tapi tangan khanza di cekal oleh Abraham.


“Jangan sentuh anak saya” ucap mirna pada Abraham.


“Jangan mengaku-Ngaku, dia hanya anak sialan, dia gak pantes masuk keluarga tuan William” ucap Abraham masih mencekal tangan khanza.


“Mau saya anak William ataupun anak alex, tidak ada hubungan nya sama anda, Ohh saya pikir anda memang sudah mengakui saya sebagai anaknya ?” Ucap khanza tersenyum sinis dan menghempaskan tangan Abraham.


“Saya tidak sudi mempunyai anak seperti kamu” ucap Abraham.


“Jika tidak sudi, kenapa anda menghampiri saya bersama dua keluarga ini ?” Ucap khanza menunjuk keluarga alex dan William.


Plakkkk


“Dasar anak kurang ajar” ucap Abraham menampar khanza, muka khanza pun langsung berpaling ke samping, semua yang melihat itu pun merasa geram.


“Jangan sekali-kali anda menyakiti putri saya” ucap William dengan tegas dan menarik tangan khanza.

__ADS_1


“Saya tidak perlu ikut campur urusan anak dan orang tuanya” ucap alex dengan nada tenang.


“Gue tau apa yang ayah maksud” ucap Farhan tersenyum smirk.


“Khanza kamu mau ikut bersama kami atau Abraham ?” Ucap William memberi pilihan pada khanza.


“Saya gak mungkin pilih orang ini” ucap khanza menunjuk Abraham.


“Kita pulang” ucap Abraham langsung menarik tangan khanza, khanza pun dengan sekali hentakan langsung terlepas pegangan Abraham.


“Jika anda masih memaksa saya, saya tidak akan segan-segan memotong tangan anda” ucap khanza dengan wajah datar.


“Hahaha apa saya akan takut ? Tidak, kamu hanya bocah ingusan” ucap Abraham remeh pada khanza.


“Yah saya memang gadis ingusan, tapi itu dulu, sudah saya bilang, khanza sudah mati” ucap khanza menekan kata terakhirnya.


“Mending kita langsung pergi, jika anda masih mengganggu khanza, maka saya tidak akan tinggal diam” ucap alex dengan tegas, Abraham pun langsung kicep.


“Tunggu nanti saja gadis bodoh” ucap Abraham langsung meninggalkan mereka, khanza pun tersenyum sinis.


“Ini masih di tempat umum, saya masih punya malu untuk menyerang orang tua seperti dia” ucap khanza dengan tenang.


“Ini yang ayah suka” ucap alex memeluk khanza.


“Yaudah ayok kita pulang” ucap mirna yang sedari tadi masih memikirkan sesuatu, begitu pun dengan Rosa.


“Ayah bunda, Abang, khanza pulang dulu yah sampai ketemu besok” ucap khanza melambaikan tangan nya.


Dibalik tembok masih terdapat Abraham yang masih memantau khanza.


“Kenapa dia manggil ayah bunda ? Ada hubungan apa sebenarnya” ucap Abraham pada diri sendiri. Khanza melihat Abraham yang masih bersembunyi di balik tembok.


“Anda akan menyesal nanti tuan Abraham” batin khanza tersenyum sinis melihat Abraham, Abraham tidak tahu jika khanza melihatnya.

__ADS_1


“Kamu kenapa za ? Ada yang salah ? Kamu liat kemana ?” Ucap vian, dia memberanikan diri untuk memanggil khanza dengan kamu.


“Dih kesambet setan apa lo ? Manggil nya kamu” ucap khanza kaget.


“Kamu sekarang jadi miliku, jadi kamu harus nurut padaku” ucap vian tersenyum lebar.


“Bodoamat tuan vian Axelino” ucap khanza menggunakan sabuk pengaman nya.


“Kamu gak suka sama aku za ?” Ucap vian dengan wajah serius.


“Suka atau tidak suka itu bukan urusan lo” ucap khanza masih menatap lurus.


“Aku berhak tau za, kamu suka aku atau tidak” ucap vian dengan tegas.


“Jika lo masih maksa bertanya seperti itu, gue turun ajah disini” ucap khanza hendak mencopot sabuk pengaman nya.


“Okeh okeh aku gak akan tanya seperti itu lagi” ucap vian dan menatap kedepan, khanza pun mengembangkan senyum nya yang nyaris tak terlihat.


Tidak ada waktu 15 menit mereka pun sampai di mansion keluarga Axelino.


Vian langsung naik ke atas dan menutup kamar nya, begitu pun khanza langsung masuk ke kamar nya.


“Mereka kenapa bun ?” Ucap William merasa aneh dengan sikap anaknya.


“Biasa yah anak muda, mungkin mereka malu atas kejadian tadi yakan” ucap mirna dengan tersenyum.


Dikamar vian, dia mencopot semua pakaian nya, dan menggantikan dengan baju untuk tidurnya.


“Memang benar khanza tidak suka sama gue, udah lah bodoamat” ucap vian langsung merebahkan dirinya dan tidak lama, vian pun tertidur pulas.


“Dasar bodoh, bisa-bisanya dia tanya seperti itu” ucap khanza yang sedang mengganti pakaian nya.


“Gue belum sepenuhnya cinta sama lo, gue masih punya masalah dengan orang lain, gue gak mau lo ikut terlibat dalam masalah gue vian” ucap khanza menatap cermin di depan nya.

__ADS_1


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA KARYA INI, TETAP IKUTI PERJALAN KHANZA.


TINGGALKAN LIKE ATAUPUN KOMEN YAH GUYS


__ADS_2