
Mereka pun yang berada di ruang tamu sedang bersenda gurau, tentang apa yang terjadi sebelumnya.
“Oh iyah ley pemilik tubuh yang di tempatin kamu anak dari siapa ?” Ucap Rosa pada khanza.
“Anak dari keluarga Abraham Giomani” ucap khanza tenang, alex pun kaget mendengar penuturan khanza.
“Wah ternyata anak dari Abraham, kira-kira apa yang sedang di alami Abraham ? Sampe-sampe perusahaan dia lagi di ambang bangkrut” ucap alex dengan nada tenang.
“Bangkrut ? Bagus deh kalo lagi bangkrut” ucap khanza tersenyum smirk, alex pun semakin dibuat tidak paham dengan reaksi khanza.
“Ley, sepertinya kita punya musuh baru, gue dapat kabar kalo markas mau di bakar oleh sekelompok geng” ucap Gibran yang sedang memegang ponsel nya.
“Geng apa ? Pasukan di markas sedang bertugas di Ukraina, di markas hanya ada beberapa anak saja” ucap khanza menatap Gibran, Gibran pun langsung mengerti apa yang di isyaratkan tatapan khanza.
“Apa nih apa ? Jangan bilang kalian mau bantai geng itu ?” Ucap alex menyela pembicaraan khanza dan Gibran.
“Kalo mau bantai, bantai saja” ucap vian menyela lagi. Mereka pun di buat bingung apa yang di katakan vian. Farhan pun langsung mengerti dan mengedipkan matanya.
“Wah anak-anak kita menakutkan yah, saya sendiri sampai pusing dengan isyarat-isyarat mata itu” ucap William menunjuk anak Alexander dan anaknya sendiri.
“Oh iyah ini mau berangkat bareng apa bagaimana ?” Ucap William lagi untuk mengalihkan pembicaraan anak-anak.
“Kita terpisah saja bro, gue ini mau pulang” ucap alex, dan bangun dari duduknya.
__ADS_1
“Loh ayah udah mau pulang ?” Ucap khanza ikut berdiri.
“Iyah dong princess, ayah sudah lama disini” ucap alex mengelus lembut rambut khanza.
“Ayok ley kita pulang” ucap Rosa memegang tangan khanza, mirna pun langsung membulatkan matanya.
“Eehhhh ros, biar khanza nanti sama aku ajah, dia juga anaku” ucap mirna memegang satu tangan nya lagi. Khanza pun hanya malas.
“Bun udah lah kasian khanza baru bertemu sama keluarga nya lagi, biarkan mereka quality time” ucap William menarik tangan istrinya.
“Tapi yah, bunda mau khanza disini” ucap mirna dengan tampang memelas, khanza yang mendengar itu pun merasa terenyuh.
“Bun sehari lagi leya disini yah, kasian bunda mirna” ucap khanza pada Rosa, Rosa pun menganggukkan kepalanya. Mirna yang melihat itu pun langsung tersenyum girang.
“Kalo leya manggil mirna dengan sebutan bunda, berarti kamu manggil tante ya harus bunda dong yan” ucap Rosa menatap lembut pada vian. Vian pun mengangguk.
“Ehemmmm sepertinya sudah merestui nih” ucap Farhan meledek.
“Merestui apa ?” Ucap serempak khanza dan vian, mereka pun tertawa.
“Tuh kan ngomongnya ajah barengan” ucap Farhan masih meledek mereka berdua.
“Hey bro jika lo mau Adek gue, lo harus siap bertarung sama gue” ucap Gibran menantang vian.
__ADS_1
“Nah ini baru anak ayah” ucap alex menepuk bahu Gibran. Vian pun tersenyum sinis.
“Stop gak usah bahas ini” ucap khanza menghentikan percakapan Gibran dan vian.
“Yaudah kalo gitu kami pamit pulang, wil mir kami pamit pulang dulu” ucap alex pada William dan mirna.
“Queen kita pulang dulu, ketemu lagi nanti malam” ucap alex memeluk tubuh khanza dan mencium keningnya.
“Kita balik dulu yah sayang” ucap Rosa mencium kening nya juga.
“Ley pamit yah” ucap Gibran mencium pipi khanza, khanza hanya diam tidak menolak itu.
“Ley Abang juga pamit yah” ucap Farhan mengelus rambut khanza, khanza pun mengangguk.
“Hati-hati di jalan kalian” ucap khanza melambaikan tangan nya.
“Oh iyah sayang ayo kita ke salon” ucap mirna menggandeng tangan khanza.
“Yan ikut ayah ke ruang kerja” ucap William pada vian.
YUHUUUUUU GUTEN MORGEN ALL, SEMANGAT BERAKTIVITAS YAH.
JANGAN LUPA TINGGALIN LIKE NYA.
__ADS_1
SALAM MANIS DARI KHANZA DAN MIMIN YANG PALING CANTIK INI