
Mereka pun menutup matanya, dan menutup telinganya ketika suara tembakan berbunyi bertubi-tubi.
Gio melihat dirinya masih aman, ternyata khanza menembakkannya di vas bunga dekat pintu, ke arah meja, dan ke arah plafon rumah.
“Dasar gadis gilaaaaaa” ucap Abraham sudah kepalang emosi.
“Yah memang saya gila, apa anda baru melihatnya tuan Abraham ?” Ucap khanza memasukan pistolnya kembali di dalam saku.
Abraham pun langsung menghampiri khanza, dia menyampingkan rasa takutnya itu, karena khanza masih memegang pistolnya.
“Karena kamu bukan anak saya, saya berhak menyakitimu semau saya” ucap Abraham semakin dekat dengan khanza.
“Silahkan jika anda mau” ucap khanza dengan memasang wajah tenang nya. Abraham yang melihat itu merasa geram.
Plak
plak
Plak
Abraham menampar khanza beberapa kali, sampai-sampai wajah khanza lebam dan sudut bibirnya mengeluarkan darah, khanza tidak terlihat kesakitan.
__ADS_1
“Hahaha hanya segini saja tuan ? Bahkan tamparan anda tidak ada rasa sama sekali” ucap khanza meludahkan liur nya yang sudah tercampur darah.
“Dad sudah dad, dia anakmu, jangan sekali-kali mukul dia” ucap roman menarik Abraham untuk menjauh dari khanza, Abraham pun berontak tidak ingin mendengarkan roman.
Abraham pun menyeret khanza ke kamar mandi bawah, untuk menyiram khanza dengan air panas. Khanza hanya mengikuti langkah Abraham dengan sesuka hati.
“DADDYYYY UDAH DAD” teriak roman mengejar Abraham dan khanza yang masuk ke kamar mandi, gio masih shock atas kejadian tembakan tadi sehingga dia hanya terduduk di lantai.
Abraham pun mengatur suhu air nya agar air itu lebih panas lagi ketika menyentuh kulit bisa saja langsung melepuh.
“Rasakan ini anak kurang ajar” ucap Abraham mengambil Shower nya dan langsung di arahkan ke tubuh khanza, uap panas pun menyelimuti kamar mandi itu, khanza tidak bereaksi sedikit pun, darah yang di tangan pun mengalir begitu deras.
Abraham melihat tangan khanza berdarah, merasakan hati nya berdenyut, apakah dia terlalu jahat pada khanza untuk malam ini.
Abraham masih tidak kehabisan akal, dia ingin melihat reaksi khanza saat kesakitan, kenapa khanza tidak menunjukan nya.
“Dad udah dad kasihan” ucap roman menarik khanza dari guyuran shower itu, khanza pun langsung kelimpungan karena tubuh khanza sudah sangat lemas, perih, dan panas menyelimuti tubuh khanza.
“Diam kamu roman, jangan sekali-kali kamu mencampuri urusanku” bentak Abraham menarik kembali tangan khanza. Khanza pun terhuyung dan tubuh khanza seketika jatuh, kening khanza terbentur sisi bathtube, kening khanza pun langsung mengeluarkan darah.
“Dad lihat ada darah di kening khanza” ucap roman yang langsung menghampiri tubuh khanza.
__ADS_1
“Biarkan saja, daddy harap dia mati saat ini juga” ucap Abraham meninggalkan khanza dan roman.
Pyarrrrrr
Khanza merasakan desiran darah yang mengalir begitu cepat dari dalam tubuhnya, rasa sakit yang ada di hatinya muncul seketika, saat tau Abraham mengatakan jika dia ingin anak nya mati.
“Saya tidak akan mati begitu cepat, sebelum saya menyaksikan kematian keluarga Abraham” ucap khanza berjalan keluar meninggalkan roman yang masih terpaku.
Khanza pun keluar dari kamar mandi, dan langsung keluar dari pintu utama, ternyata khanza melihat vian yang baru saja menghentikan mobilnya.
“Khanzaaaa” ucap vian keluar saat turun dari mobil nya. Vian pun menghampiri khanza tetapi vian sangat terkejut ketika khanza dalam keadaan menyedihkan, baju yang basah dan masih hangat, kening yang berdarah, dan wajah lebam.
“Khanza lo kenapa bisa begini, bener firasat gue” ucap vian melihat keadaan gadis yang ada di depan nya.
“Vian lo ngapain balik lagi ?” Ucap tenang khanza, khanza masih bisa menopang badan nya, dia sudah merasakan lemas bahkan rasanya ingin menjatuhkan diri, tetapi khanza enggan untuk melakukan itu.
“Gue punya firasat buruk sama elo za, saat gue mau pulang, rasanya gue ingin balik lagi ke rumah lo, akhirnya gue balik dan bener saja gue liat lo jadi begini” ucap vian menatap wajah pucat khanza.
Khanza yang sudah tidak kuat, akhirnya khanza pun ambruk, vian yang ada di depan nya pun langsung menangkap tubuh khanza dengan sigap.
“Khanzaaaa” ucap vian, dan langsung membopong khanza untuk di bawa ke mobilnya.
__ADS_1
SELAMAT PAGI GUYS, KETEMU LAGI SAMA PRINCESS KHANZA.
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE NYA UNTUK MENSUPPORT KARYA INI. TERIMAKSIH GUYS