
Vian pun masih melihat di celah-celah gudang, dia masih penasaran, siapa gadis itu, tanpa fikir panjang vian pun langsung mendobrak pintu gudang tersebut.
“Kalian apakan gadis itu ?” Ucap vian dengan nada tegas, semua yang sedang mengerubungi khanza pun langsung membakukan badannya untuk meliat siapa yang datang.
“Khanzaaaaa” ucap vian dengan kaget, wajah khanza yang pucat, dan tangan berlumur darah karena tersayat pisau.
“Vian, ngapain lo disini ?” Ucap khanza ketus, vian hanya memutar bola mata malas.
“Siapa kamu ? Berani-berani nya kamu masuk di kawasan ini, serang dia” ucap bos preman menyuruh bawahan nya untuk menyakiti vian. Vian pun langsung memukuli para preman tersebut tanpa henti.
Khanza yang melihat itu merasa dirinya senang, bahkan dia mampu tersenyum dalam keadaan lemah nya itu.
“Sungguh menarik” ucap khanza, tidak sengaja khanza melihat sebuah pistol di samping bos preman yang sedang melihat pertarungan vian dan bawahan nya.
Vian yang sendiri pun merasa dirinya lelah akibat preman-preman brutal itu, vian pun tidak melihat jika salah satu preman itu hampir saja menusuknya, tetapi suara tembakan menggelegar di seluruh penjuru gudang.
Dor
Dor
Dor
Suara tembakan berbunyi berkali-kali, tidak ada waktu 10 detik, khanza mampu membunuh bawahan preman yang sedang mengeroyok vian.
“Sialan” ucap bos preman itu, lalu memukul badan khanza dengan balok, tetapi khanza masih bisa berdiri dan mampu membalasnya.
“Cckkkk segitu doang pak ? Gak gunaaaa” teriak khanza langsung menembak dada sebelah kiri bos preman, seketika dia pun langsung meninggal di tempat.
“Wawww luar biasa, sepertinya lo bukan gadis sembarangan, cara menembaknya pun sudah terlihat jelas, jika lo sering menggunakan pistol” ucap vian dengan tersenyum smirk.
__ADS_1
“Gak usah banyak bacot, lo bawa mobil tidak ?” Ucap khanza memasukan pistolnya di dalam jaket.
“Lo ngapain bawa pistol itu lagi ? Lo masih mau membunuh orang ?” Ucap vian yang melihat wajah pucat khanza.
“Gue bawa pistol buat berjaga-jaga, gak kaya lo, lo masuk kesini gak ada persiapan sama sekali, dasar bodoh” ucap khanza melenggang pergi dari hadapan vian yang masih terpaku.
“Bukan sekedar gadis, sepertinya dia memang sudah terlatih seperti ini” batin vian langsung mengejar khanza.
Khanza pun mengedarkan pandangan nya, dia mencari mobil vian.
“Makanya kalo gak tau tuh jangan jalan duluan khanzaaaa” ucap vian gemas pada gadis di depan nya.
“Oh iyah ini hp dan tas lo, ada ibu-ibu yang sudah mengamankan barang lo, termasuk mobil lo” ucap vian memberikan tas dan ponsel nya.
“Terus mobil gue dimana ?” Tanya khanza memakaikan tas nya.
“Mobil lo di bawa sama rindi, dia khawatir banget sama lo, tapi dia gue suruh pulang, soalnya nanti malam ada pesta ulang tahun nya keisha” ucap vian yang langsung masuk ke mobilnya.
Khanza pun masuk ke dalam mobilnya vian, khanza menyenderkan kepalanya di kursi, dia terlalu lelah dari kemarin dan hari ini, dia tidak tidur sama sekali.
“Oh iyah za, lo mau dateng ke pesta keisha ?” Ucap vian menyalakan mesin mobilnya.
“Gue emang harus dateng, anterin gue ke butik yan” ucap khanza yang menutup matanya.
“Okeh” ucap vian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Suasana sejenak hening tidak ada percakapan hanya ada suara deru mobil yang sedang melaju.
Butuh waktu 20 menit untuk sampai di butik, vian pun langsung memakirkan mobilnya dengan rapi.
“Za kita udah sampai” ucap vian mencopot sabuk pengamannya, karena tidak ada jawaban vian pun langsung menengok ke sampingnya, ternyata khanza tertidur pulas.
__ADS_1
“Kebiasaan nih anak tidur dimana ajah” ucap vian membenarkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya, vian selalu terpesona ketika melihat wajah tenang khanza yang sedang tidur.
Sepertinya wajah khanza yang sedang tidur merupakan candu untuk vian. Vian pun menunggu khanza terbangun dari mimpinya.
“Apa lo mimpi indah za ? Sampai-sampai mobil berhenti pun lo gak bangun sama sekali.
Di alam tidur khanza
Khanza melihat Khanza yang asli sedang duduk di pinggir danau, khanza sangat mengenal tubuh itu, khanza pun langsung menghampirinya.
“Kapan gue harus selesai dari masalah lo” ucap khanza tanpa basa-basi.
“Ley maafin gue yah, gue udah nyeret lo ley masalah gue, gue mau ngasih tau ke elo, gue akan pergi jauh dan tidak akan muncul di mimpi lo lagi” ucap khanza yang asli pada Aleya yang menempati tubuh khanza.
“Emang ini udah jadi takdir gue za” ucap Aleya yang menempati tubuh khanza, khanza pun jiwanya hilang tiba-tiba.
“JANGANNNNNNNN” teriak khanza bangun dari tidurnya, keringat dingin pun bercucuran di kening khanza.
“Za lo kenapa ? Zaaa” ucap vian menggoyangkan bahu khanza. Khanza tidak sengaja langsung memeluk tubuh vian dengan erat. Vian yang mendapat pelukan pun merasa terkejut.
“Lo kenapa za Hmm” ucap vian mengelus rambut gelombang milik khanza. Khanza yang di perlakukan seperti itu merasa dirinya nyaman. 1 menit kemudian khanza tersadar jika dirinya masih memeluk vian.
“Lo apa-apa sih segala meluk-meluk gue, lo nyari kesempatan kan iyaaa kan ?” Ucap khanza dengan tegas dengan menghempaskan tubuh vian ke belakang.
“Apaan si anjir, lo duluan yang meluk gue kambing” ucap vian tidak habis fikir. Khanza pun langsung keluar dari mobil vian, dan vian pun mengusul khanza.
“Gue bener-bener gila, bisa-bisanya gue meluk vian begitu” ucap khanza mengacak rambutnya dan menghentak-hentakan kakinya.
“Dasar bocah gengsian” ucap vian gemas melihat tingkah khanza.
__ADS_1
Maaf guys baru update hehe, karena saya pulang kampung jadi gak sempet untuk update.
Tetap baca kisah si khanza yah guys🔥