
Bel istirahat pun berbunyi dengan nyaring, khanza masih dalam posisi yang sama, mendengarkan musik dan menelungkupkan wajahnya di tangan.
“Ehmm za, apa kamu tidak lapar ?” Ucap siswi nerd itu bernama Rindi, khanza pun tidak bergeming karena tidak mendengar suara rindi.
“Za kamu mau ke kantin ?” Ucapnya lagi menggoyangkan tubuh khanza dengan pelan.
“Lo bisa diam tidak ?” Bentak khanza yang bikin rindi langsung terlonjak kaget, siswa yang lain berlari keluar karena takut di amuk.
Rindi pun memundurkan dirinya, dan menundukkan kepalanya, dia bergegas duduk kembali di kursinya, khanza tidak melihat siapa yang mengganggunya, karena khanza tidak suka di usik oleh orang lain.
“Ayo ke kantin” ucap khanza melipatkan tangan nya, rindi yang mendengar itu bergegas bangun dari tempat duduknya, dan mengikuti khanza dari belakang.
“Lo jangan di belakang, kita sampingan” ucapnya khanza memberhentikan jalan nya.
“Tegakan kepala lo, jangan menunduk, gue gak suka” ucap khanza lagi.
“Tapi aku gak berani za” ucap rindi tetap menundukkan kepalanya.
“Gue gak suka bantahan” ucap khanza berbalik ke arah rindi dan menarik tangan rindi, khanza pun menaikan dagu rindi, agar rindi menatap dirinya tidak lagi menundukkan kepalanya.
“PANGGILAN KEPADA KHANZA FERONICA ABRAHAM, HARAP MENUJU KE RUANG KEPALA SEKOLAH” panggilan TU menggema di penjuru sekolah.
“Gue dipanggil sama kepala sekolah, lo ke kantin duluan” ucap khanza, meninggalkan rindi, tetapi rindi mengikuti dirinya.
“Aku ikut kamu ajah za, aku gak ada temen” ucap rindi dan mengikuti langkah khanza yang cepat.
Khanza dan rindi pun keruang kepala sekolah, khanza sudah mengerti pasti bu siska sudah memberitahukan masalah tadi ke kepala sekolah, khanza tidak takut akan itu, karena dia sering masuk keluar di ruangan kepala sekolah dulu.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
“Masuk” ucap kepala sekolah.
“Ada perlu apa bapak memanggil saya ?” Ucap khanza tanpa basa basi.
“Harusnya kamu sudah tau apa yang kamu perbuat pada bu siska” ucap kepala sekolah bangkit dari duduknya.
“Yah saya tahu” ucap khanza menatap bu siska yang sedang memegang perutnya.
“Kenapa kamu menendang bu siska ? Kamu preman ? Sejak kapan kamu menjadi seperti ini ? Khanza dulu tidak seperti ini” ucap kepala sekolah panjang lebar.
“Khanza yang dulu sudah mati” ucap khanza tersenyum.
“Saya hanya orang lain yang berada di tubuh khanza” ucap khanza dengan tersenyum smirk, kepala sekolah yang melihat itu langsung terduduk.
“Hahahah konyol” ucap kepala sekolah.
“Jadi apa yang harus saya lakuin ?” Ucap khanza dengan tenang.
“Kamu harus di skors 4 hari” ucap kepala sekolah.
“Jika saya di skors bu siska juga di keluarkan” ucap khanza enteng.
“Kenapa harus saya, kamu yang sudah bikin perut saya sakit” ucap bu siska menunjuk perutnya.
“Anda juga yang sudah bikin kaki saya berdarah, apa itu imbang bu” ucap khanza menunjuk kakinya yang terbalut dasi.
__ADS_1
“Itu kamu saja yang bodoh, bisa-bisanya kamu lompat dari jendela hanya mengambil hp” ucap bu siska sinis.
“Benarkah ? Terus apa anda tidak melanggar privacy ? Sudah mengambil hak milik orang lain ? Ucap khanza dengan tenang.
“Guru macam apa yang memanggil muridnya dengan sebutan BODOH” ucap khanza dengan penuh penekanan.
“Apa itu pantas di sebut guru ? Apa jangan-jangan pas kuliah tidak di ajarkan etika ? Kuliah dimana bu ?” Ucap khanza tersenyum puas.
“Jaga ucapan kamu yah khanza” ucap bu siska yang ingin menarik tangan khanza, tetapi khanza bergegas menendang kursi yang ada di sebelahnya agar bu siska tidak menghampirinya.
“Apa ibu tidak kapok mencari masalah dengan saya ?” Tanya khanza, bu siska gemetaran, akhirnya bu siska meninggalkan ruangan.
“CUKUP KHANZA” bentak kepala sekolah.
“Apa anda juga tidak di ajari etika pak ?” Ucap khanza melihat kepala sekolah.
“Kamu sudah keterlaluan khanza” ucapnya lagi, khanza hanya tersenyum senang.
“Jangan lupa pak, saya tahu rahasia bapak” bisik khanza dengan tersenyum smirk.
“Saya gak takut sama kamu” ucap kepala sekolah gemetar.
“Jika bapak tidak takut kenapa sampai gemetar begitu ?” Ucap khanza menunjuk tangan kepala sekolah.
“Ah baiklah saya sudah tidak ada kepentingan disini, saya pamit, oh iyah besok pagi tunggu kejutan dari saya, sampai ketemu 4 hari lagi pak” ucap khanza meninggalkan ruangan.
“Za ada apa ?” Tanya rindi.
“Gue di skors” ucap khanza enteng.
__ADS_1