
Matahari mulai menampakan dirinya ke permukaan bumi, khanza sudah bangun dari dari tadi, dia hanya menatap ponselnya dengan wajah memerah.
“Brengsek bisa-bisanya rekaman itu ilang, siapa yang sudah meretasnya” ucap khanza memukul ranjang nya.
“Punya bawahan kenapa pada bodoh sih” ucap khanza frustasi.
Khanza pun langsung turun dari tempat tidurnya, dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk menyelesaikan ritual pagi nya. Butuh waktu 20 menit untuk melakukan ritual mandinya.
“Siapa yang sudah berani meretas rekaman nya ?” Ucap khanza duduk di depan cermin.
“Gue harus ke markas” ucap khanza langsung beranjak dari duduknya dan keluar ke kamar.
“Ehhh mau kemana pagi-pagi buta gini nak ?” Ucap William yang sedang mengolesi roti nya dengan selai.
“Ayah, khanza pamit dulu, ada urusan yang belum khanza selesaikan” ucap khanza menghampiri William.
“Mau naik apa ?” Ucap William lagi.
“Ayah, khanza boleh pinjam mobil sebentar ?” Ucap khanza dengan wajah memelas.
“Pake mobil ayah ajah nih, terus itu muka jangan melas gitu za” ucap William meledek khanza. Khanza hanya mengerucutkan bibirnya.
“Makasih ayah” ucap khanza langsung menyalami tangan William dan bergegas langsung keluar.
“Khanza mau kemana yah ?” Ucap mirna mendudukan dirinya di kursi.
“Katanya lagi ada masalah bun” ucap William memakan rotinya.
“Pagi bunda, ayah” ucap vian mendudukan dirinya di kursi. Vian mengedarkan pandangan nya mencari sesuatu.
“Ayah tau, kamu mencari khanza kan ? Dia udah pergi dari tadi” ucap mirna pada vian.
“Pergi kemana bun ?” Ucap vian.
“Katanya lagi ada masalah, gak tau masalah apaan” ucap William yang sedang membersihkan mulutnya.
“Sepertinya dia di markas lagi” batin vian, vian langsung mengambil roti dan meminum susunya.
“Bun vian pergi dulu yah” ucap vian yang hendak pergi.
“Mau kemana kamu ?” Ucap mirna.
“Paling juga nyusul khanza bun” ucap William.
“Emang kamu tahu dia pergi kemana ?” Ucap mirna menatap vian.
“Sepertinya tahu bun, yaudah vian pergi dulu” ucap vian langsung meninggalkan mereka.
“Susah bun kalo udah bucin” ucap William menatap kepergian vian.
__ADS_1
Vian pun langsung melajukan mobilnya ke arah kediaman Alexander, dia ingin tahu sebenarnya khanza punya masalah apalagi selain dengan Abraham.
Butuh waktu 15 menit untuk sampai di mansion milik Alexander, vian ngebut tidak memikirkan keselamatan dirinya.
“Pak buka gerbangnya nya” ucap vian pada satpam, satpam pun langsung membukakan gerbangnya.
“Pak, tuan alex ada di rumah ?” Tanya vian pada satpam.
“Sepertinya ada den vian” ucap satpam, vian pun langsung melajukan mobilnya kedalam tempat parkiran.
Keluarga alex berada di meja makan, mereka sedang menyantap sarapan nya. Hanya Gibran yang sudah selesai dan langsung meninggalkan meja makan, dia pergi untuk membeli sesuatu.
“Lah vian ? Lo ngapain disini pagi-pagi ?” Ucap Gibran dengan kaget.
“Gue mau ketemu om alex, ada hal yang harus gue bicarakan gib” ucap vian menatap Gibran.
“Pasti ini soal Aleya kan ? Eh maksud gue khanza” ucap Gibran.
“Iyah ini masalah khanza, dia pagi-pagi udah keluar, katanya ada masalah yang harus di selesaikan.
“Yaudah kita masuk dulu yan” ucap Gibran menyuruh vian untuk masuk.
Mereka yang berada di meja makan pun melihat kedatangan vian dan Gibran secara bersamaan.
“Vian, ada apa pagi-pagi sudah kemari nak ?” Ucap rosa menatap vian. Alex pun sudah mengerti pasti ada sesuatu yang tidak beres.
“Vian sudah sarapan tadi om” ucap vian langsung mendudukan dirinya di kursi.
“Kenapa ?” Ucap alex to the point.
“Jadi gini om, khanza pagi-pagi sudah pergi dari rumah, dia izin ke ayah katanya mau menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan” ucap vian menjelaskan pada mereka.
“Terus intinya apa ?” Ucap alex dan Farhan barengan, rosa pun memukul pelan bahu alex dan memberi kode lewat tatapan.
“Vian masih mikir om, padahal khanza punya masalah hanya sama Abraham saja, ternyata dia punya musuh lagi sepertinya” ucap vian menatap alex, alex pun memberikan tatapan kosong.
“Kemarin Farhan dapat info dari markas katanya khanza sedang menyelidiki kematian istri Abraham” ucap Farhan.
“Yah kata Rama juga begitu bang, dia cerita sama gue, dan ternyata khanza udah menemukan buktinya” ucap Gibran. Semua yang mendengarkan itu pun bernafas lega.
“Jadi siapa dalang pembunuhan istri Abraham ?” Ucap alex.
“Rama tidak tahu dia siapa yah, yang tau hanya khanza saja” ucap Gibran.
“Kebiasaan itu anak kalo ada apa-apa selalu menanggung sendiri, gak mau di bantuin” ucap rosa dengan nada kesal.
“Biarkan saja bun, dia bisa mengatasi sendiri tanpa bantuan orang lain” ucap alex dengan tenang.
“Didikan kamu itu yah, dia jadi begitu” ucap Rosa mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Di lain tempat yaitu di markas Blue Shapire, khanza sudah duduk dengan perasaan campur aduk, kepala yang hampir saja meledak, tangan mengepal kuat-kuat.
“Sialannnnnn siapa yang sudah meretas video nya ? Gue gak mau tau, kalian harus cari tahu siapa yang melesat video itu, jika dalam waktu 1 jam tidak ketemu, gue akan habisin kalian” ucap khanza dengan nafas memburu dan raut wajah marah.
Semua yang melihat khanza seperti itu pun langsung menundukkan wajahnya, mereka takut melihat queen nya marah, mereka tahu jika ada kesalahan sedikitpun nyawa sebagai taruhan nya.
“Lo, cepat panggil Ari kemari” ucap khanza pada salah satu bawahan nya.
“Baik queen” ucap bawahan tersebut dan langsung meninggalkan ruangan.
Tidak ada waktu 20 detik, Ari pun sampai di ruangan, Ari kebingungan kenapa mereka di kumpulkan di ruangan secara mendadak.
“Lo bisa IT kan ? Cepat cari tau manusia mana yang sudah meretas barang bukti” ucap khanza langsung to the point pada Ari.
“Yah saya mengerti queen, tapi video macam apa yang harus saya cari dan peretas siapa ?” Ucap ari dengan sangat hati-hati.
Mereka yang mendengar perkataan ari pun merasa nafas nya tercekat di tenggorokan, saliva pun tidak bisa tertelan dengan sempurna. Khanza hanya menutup matanya dengan mengatur nafasnya.
“Nih” ucap rama memberikan id pada ari.
Ari pun langsung membuka laptopnya, dan mencari apa yang di suruh oleh queen dan rama, ari membutuhkan waktu 20 menit untuk membuka tetasan tersebut.
“Nah sudah” ucap ari memberikan laptopnya pada khanza, khanza langsung melihat itu.
“Itu maksudnya gimana ? Kenapa titik merah itu berkedip ?” Ucap khanza bertanya pada ari.
“Titik merah itu, letak dimana video itu di retas oleh orang lain, dan ini alamatnya, untuk video bisa di pulihkan kembali dengan kita meretas balik” ucap ari Se detail mungkin, khanza pun langsung tersenyum puas.
“Perbesar titik merah itu” ucap khanza menunjuk ke layar. Ari pun langsung membesarkan titik merah tersebut.
“Ini dia queen” ucap ari menunjukan layar nya.
Brakkkkk
“Brengsekkkkk ternyata dia yang sudah meretas video itu” ucap khaza menggebrak mejanya dengan mata melotot.
Semua yang berada disana kaget mendengar gebrakan yang dilakukan oleh khanza.
“Kampret khanza, biasa ajah dong” ucap rama mengelus dada nya, khanza langsung menatap rama dengan wajah setan nya.
“Apa ? Lo berani sama gue ? Hah ?” Ucap khanza yang sudah kesetanan, rama pun panik melihat khanza seperti itu.
“Okeh okeh maaf za maaf, gue gak berani sama elo” ucap rama mengatupkan kedua tangan nya.
“Ari, cepat retas balik milik dia, hancurkan barang yang sudah meretas video itu, dan jangan sampai barang tersebut hidup kembali” ucap khanza tersenyum sinis. Ari pun bergidik ngeri melihat khanza yang sudah di pengaruhi iblis.
MAAF GUYS BARU UPDATE, PART SELANJUTNYA NANTI SORE YAH🌻
JANGAN LUPA LIKE NYA, KASIH MASUKAN LEWAT KOMEN YAH🔥
__ADS_1