
Khanza dan rindi menuju ke kantin, karena dirinya merasa lapar. Sesamapainya di kantin, semua murid di buat tercengang, karena melihat kecantikan khanza sekarang, wajah cantiknya mam pun menghipnotis semua orang, termasuk si kutub es yaitu Vian Axelino.
“Za kenapa mereka pada ngeliatin kesini ?” Ucap rindi menarik tangan khanza.
“Tidak usah di hiraukan” ucap khanza berjalan dengan tenang.
Murid pun mulai berbisik-bisik saat melihat khanza dan rindi berjalan berdua.
“Eh guys itu siapa sih kok cantik banget ?” Ucap Lisa gengnya Keisha, keisha sendiri termasuk wanita tercantik di sekolahnya, hanya dia yang paling cantik menurut para siswa-siswi.
“Mana ?” Ucap keisha, mengedarkan pandangannya.
“Itu loh yang jalan sama si cupu sya” ucap Lisa menunjuk arah khanza dan rindi.
“Dia murid baru ?” Ucap keisha melihat khanza.
“Wah saingan baru nih sya” ucap cinta mengedipkan mata genitnya.
“Kita liat ajah nanti apa yang bakal gue perbuat” ucap keisha tersenyum smirk.
Khanza dan rindi pun bergegas duduk untuk memesan makanan nya, keisha duduk tidak jauh dari rombongan vian.
“Heh bro dia siapa ? Gila cantik banget” ucap Dion melihat khanza.
“Murid baru kali yon, gaskeun lah kita deketin ya gak ?” Ucap milo menaik turunkan alis.
“Gak guna” ucap singkat vian yang di hadiah tatapan sinis oleh dion dan milo.
Khanza dan rindi pun memakan makanan nya dengan tenang, tanpa ada gangguan dari siapa pun, terkecuali tatapan-tatapan para murid.
__ADS_1
“Za sampai kapan kita di liatin seperti ini, aku tidak nyaman” ucap rindi sambil makan.
“Karena kita cantik makanya mereka liatin kita” ucap khanza dengan tenang.
“Tapi aku gak cantik kaya kamu za” ucap rindi dengan sendu.
“Kita cantik sesuai porsi masing-masing, jangan sampe lo ngubah bentuk muka lo itu, lo hanya merubah tampilan ajah” ucap khanza membersihkan mulutnya karena sudah selesai makan.
Kringgg
Kringgg
Kringgg
Suara bel masuk pun berbunyi dengan sangat nyaring, semua murid yang berada di kantin melenggang pergi.
“Lo duluan ajah rin, gue mau ke toilet” ucap khanza dan langsung masuk ke toilet.
Khanza pun memasuki bilik yang kosong, dan menyelesaikan buang air kecilnya, khanza mendengar seseorang membicarakan dirinya.
“Lo tau murid baru tadi kan ? Sok cantik banget sialan” ucap Lisa.
“Sepertinya dia bukan murid baru deh, kayanya gue kenal sama muka itu” ucap keisha memikirkan siapa murid itu.
“Gue juga sepertinya tidak asing sama murid itu” ucap cinta.
“Tapi siapa murid itu” ucap Lisa, tanpa mereka sadari khanza sudah berada di samping cinta, cinta membenarkan rambut dan seragamnya agar terlihat rapi kembali.
“Wah orang yang kita bicarain ternyata disini guys” ucap keisha.
__ADS_1
“Murid baru lo ?” Ucap Lisa ke khanza, khanza hanya diam menatap dirinya di kaca.
“Kalo di tanya tuh jawab” bentak keisha.
“Gak peduli” ucap khanza tenang, keisha yang mendengar itu merasa geram sendiri.
“Wah murid ini terlalu berani sama kita guys” ucap keisha.
“Murid ? Siapa yang kalian maksud murid ?” Ucap khanza menatap rombongan keisha.
Cinta dan Lisa merasa takut di tatap khanza seperti ingin membunuh dirinya.
”siapa lo ? Berani-beraninya lo sama kita ?” Ucap keisha.
“Gue ? KHANZA FERONICA ABRAHAM” ucap khanza dengan tegas, mereka pun terkaget mendengar penuturan khanza.
“Hah ? Khanza ? Apa tidak salah ? Khanza kan cupu dan udik” ucap keisha jijik.
“Udik ? Kaya lo” ucap khanza meninggalkan keisha dan teman-teman nya, keisha yang mendengar itu menarik tangan khanza dengan keras, khanza pun menghentakan tangan keisha dengan keras, keisha pun jatuh terduduk akibat hentakan khanza.
“Sialan lo setan, udah berani sama gue” ucap keisha dan menendang perut khanza tetapi sebelum menendang, khanza menghindar dengan cepat dan menendang perut keisha dengan keras, keisha pun jatuh ke belakang badan nya menendang wastafel belakang.
SALAM DARI KHANZA FERONICA ABRAHAM
SALAM DARI VIAN AXELINO
__ADS_1