Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Berbeda


__ADS_3

Khanza pun bangun dan langsung berdiri membersihkan rok nya yang kotor terkena debu di lantai.


“Sakit gak ?” Ucap siswi, dan di hadiahi tatapan sinis dari khanza.


“Hanya orang idiot yang mampu memperlakukan gue seperti ini” ucap khanza dengan tegas, seluruh siswa yang ada di kelas merasa kaget.


“Lo anak baru ajah belagu, lo mau punya nasib yang sama kaya khanza ?” Ucap Rio dengan tersenyum mengejek.


“Apa perlu kita kenalan lagi ?” Ucap khanza.


“Wah berani juga nyali lo” ucap Rio menarik tangan khanza, dan khanza pun melintir tangan Rio ke belakang.


“ lo harus tau, gue adalah khanza Feronica Abraham” ucap khanza pada Rio.


“Haha lo mau main-main sama gue ?” Tawa sinis Rio dan membalikkan tangan khanza, khanza dengan cepat menendang kaki Rio dengan keras, Rio pun jatuh terduduk.


Semua yang melihat adegan di depan kelas itu, merasa tercengang akibat sikap khanza yang berubah.


“Wahh khanza hebat juga sekarang, seperti bukan khanza” ucap lala.

__ADS_1


“Sepertinya dia kerasukan jin tomang” ucap siswa lain.


Khanza yang mendengar itu melempar penghapus ke arah siswi itu, dan hanya mengenai telinga siswi itu.


“Sekali lagi kalian berbuat hal menjijikan ini, gue pastikan kalian tidak bisa masuk sekolah lagi” ucap khanza dengan nada dingin, siswa-siswi pun langsung kicep mendengar penuturan khanza yang sangat menakutkan itu.


Khanza mendudukan dirinya di pojok paling belakang, karena tempat khanza dulu memang di pojok, khanza mendapat ingatan-ingatan kecil yang bikin Khanza murka.


Pelajaran pun berjalan dengan khidmat, semua siswa memperhatikan guru yang sedang memberi materinya, hanya khanza yang sedang bermain hpnya, menonton film action, guru yanh sedang menjelaskan melihat khanza sedang bermain hp nya menjadi marah. guru itu pun melempar spidol yanh di pegang nya ke arah khanza, dengan ketangkasan tangannya, khanza langsung menangkap spidol tersebut.


“Apa ini yang di sebut guru” ucap khanza memutar-mutar spidolnya. Semua siswa langsung tercengang apa yang dilakukan khanza pada guru sejarah itu.


“Kamu jangan kurang ajar yah sama saya, sudah saya bilang jangan mainan hp saat jam pelajaran” ucap guru bernama bu siska.


“Saya tidak bermain hp, saya hanya ingin mendengarkan musik” ucap khanza tenang.


“Siapa kamu ? Apa kamu anak baru yang tidak tahu aturan ?” Ucap bu siska.


“Saya khanza Feronica Abraham” ucap khanza menatap bu siska.

__ADS_1


Bu siska pun menghampiri khanza yang sedang mentap dirinya, siska hanya tidak percaya jika seorang pendiem berubah jadi iblis.


“Oh khanza ? Siniin hp kamu, hp mu saya sita, dan bisa di ambil saat jam pulang sekolah” ucap bu siska dan langsung mengambil hp khanza secara paksa.


“Kembalikan hp saya” ucap khanza dengan tegas


“Saya tidak mau, jika kamu ingin hp ini kembali, nanti setelah pulang sekolah, kamu bisa mengambil hp ini di ruangan saya” ucap bu siska hendak pergi dari hadapan khanza, tetapi tangan bu siska di cekal oleh khanza dengan keras.


“Kembalikan hp saya sekarang” ucap khanza lagi, bu siska pun mengaduh kesakitan akibat cengkeraman khanza.


“Jika anda tidak mengembalikan hp sekarang, jangan salahkan saya jika pergelangan tangan anda putus” ucap khanza dengan tatapan mematikan.


“Saya tidak takut akan hal itu khanza Feronica Abraham” ucap bu siska yang menghentakan cengkeraman khanza.


“Ah baiklah jika anda mau nya begitu” ucap khanza tersenyum smirk ke arah bu siska.


“Anjir khanza nakutin banget, gue jadi takut” ucap lala.


“Za udah za, mending lo nurut ajah sama bu siska” ucap fani sekretaris kelas, khanza yang mendengar tuturan fani, khanza pun menendang meja milik fani dengan keras, bahkan tendangan itu bikin 5 meja yang ada di sampingnya bergerak dan tidak beraturan lagi.

__ADS_1


Fani merasa kaget dan dia pun langsung takut melihat keganasan khanza hari ini, bu siska yang melihat itu merasa dirinya takut, tetapi dia tetap kekeuh untuk menentang khanza.


__ADS_2