Transmigrasi Mafia

Transmigrasi Mafia
Murkanya Khanza


__ADS_3

Khanza pun sudah sampai di depan mansion milik Abraham, khanza sudah mempunyai felling jika dirinya akan mendapatkan masalah, karena khanza tidak pulang dari kemarin.


“Wahhh anak sialan ngerti pulang juga” ucap gio yang sedang bersantai di ruang keluarga. Khanza hanya mengabaikan gio.


“Ngerti pulang juga kamu ? Kenapa gak sekalian keluar saja dari rumah ini” ucap Abraham menatap kesal ke arah khanza.


“Jika sudah tiba waktunya nanti, saya akan pergi dari sini” ucap khanza menghentikan langkahnya. Roman melihat tangan khanza yang di balut kassa.


“Tangan kamu kenapa ?” Ucap roman melihat tangan khanza.


“Mau tangan saya patah pun, tidak ada urusan nya sama anda” ucap khanza menjawab ketus ke roman.


“Abangmu tanya baik-baik, kenapa kamu jawab seperti itu hah ? Saya sudah gagal mendidik anak tidak tau sopan santun ke orang yang lebih tua” ucap Abraham sinis.


“Anda pun sudah mengerti jika anda sudah gagal mendidik anak” ucap khanza tidak kalah sinis.


“KHANZAAAA” bentak Abraham yang hendak melayangkan tamparan ke pipi khanza. Khanza hanya berdiam menatap manik mata daddy nya.


“Silahkan tampar saya, jika itu membuat hati anda senang, saya tidak peduli” ucap khanza memajukan dirinya lebih dekat dengan Abraham. Abraham merasakan nyeri di dadanya, sikap putrinya berbanding balik dengan khanza yang dulu.


“Saya tau jika anda mikir kenapa saya bisa berubah ? Saya tau pikiran anda tuan Abraham” ucap khanza dengan tersenyum smirk ke arah Abraham.


“Yah bisa kalian lihat sekarang, saya bukan khanza yang dulu, khanza yang hanya menunduk dan menerima semua perlakuan kalian” ucap khanza berjalan menuju gio.


“Mau apa kamu anak sialan ?” Ucap gio berjalan mundur untuk menghindari khanza.


“Apa lo takut ?” Ucap khanza menyeringai, gio pun menelan ludahnya dengan susah payah.

__ADS_1


“Dimana sikap angkuh lo sekarang hah ? JAWAB” bentak khanza pada gio. Gio pun kaget mendengar bentakan khanza.


Roman dan Abraham melihat jika khanza sedang menahan amarahnya.


“KHANZAAA CUKUP, APA DENGAN PERLAKUAN MU ITU KEPADA KAMI BIKIN KAMI TAKUT ? TIDAKKKK” bentak Gio kembali pada khanza.


“Oh rupanya tuan gio masih memiliki nyali ?” Ucap khanza dengan santai.


“Sudah cukup khanza gio, kalian itu sodara, kenapa harus berantem seperti ini ?” Ucap roman yang sudah tidak tahan melihat kedua adik nya bertengkar.


“Apa ? Sodara ? Hahahaha anda melawak tuan roman ? Saya tidak memiliki sodara iblis seperti kalian, apalagi sampai sedarah dengan kalian” ucap khanza melihat roman dengan tatapan sinis.


“Dasar anak kurang ajar, kamu tau ? Saya juga tidak sudi memiliki anak seperti mu, lebih baik kamu keluar dari sini” ucap Abraham menarik tangan khanza, akibat tarikan itu, luka khanza yang masih basah, berdarah kembali bahkan darahnya sangat segar.


Abraham kaget melihat darah ditangan nya, roman pun ikut kaget melihat khanza hanya diam saja ketika tangan nya berdarah.


“Gadis kurang ajar, bisa-bisanya kamu menampar saya hah ?” Ucap abraham sudah geram.


Bugh


Bugh


Bugh


Abraham pun menendang tubuh khanza berkali-kali, sampai akhirnya pun tubuh khanza terpental ke belakang, pistol yang berada di saku pun ikut keluar, roman melihat ada pistol di samping khanza pun terlonjak kaget. Khanza yang melihat raut wajah roman pun mengeti dan khanza pun mengambil pistol itu.


“Hahahaha memang Tuhan sedang memberikan iblis kepadaku untuk membunuh kalian, buktinya pistol ini sudah saya simpan di dalam jaket, tapi karena tuan abraham itu menendang saya, akhirnya barang ini pun keluar dengan sendiri nya” ucap khanza memutar-mutar pistol nya. Mereka pun langsung mundur melihat khanza sudah memegang pistol.

__ADS_1


“Sejak kapan kamu punya pistol ?” Ucap abraham memundurkan dirinya.


“Apa anda takut tuan ? Sudah saya bilang, saya bukan khanza yang dulu, khanza Feronica abraham sudah lama mati hahaha” ucap khanza tertawa dengan keras dan masih berjalan menuju abraham.


Mereka pun merasa takut melihat khanza yang sekarang.


“Hahaha gadis sialan, gue tau kalo itu pistol boongan” ucap gio tertawa sinis.


“Oh ya ? Okeh gue coba tembakin ke bahu lo ? Apa lo siap gio ?” Ucap khanza menatap sasaran nya. Gio pun langsung merasa takut tapi gio masih kekeuh kalo itu pistol bohongan.


“Ya-a silahkan lo tembak saja, gue yakin pasti itu pistol bohongan” ucap gio dengan terbata dan berdiri di depan khanza.


“Okeh” ucap khanza mengiyakan.


“Dasar anak bodoh, kamu mau mati hah ?” Bentak abraham pada gio.


“Haha tenang saja dad, itu hanya pistol bohongan, gio yakin itu jika” ucap gio belum selesai, suara tembakan itu pun terdengar sangat nyaring.


Dorrrrr


Dorrrr


Dorrrr


YUHUUU SELAMAT PAGI GUYS, SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN PART INI.


JANGAN LUPA TINGGALIN LIKE NYA YAH

__ADS_1


__ADS_2