
Gibran pun langsung menuju ke mejanya dan langsung mendudukan dirinya.
“Kemana saja kamu” ucap alex bersikap tenang.
“Habis dari toilet” ucap Gibran tenang, Vastin merasa kikuk mendengar percakapan kedua orang yang ada di depan nya.
“Oh iya Laura mana” ucap bunda Laura.
“Tadi katanya ke toilet bun” ucap Vastin padanya.
Laura pun langsung mencari meja yang di tempatin orang tua nya, dan benar saja berada di ruang vip.
“Maaf saya habis ke toilet tadi” ucap Laura bersikap sopan, Laura langsung melihat seseorang yang ada di depan nya, Laura langsung membulatkan matanya secara sempurna.
“Eloooo” ucap Laura dengan kaget, Gibran pun tidak memperdulikan nya.
“Kalian saling kenal ?” Ucap Vastin tersenyum.
“I-yah ayah” ucap Laura.
“Tidak” ucap Gibran, laura pun langsung kaget mendengar penuturan Gibran.
“Sejak kapan lo kenal gue ?” Ucap Gibran pada laura, laura yang di tanya gemetaran.
“Sejak tadi di toilet” ucap laura polos. Gibran hanya mengabaikan.
“Sudah cukup” ucap alex untuk memberhentikan ocehan kedua anak remaja itu.
“Langsung to the point saja, saya di ajak makan seperti ini memang nya ada apa ?” Ucap Gibran menanyakan pada mereka. Vastin kaget mendengar pertanyaan Gibran.
“Kenapa nih anak to the point sekali” batin Vastin.
“Kita hanya membahas masalah proyek yang akan di rencanakan minggu depan, khusus nya di Bali” ucap alex langsung menjawab pertanyaan Gibran.
“Terus apa hubungan nya saya sama mereka ?” Ucap Gibran melihat keluarga Vastin.
“Kamu yang akan ke Bali bersama tuan Vastin” ucap alex, dan Gibran pun terkejut mendengarnya.
“Lah kan masih ada bang Farhan, kenal harus Gibran ayah” ucap Gibran tidak setuju.
“Farhan sekarang sibuk di sekolah, jadi kamu harus menggantikan Abangmu” ucap alex lagi, dan Gibran hanya berdiam saja.
“Mending kita makan dulu” ucap Rosa mencairkan suasana, dan mereka pun mengiyakan.
“What berarti cowok ini yang mau di jodohin sama gue ? Astagaaaaa gue mauuuuu” batin laura kegirangan.
“Kenapa kamu nak ?” Ucap Vastin yang melihat laira sedang tersenyum-senyum.
“Gak apa-apa ayah” ucap laura masih malu-malu.
__ADS_1
“Tapi kalo gue di jodohin sama dia, angelo gimana dong” batin Laura lagi. Laura melihat Gibran yang sangat pendiam sedang memakan makanan nya dengan tenang.
“Dia lebih ganteng dan tentunya lebih kaya dari angelo” batin Laura tersenyum kembali. Gibran yang melihat itu pun langsung jijik karena laura sedari tadi menatap Gibran.
“Apa yang salah sama gue ? Kenapa lo liatin gue ?” Ucap Gibran yang masih menatap makan nya.
“Gue gak suka, ketika gue sedang makan, malah di liatin begini” ucap Gibran menatap laura. Laura pun langsung terkejut.
“Itu namanya tidak sopan” ucap Gibran kembali, alex yang mendengar itu pun tersenyum puas.
“Ini baru anak alex” batin alex tersenyum bangga melihat Gibran.
“Oh iya pak alex , saya boleh bicara dengan anda ?” Ucap Vastin untuk membuang rasa kikuk nya.
“Silakan” ucap alex dengan tenang.
“Jadi sebenarnya begini pak, saya punya niatan untuk menjodohkan laura dengan gibran” ucap Vastin dengan hati-hati.
“Saya serahkan pada gibran, saya tidak punya kewenangan untuk masalah itu” ucap alex masih tenang. Gibran menghela nafas kasar.
“Tapi kan pak alex orang tua gibran, jadi saya meminta izin pada anda” ucap Vastin dengan sopan.
“Baiklah” ucap gibran, mereka pun terkejut, laura di buat mati mendadak mendengar pernyataan gibran.
“Apa kamu sudah memikirkan ?” Ucap alex menetralisirkan keterkejutan nya.
“Sudah” ucap gibran menatap mata alex, alex pun mengerti apa tatapan gibran yang sebenarnya.
“Jadi kapan akan memperlangsungkan pernikahan ?” Ucap bunda Laura.
“Pertunangan terlebih dahulu” ucap Rosa dengan tenang. Nia bunda Laura pun langsung terdiam.
“Ini sudah selesai kan ? Kalo begitu saya pamit, masih ada urusan di luar” ucap gibran hendak beranjak dari duduknya.
“Kamu mau kemana ? Aku ikut” ucap laura beranjak dari duduknya.
“Buset anak gue gercep juga” batin Vastin melihat laura yang sudah berdiri di depan gibran.
“Okeh” ucap gibran langsung meninggalkan mereka yang masih duduk di kursinya. Laura pun mengikuti gibran dari belakang.
Gibran pun langsung masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Laura yang masih di depan mobil Gibran.
“Masuk” ucap Gibran menyuruh Laura untuk masuk kedalam mobilnya. Laura pun sumringah.
“Yakin lo mau ikut gue ?” Ucap Gibran dengan tenang.
“Yakin” ucap Laura tersenyum, Gibran pun tersenyum smirk.
“Lo gak takut kalo gue apa-apain lo ?” Ucap Gibran menatap Laura, Laura pun langsung terkejut mendengar perkataan Gibran.
__ADS_1
“Aku tau kamu orang baik, gak mungkin kamu apa-apain aku, kalo pun itu kamu mau apa-apain aku, aku terima. Karena kamu bakalan jadi milik aku” ucap Laura percaya diri. Gibran yang mendengar itu pun merasa muak.
“Kalo bukan karena Aleya, gak bakalan mau gue sama cacing durian” batin gibran bergidik ngeri.
“Kamu kenapa ?” Ucap Laura memegang bahu gibran, gibran pun langsung mundur.
Gibran langsung menancapkan gas nya, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Laura yang dari tadi duduk dengan santai, sekarang was-was takut terjadi kecelakaan.
15 menit kemudian, mereka pun sampai di tempat yang sudah di rencanakan sama khanza, disana gibran melihat Farhan yang sedang mengobrol dengan seseorang.
“Lo masuk aja” ucap gibran pada Laura, Laura pun menuruti perkataan gibran.
“Kok dia malah bawa gue disini sih ? Kenapa dia ngerti kalo gue mau kesini, memang jodoh gak akan kemana yah hihihi” ucap Laura cekikikan.
“Bang, leya mana ?” Ucap gibran pada Farhan yang sedang berbincang dengan roman.
“Dia sudah di dalam sama anak-anak” ucap Farhan menunjuk arah dalam.
“Tadi kamu kesini bareng siapa ?” Ucap Farhan yang sedari tadi melihat adik nya bersama wanita.
“Itu cewek yang di maksud leya bang” ucap gibran malas. Farhan pun ber Ohh ria, gibran langsung masuk ke dalam club.
Gibran pergi mencari khanza, dia tidak tahu posisi khanza di sebelah mana, akhirnya dia pergi menuju ruangan vip, dan benar saja disana sudah ada khanza dan Rama.
“Lama amat lo” ucap khanza yang masih duduk santai.
“Gue ngobrol dulu tadi sama bang Farhan” ucap gibran mendudukan dirinya di samping khanza.
“Jadi gimana rencana lo ?” Ucap Gibran pada khanza.
“Lo tau kan di depan ada roman ?” Ucap Gibran pada khanza.
“Tau, biarkan saja, gue gak peduli dia ada ataupun gak ada, tidak ada untungnya bagi gue” ucap khanza masih tenang.
“Oh iyah Laura udah dateng, dia duduk sendirian” ucap Gibran menutup matanya.
“Lo ngapain tidur anjir” ucap khanza memukul paha Gibran, Gibran pun mengabaikannya.
“Jadi ini kita gimana queen ?” Ucap Rama pada khanza.
“Panggil Ari kesini” perintah khanza pada Rama, Rama pun langsung mengabari Ari lewat ponsel nya, dan tidak ada waktu 3 menit Ari pun datang ke ruangan.
“Ada apa queen ?” Ucap Ari menghadap ke khanza.
“Retas cctv di seluruh bar” ucap khanza pada Ari, Ari pun mengiyakan.
Ari pun langsung membuka laptopnya, dia mengotak-Atik laptopnya untuk meretas cctv bar, tidak ada waktu 10 menit, cctv pun berhasil di retas oleh Ari.
“Ini queen” ucap Ari hendak memberikan laptopnya, tetapi pintu ruangan berhasil di dobrak dari luar.
__ADS_1
Brakkkk
“Sialannnnnn” ucap khanza langsung berdiri dan menghampiri seseorang yang sedang berdiri di Ambang pintu.