
Khanza pun langsung menuju ke ruang vip, tempat dua keluarga yang sedang berbincang.
“Lama banget kamu tikus kecil” ucap alex sinis pada khanza yang baru saja mendudukan dirinya di pinggir Gibran.
“Tadi ada kendala sedikit” ucap khanza dengan wajah tenang nya. Alex pun sebenarnya tahu jika putrinya memiliki masalah.
“Kamu pesan dulu nak” ucap mirna pada khanza, khanza pun menganggukkan kepalanya.
“Menunggu pesanan khanza datang, sebaiknya kita langsung ke intinya saja” ucap alex pada semuanya.
“Sebenarnya ini ada apa ?” Ucap khanza.
“Yang pertama, ini mengenai Gibran, untuk Senin depan Gibran bisa magang di tempat om William” ucap William pada Gibran.
“Terimakasih om” ucap Gibran tersenyum.
“Dan untuk yang kedua, vian yang akan berbicara” ucap William menatap vian yang sedari duduk dengan tenang, mata menatap gadis cantiknya yaitu khanza.
“Kalian pasti sudah mengerti apa yang akan saya lakukan malam ini, sebelumnya saya ingin meminta izin terlebih dahulu, pada tante Rosa dan om alex” ucap vian menatap kedua orang tua khanza secara bergantian.
“Sudah saya izinkan sejak dulu” ucap alex dengan tegas. Vian pun tersenyum senang mendengar perkataan alex.
“Sebenarnya izin apa ? Kenapa saya tidak tahu ?” Ucap khanza menatap mereka yang sedang tersenyum.
“Za, gue tau lo bakalan gak terima soal ini, tapi izin kan gue untuk menjadikan lo sebagai pengisi hati gue” ucap vian dengan tatapan sendu pada khanza.
“Apa yang lo punya ? Lo bisa berantem ?” Ucap khanza tegas pada vian. Semua orang yang mendengar perkataan khanza terlonjak kaget.
“Ini baru putri ayah” ucap alex tersenyum bangga.
“Ley lo gak tau kalo selama ini blue Shapire di bantu oleh vian, semenjak lo dikatakan meninggal” ucap Gibran dengan nada kaget.
“Gue gak tau, yaudah” ucap khanza menyodorkan tangan nya. Semuanya pada bingung melihat kelakuan khanza.
__ADS_1
“Hah ?” Ucap vian dengan muka bingung. Khanza pun sepontan langsung memukul bahu vian.
“Buset sama calon suami gak boleh kasar-kasar” ucap Rosa pada khanza, khanza hanya mendelik an matanya dengan malas.
“Lo mau za ?” Ucap vian meyakinkan nya lagi.
“Kelamaan, atau gue gak mau aja ?” Ucap khanza langsung menurunkan tangan nya.
“Ehhhh iyah iyah” ucap vian langsung menarik tangan khanza, dan memakaikan cincin di jari manisnya.
“Sekarang lo punya gue” ucap vian dan langsung memeluk tubuh mungil khanza, khanza pun kaget tubuhnya seperti tersengat listrik.
“Woyyyy masih ada kita disini” ucap Gibran dengan melemparkan tissue pada vian. Vian pun langsung melepaskan pelukannya dan tersipu malu.
“Sialan” batin khanza meremas dress nya.
“Udah sini makan dulu” ucap Rosa pada khanza dan vian.
“Makanan mu ada di meja makan, bukan ada di depan” ucap alex pada vian, vian yang merasa pun langsung menundukkan kepalanya dan melanjutkan makan nya.
“Besok gue ke rumah tuan alex” ucap khanza selesai makan.
“Pintu selalu terbuka untukmu nona Aleya” ucap alex tersenyum, khanza pun tersenyum tipis hampir tidak terlihat.
“Yah rumah bakalan sepi kalo gak ada kamu za” ucap mirna pada khanza dengan wajah memelas.
“Nanti khanza akan sering mengunjungi bunda, tenang saja” ucap khanza mengelap mulutnya menggunakan tissue.
“Ketemu bunda apa ketemu anaknya nih ?” Uca Rosa meledek khanza. Khanza hanya berdehem.
“Oh iyah gib, kamu persiapkan saja buat Senin depan, inget jangan sampai telat” ucap William pada Gibran.
“Siap om” ucap Gibran memposisikan tangan dengan hormat. Semua yang berada di ruangan pun dibuat tersenyum.
__ADS_1
“Tuan alex, bisakah saya meminta sesuatu ?” Ucap khanza menatap alex.
“Minta apa ? Katakan saja pada ayah” ucap alex menatap khanza.
“Belikan khanza mobil dan ponsel” ucap khanza dengan tersenyum.
“Lah kamu tidak di belikan mobil sama abaraham ?” Ucap alex to the point.
“Mobil nya sudah usang, tidak layak untuk di pakai” ucap khanza berbohong pada alex. Mirna yang mendengar itu langsung kaget karena khanza menutupinya di depan keluarganya.
“Mau dibelikan atau tidak ?” Ucap khanza pada alex.
“Biar aku ajah yang belikan yah” ucap Farhan pada alex.
“Memang terbaik Abang gue satu ini” ucap khanza langsung memeluk bahu Farhan. Farhan pun senang ketika melihat khanza senang.
“Di pastikan besok harus datang” ucap khanza lagi.
“Ini bocah ngelunjak yah” ucap Farhan mengelus rambut khanza. Vian merasa iri melihat khanza yang manja-manja2an bersama Farhan.
“Yaudah kita pulang, ini sudah malam” ucap alex langsung berdiri dari tempat duduknya, semuanya pun langsung beranjak dari duduknya.
Khanza melihat pisau runcing di sebelah vian, khanza menarik melihat pisau tersebut, akhirnya khanza pun mengambilnya tanpa sepengetahuan mereka yang berada di ruangan.
“Perfect” batin khanza setelah memasukan pisaunya ke dalam tas.
Saat hendak keluar dari pintu, ada seseorang yang memperhatikan dua keluarga itu, dia melihat dengan teliti.
“Anak sialan kenapa ada disini ?” Ucap seseorang itu pada khanza.
ORANG ITU SIAPA KIRA-KIRA YAH ? PART SELANJUTNYA NANTI MALAM YAH GUYS
JANGAN LUP TINGGALIN LIKE NYA, BIAR SEMANGAT UPDATE HIHIHI🔥🔥
__ADS_1