
"Apa aku salah untuk menyerah?" tanya Ratu Valerie kepada dirinya sendiri.
Sambil tangannya mengelus perutnya di dalamnya ia merasakan kekuatan besar dalam janinnya.
" Apa kau akan memiliki sihir besar." batin Ratu
Valerie.
Sedangkan di sisi lain Laura sedang mengelilingi istana. Sampai tujuannya tertuju kepada sebuah dapur yang terlihat ramai. Di karenakan sekarang para koki sedang menyiapkan makan malam untuk Anggota kekaisaran.
Kryuuk....
Kenapa sekarang perut Laura merasa kelaparan. Padahal dirinya baru saja memakan cemilan di sediakan oleh Ratu Valerie. Apa ini keinginan baby nya. Laura mengelus perutnya dia bisa merasakan bahwa sekarang anaknya kelaparan. Karena sudah tidak bisa menyembunyikan perasaan laparnya Laura memutuskan untuk masuk ke dapur.
Semua orang yang berada di dapur terkejutnya karena jarang sekali ada seorang bangsawan apalagi Ratu atau Selir datang ke tempat yang di anggap kotor oleh mereka.
Salah satu kepala koki akhirnya berjalan menghampiri Laura yang tampaknya sedikit bingung.
" Salam, Selir Laura apa sedang membutuhkan sesuatu?" tanya sang kepala koki sambil membungkuk hormat di hadapan Laura.
__ADS_1
Laura yang melihat bahwa seseorang menghampirinya tersenyum senang. Hal itu di saksikan oleh semua orang yang berada di dapur mereka tercengang bagaimana seorang Selir memiliki sifat dingin dan selalu berada di kamarnya tersenyum manis di hadapan mereka semua.
" Paman, apa saya boleh meminjam dapurnya sebentar. Karena saya ingin memasak sesuatu?" tanya Laura dengan sopan karena orang di hadapan lebih tua daripada dirinya.
Kepala koki yang mendengar permintaan Laura mengerutkan keningnya. Karena siapa yang tidak heran melihat seorang bangsawan mah masuk apalagi masak di dapur. Bahkan Ratu Valerie tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur.
" Apa anda yakin Selir. ini bukannya tempat yang kotor dan tidak pantas bagi anda?" tanya Kepala koki lagi.
" Tentu saja saya yakin paman, lagipula dapur ini sangat bersih. Sekarang apa kalian bisa menyingkir sebentar karena saya dan bayi saya sudah kelaparan." ucap Laura sambil berjalan menuju ke depan kompor.
Memang di zaman ini kompor sudah ada tapi ia menggunakan sistem mana untuk menyalakannya. Laura langsung memotong bawang Bombay dan di masukan ke dalam wajan sambil mengaduknya.
Akhirnya sampai satu jam kemudian masakan Laura telah jadi. Laura memasak Sop jamur, Spaghetti dan cake tiramisu. Memang bahan-bahan yang dibutuhan agak susah tapi untungnya Laura sudah pernah melakukan kursus memasak ketika ia memasuki awal perkuliahan.
Masakan Laura membuat para pekerja dapur merasakan ingin meneteskan air liurnya melihat penciuman nya yang enak.
Laura yang melihat hasil masakannya tersenyum puas sampai pandangannya tertuju kepada pelayan yang sepertinya tergoda mencoba masakannya.
" Silahkan jika kalian ingin merasakannya aku membuat banyak." ucap Laura sambil mempersilahkan para pelayan untuk mencoba hasil masakannya.
__ADS_1
Para pelayan dan Koki menatap ragu ke arah Laura.
" Apa kami pantas Selir?" tanya Salah satu pelayan sambil menundukkan kepalanya.
Laura yang mendengarnya tersenyum karena ia tahu bahwa sistem kasta masih sering di jadikan untuk mengalihkan kekuasaan pada kaum miskin.
" Tentu saja, bagiku kita semua sama." ucap Laura.
Akhirnya mereka mencoba memakan hasil masakan Laura. Mereka memuji makanan yang dibuat Laura terasa enak.
Sampai akhirnya ada seseorang yang berjalan menghampirinya dengan raut wajah yang datar.
" Sudah aku bilang jangan melakukan pekerjaan yang berat. Apa kau ingin di hukum Laura?" tanyanya sambil memandang Laura tajam.
Laura yang ingin memasukkan makanan ke dalam mulutnya di urungkan setelah melihat kehadiran seseorang.
" Yang Mulia....
Continue...
__ADS_1