Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Anak Angkat Laura


__ADS_3

Laura membawa Gadis kecil itu ke tokonya untuk membersihkan luka dan memberikan pakaian yang layak.


Dengan telaten Laura membersihkan luka gadis kecil itu dengan hati-hati. Membuat Gadis kecil itu yang melihatnya matanya berkaca-kaca ia bisa merasakan sebuah kasih sayang yang selama ini tidak dia dapatkan.


Melihat mata Gadis kecil itu berkaca-kaca membuat Laura mendongakkan kepalanya dan menghapus air mata nya yang hampir menetes.


" Siapa namamu Gadis manis?" tanya Laura sambil tersenyum lembut.


" Aku...tidak punya nama, karena semua orang selalu memanggil ku anak haram." ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


Deg....


Jantung Laura terasa berdetak kencang melihat Gadis kecil itu. Membuat nya mengingat masa-masa kelamnya yang sedari kecil selalu di panggil anak haram bahkan di masa sekolah nya dirinya selalu mendapatkan bully-an karena dia bukan orang yang mampu.


Melihat mata redup gadis kecil itu Laura bisa merasakan sebuah keputusasaan. Sepertinya dirinya kecil tapi dia sedikit beruntung. Sebab dia memiliki seorang ibu panti dan adik-adiknya yang menyayangi nya.


Kemudian Laura memegang dagu Gadis kecil itu untuk mendongak ke arahnya.


" Apa kau mau tinggal bersamaku?" tanya Laura.

__ADS_1


Sontak gadis kecil itu langsung menggangguk kepalanya dengan semangat. Mendengar ucapan Wanita baik di depannya.


Melihat bahwa gadis itu setuju Laura tersenyum sambil kepalanya memikirkan sebuah nama.


" Bagaimana jika namamu adalah Lavender mengingat rambutmu yang berwarna ungu." ucap Laura yang memberikan saran.


Gadis itu matanya langsung berbinar mendengar sebuah nama yang diberikan oleh Laura. Ia pun langsung menggangguk kepalanya dengan semangat.


Laura yang merasakan pancaran kebahagiaan dari Gadis kecil membuat nya juga merasa senang. Karena dirinya bisa menyelamatkan Gadis kecil tadi dari pukulan pria gendut itu.


" Baiklah Lavender sekarang kau harus memanggil ku Mama ya." ucap Laura sambil mengelus rambut Lavender yang berwarna ungu cerah.


Laura menggengam tangan kecil Lavender dan membawanya untuk berganti pakaian nya yang sudah nampak kotor.


...****************...


Sedangkan di sisi lain pria berjubah yang merupakan Kaisar Nathan sedang berjalan di lorong-lorong gelap. Dengan percahayaan yang minim. Tapi sepertinya Kaisar Nathan sama sekali tidak tersesat sebab dia menghapal selak-beluk lorong itu.


Sampai Kaisar Nathan berhenti di sebuah pintu kecil yang terbuat dari kayu. Dia pun membukanya sebelum masuk ke dalamnya senyum sinis terbit di wajah tampannya. Melihat seorang pria yang duduk di kursi dengan tangan di ikat di belakang.

__ADS_1


Pria itu terlihat kebingungan melihat sekitar ruangan yang terasa asing. Sampai tatapannya tertuju kepada seorang pria berjubah hitam yang tudung menutupi hampir seluruh bagian wajahnya.


" SIAPA KAU? MENGAPA KAU MEMBAWA KU KE SINI?" teriaknya yang ternyata pria gendut tadi hampir memukul Laura.


" Itu karena." jeda Kaisar Nathan sambil melempar tubuh pria gendut itu ke dinding.


BRAK....


" ARRGGH...UHUUK..." ucapnya yang meringis kesakitan sambil memuntahkan darah dari mulutnya.


Tiba-tiba saja Kaisar Nathan sudah berada di depan pria itu dan mencengkram lehernya sampai melayang beberapa senti dari lantai.


Pria itu merasa sesak nafas ketika lehernya dicengkeram kuat. Apalagi dia ketakutan melihat mata merah menyala dari pria berjubah itu.


" Se.... benarnya....ap..a uhuuk...kesalahan ku uhuuk...." ucapnya dengan terbata-bata.


Kaisar Nathan menyeringai dibalik jubah hitam yang di kenakannya.


" Kau telah berani berurusan dengan seorang Kaisar...

__ADS_1


Continue....


__ADS_2