Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Tempat Pertemuan Pertama Sebenarnya


__ADS_3

Mendengar seseorang memanggilnya dengan nama Nao. Hanya satu orang seseorang yang pernah memberikan sebuah pelukan hangatnya kepada Laura untuk pertama kalinya.


Laura memandang Kaisar Nathan dengan ekspresi berkaca-kaca.


" Apa kau Al, teman ku?" tanya Laura yang butuh kepastian.


Kaisar Nathan yang mendengar kata-kata Laura selama ini ia tunggu-tunggu tersenyum. Seakan ia menunjukkan kelegaannya melihat Laura tidak melupakannya. Kemudian Kaisar Nathan memeluk Laura sambil mengelus rambutnya dengan lembut.


" Benar ini aku bukannya seharusnya kau menungguku untuk menjemput mu. Tapi ini sepertinya memang takdir yang mengharuskan kau untuk berada di sini, di sisiku." ucap Nathan sambil meletakkan kepalanya di lekukan leher Laura menghirup wangi Lavender yang membuatnya kecanduan sejak dulu.


Memang ada sebuah rahasia Kaisar Nathan yang selama ini dia simpan sangat rapi. Bahkan sampai sekarang pun tidak ada seorang yang mengetahuinya.


Sedangkan Laura menunjukkan ekspresi tidak percaya mendengar pernyataan Kaisar Nathan yang mengatakan bahwa dia merupakan teman masa kecilnya.


Laura menjadi mengingat masa lalunya ketika pertemuan nya dengan Kaisar Nathan.

__ADS_1


Flashback On...


Setelah pulang sekolah Naomi berteduh di sebuah pohon yang berada di taman. Mengingat sekarang hujan sedang turun di kawasan sekitarnya.


Ia mengingat beberapa hari lalu temannya atau sudah Naomi anggap kakaknya melakukan bunuh diri. Di karenakan dia yang dibuang oleh orang tua angkatnya setelah beberapa bulan dia adopsi. Mengingat itu semua membuat Laura merasakan sakit yang terkira kehilangan seseorang yang sangat berharga untuk kedua kalinya.


Sejak hari itu Laura sama sekali tidak mempercayai bahwa orang tua akan sayang padanya. Mengingat dirinya dibuang seperti sampai yang tidak di inginkan.


Naomi menghela nafasnya melihat hujan yang sepertinya tidak akan mereda.


" Bagaimana bisa aku pulang ke panti jika hujan tidak kunjung berhenti." ucap Naomi dengan murung.


" Siapa kau?" ucapnya dengan datar.


Membuat Naomi yang sedang memperhatikan hujan langsung tersadar. Ketika ia membalikkan badannya dia terpekik melihat seorang anak laki-laki yang berpakaian ksatria yang tampak aneh di depannya sedang terluka di bagian perutnya.

__ADS_1


" Kau terluka, sini aku bantu." ucap Naomi menarik tangan nya dengan seenaknya tidak mempedulikan respon anak laki-laki yang terlihat terkejut.


Naomi menyadarkan tubuh anak laki-laki itu di bawah pohon. Setelah itu ia membawa kotak p3k kecil di tasnya. Memang Naomi selalu membawanya dengan alasan untuk berjaga-jaga saja. Tapi sebenarnya dia ingin menutupi lukannya akibat pembullyan nya yang di dapatkan di sekolah.


Naomi sangat fokus membersihkan luka anak laki-laki itu. Sampai tidak menyadari bahwa anak laki-laki menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Selesai UPS..." ucap Naomi dengan riang sampai tidak sadar bahwa jarak nya dengan Anak laki-laki itu hampir berdempetan.


Naomi dibuat terpesona melihat wajah anak laki-laki itu yang tampan dengan rambutnya berwarna hitam dan matanya Crystal merahnya yang cantik. Naomi yakin bahwa anak laki-laki itu akan mendapatkan banyak penggemar.


Melihat lukannya sudah di tutupi membuat anak laki-laki itu menghela nafas lega. Setidaknya dia tidak mati di tempat yang sama sekali tidak ketahui. Apalagi melihat penampilan anak perempuan tersebut yang menurutnya sedikit aneh.


" Siapa namamu?" tanya Anak laki-laki itu yang menanyakan anak perempuan yang telah menolong nya.


Naomi yang mendengarnya tersenyum sebelum kemudian ia menjabat tangan Anak laki-laki itu secara tiba-tiba.

__ADS_1


" Namaku Naomi Olivia senang berjumpa dengan mu." ucap Naomi sambil tersenyum senang.


Continue...


__ADS_2