Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Semua Berakhir Bahagia ( End )


__ADS_3

Ketika Laura tidur sambil memeluk Kaisar Nathan tiba-tiba saja perutnya merasa sakit sampai membuatnya terbangun.


" AUUH HUFF...." ringisan Laura sambil memegang perutnya yang terasa sakit.


Kemudian Laura melihat Kaisar Nathan yang sama sekali tidak merasa terganggu, Mungkin karena seharian Kaisar Nathan memiliki tugas banyak sampai dia kelelahan.


" Nathan...bangunlah huff...." ucap Laura yang berusaha membangunkan Kaisar Nathan.


Kaisar Nathan yang mendengar suara Laura memanggilnya langsung terbangun dan terkejut melihat Laura yang sedang memandangnya dengan keringat dingin yang bercucuran di seluruh wajahnya.


" Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" tanya Nathan sambil menampilkan ekspresi khawatir.


Laura yang melihat bahwa Kaisar Nathan sudah bangun spontan memegang tangannya.


" Tolong panggilkan Dokter, sepertinya aku akan melahirkan." ucap Laura dengan wajah yang mulai pucat.


Kaisar Nathan yang mendengar Laura akan melahirkan langsung turun dari ranjangnya.


" Tunggu sebentar Laura aku akan memanggil Dokter dulu." ucap Nathan yang keluar dari kamarnya untuk memanggilkan Dokter.


...****************...


Setelah memanggil Dokter, Kaisar Nathan menunggu di depan pintu kamar dengan wajah cemasnya.

__ADS_1


Bahkan Axton yang melihatnya sampai memutar bola matanya. Melihat tingkah Kaisar Nathan yang sangat panik. Tidak seperti dirinya yang selalu bersikap tenang.


" Tenang, Yang Mulia. jangan takut saya yakin pasti Ratu Laura akan baik-baik saja." ucap Axton yang memanggil Laura dengan sebutan Ratu.


Memang sebulan yang lalu Laura sudah di nobatkan sebagai Ratu. Meskipun acara penobatan nya cuma dihadiri oleh para bangsawan tinggi kekaisaran. Mungkin Axton menduga bahwa Kaisar Nathan tidak ingin membuat Laura kelelahan menghadapi para bangsawan yang memiliki sifat bermuka dua.


" Aku takut jika Laura tidak selamat, jika itu terjadi aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." ucap Nathan sambil menutup wajahnya dengan sebelah tangan nya.


Melihat hal itu membuat Axton sedikit iba terhadap Kaisar Nathan. Ia yakin Kaisar Nathan hanya tidak ingin kehilangan seseorang yang dia sayangi untuk kesekian kalinya.


Tiba-tiba saja Kaisar Nathan mendengar suara tangisan bayi yang memecah keheningan di tempat ini. dan tidak lama kemudian Dokter pun keluar dari kamar dengan wajah yang berseri-seri.


Kaisar Nathan langsung berjalan menghampiri Dokter.


" Selamat, Yang Mulia. Ratu telah melahirkan seorang Pangeran yang tampan dan juga sehat. Untuk keadaan Ratu juga dalam baik-baik saja. Anda bisa menunggu sebentar, Yang Mulia. Karena sekarang Ratu sedang dibersihkan." ucap nya dengan wajah senang karena dirinya dipercayakan membantu Ratu melahirkan sang Pangeran Mahkota.


Mendengar itu membuat Kaisar Nathan bernafas lega karena Isteri dan anaknya dalam keadaan baik-baik saja.


" Terima kasih." ucap Nathan sambil tersenyum tipis.


Membuat sang Dokter terkejut karena dirinya tidak menyangka bahwa Kaisar Nathan mengucapkan terima kasih kepadanya.


" Sama-sama, Yang Mulia. Kalau begitu saya pamit pergi dulu." ucapnya sambil berjalan pergi.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Kaisar Nathan diizinkan masuk saat Laura sudah di bersihkan. Ketika memasuki kamarnya dia dibuat terpaku melihat Laura yang sedang menggendong bayi kecil di tangannya.


Laura yang sedang memperhatikan anaknya langsung mengalihkan pandangannya dan melihat Kaisar Nathan yang sedang terdiam.


" Yang Mulia. selamat anda sudah menjadi Ayah. Saya cuma berharap bahwa kita bisa memberikan kebahagiaan kepada nya." ucap Laura sambil tersenyum manis.


Kaisar Nathan yang mendengarnya pun langsung memeluk Laura dengan erat sambil mengucapkan terima kasih. Melihat itu pun membuat mata Laura berkaca-kaca dan membalas pelukannya.


Tanpa mereka sadari bahwa seseorang yang tidak terlihat memperhatikannya dengan senyuman tulusnya.


" Akhirnya semuanya berakhir bahagia, semoga kau bisa membahagiakan nya." ucapnya.


Sebelum kembali menghilang di bawa hembusan angin.


End....


**Terima kasih yang telah membaca cerita ini hingga tamat dan saya juga mengucapkan maaf jika ada salah kata.


Author mau tanya apa ada yang mau Extra Part nya.


Jika banyak minta nanti insyaallah akan Author buatkan.


See you**...

__ADS_1


__ADS_2