Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Chapter 35


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain Laura saat ini sedang berada di atas kapal yang akan membawanya ke sebuah kerajaan kecil disebut Alanka. Laura dibuat kagum melihat lumba-lumba yang dengan lincahnya melompat-lompat di lautan.


" Ini sangat keren, betulkan Mia." ucap Laura sambil terus memandang lumba-lumba itu.


Karena seumur hidupnya Laura sama sekali tidak ada waktu untuk liburan. Mengingat dia harus memberi uang untuk adik-adiknya yang berada di panti. Membuat nya terus bekerja keras tanpa henti.


Tapi sekarang dia sudah bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Menjalankan hidupnya bersama anak dan pelayan yang sudah ia anggap kakaknya sendiri. Ia tidak perlu lagi merasa sedih karena merasa sendirian. Ia akan terus melangkah untuk mendapatkan sebuah masa depan yang cerah.


Mia terharu melihat bagaimana majikannya memasang wajah bahagianya. Mengingat seja kecil Nonanya tidak pernah mendapatkan sebuah kasih sayang dari siapapun, mungkin karena ia anak haram dari Raja membuatnya tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Mia merasa bahwa sekarang melihat bagaimana wajah bebas Laura.


" Yang Mulia, saya akan selalu berada disisi anda dan melayani anda seumur hidup saya." ucap Mia.

__ADS_1


Ucapan Mia barusan membuat Laura mengalihkan pandangannya dan melihat bagaimana wajah tulus Mia kepadanya. Laura merasa terharu karena memiliki seseorang yang berarti bagi hidupnya.


" Terima kasih Mia, tapi aku mohon jangan panggil aku Selir atau Yang Mulia lagi." ucap Laura yang melarang Mia memanggilnya dengan embel-embel Selir atau Yang Mulia.


Mia yang mendengarnya terkejut ketika ia ingin protes. Tiba-tiba saja Laura menaruh jari telunjuknya dibibir Mia.


" Ingat sekarang kita adalah keluarga Mia, aku sudah menganggap mu sebagai kakak ku sendiri. Jadi jangan formal kepadaku Kakak dan panggil aku Laura agar semua orang tidak mengenal diriku yang sebenarnya." ucap Laura sambil tersenyum lembut.


Laura yang melihat anggukan dari Mia tersenyum senang sambil matanya terus memandang kembali matahari terbit.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan kondisi istana sendiri saat ini Kaisar Nathan sedang menunggu dari prajurit mengenai kabar Laura, Selir nya dan juga anaknya.


Kaisar Nathan merasa hidupnya sepi setelah melihat kepergian Laura. Tapi yang satu pasti bahwa saat ini dia sudah menyadari perasaannya bahwa dia mencintai Selir Laura.


Entah sejak kapan posisi Ratu Valerie dihatinya tergeser dengan Selir Laura. Mungkin setelah bagaimana Laura memberikannya sebuah perhatian yang sama sekali tidak ia dapatkan dari siapapun termasuk Ratu Valerie.


Menjadi pertanyaan sekarang mengapa Selir Laura kabur dari istana. Pasti ada alasan penting yang membuatnya melakukan hal seenaknya sendiri.


Kaisar Nathan berdiri di atas balkon sambil menikmati matahari terbit dengan matanya yang terpejam. Tapi tidak lama kemudian ia membuka matanya dan tampaklah sepasang mata merah krystal yang cantik. Di kedua mata Kaisar Nathan yang menampilkan seringai licik ketika pandangannya tertuju kepada seseorang yang menggunakan jubah hitam.


" Sepertinya kalian ingin bermain-main denganku, Baiklah aku akan melayani kalian dan Laura sayang tunggulah aku menjemputmu kembali ke istana. Jika aku mendapatkan mu, aku bersumpah akan selalu mengurung mu di dalam kehidupan ku." ucap Nathan sambil matanya terus tertuju kepada kedua orang berjubah itu.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2