Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Mengungkap Perasaan Sebenarnya Kaisar Nathan


__ADS_3

Laura memejamkan matanya sambil menghela nafasnya. Sebelum kembali membuka matanya dan melihat Kaisar Nathan yang tampaknya sedang marah dengannya.


" Saya bukan orang penting bagi anda, Yang Mulia. Seharusnya anda senang dengan tidak adanya saya di istana. Pewaris tahta berikutnya bisa langsung diberikan kepada anak anda dengan Ratu. Jadi tidak perlu ada pertumpahan darah. Yang Mulia." ucap Laura yang tenang sambil berbicara formal kepada Kaisar Nathan.


Kaisar Nathan yang mendengarnya sontak mengepalkan tangannya. Kemudian dengan cepat ia memeluk Laura dan membawanya teleportasi ke sebuah kamar mewah yang di duga milik Kaisar Nathan sendiri.


Laura yang seketika syok mengetahui Kaisar Nathan membawanya kembali ke istana dengan sekejap mata.


" Mengapa anda membawa saya ke sini, Yang Mulia?" tanya Laura dengan ekspresi bingung. Tanpa membalikkan badannya melihat Kaisar Nathan yang berdiri tepat di belakangnya.


Kaisar Nathan terdiam sebelum kemudian memeluk perut Laura dan merengkuhnya dengan erat tanpa mencelakai bayi yang sedang berada di dalam perut Laura.


" Dengan teganya kau meninggalkanku di sini. sendirian." ucap Nathan dengan pelan.

__ADS_1


Tapi ucapan pelan Kaisar Nathan mampu di dengar Laura yang posisinya sedang di peluk. Ia terkejut mendengar suara nada Kaisar Nathan yang terdengar sedih. Dalam hatinya apa dia telah membuat kesalahan pikir Laura.


Entah mengapa mendengar suara Kaisar Nathan yang tidak seperti biasanya membuat hatinya merasa sakit. Apa yang sebenarnya terjadi padanya pikir Laura yang kebingungan dengan semua terjadi kepada kehidupannya.


Melihat Laura yang cuma terdiam di pelukannya dengan perlahan Kaisar Nathan membalikan badannya dan memegang dagu Laura untuk menatap ke arahnya.


Laura yang dagunya di pegang oleh Kaisar Nathan langsung bisa melihat mata merah milik sang Kaisar. Tapi yang membuatnya terpaku adalah pancaran mata merah yang selalu menatapnya dengan dingin, tetapi kali ini mata merah itu menatapnya dengan sendu.


Membuat Laura menundukkan kepalanya karena dirinya merasa tidak sanggup untuk menatap mata merah itu lagi.


" Sayangnya aku tidak bisa." ucap Nathan dengan dingin. Karena dia sama sekali tidak menyukai bahwa Laura ingin pergi dari hadapannya. Sebab sampai kapanpun Kaisar Nathan tidak akan pernah melepaskan Laura.


Laura yang mendengar penolakan Kaisar Nathan langsung kembali mengangkat kepalanya menatap Kaisar Nathan sambil tangannya melepaskan pelukannya. dan Laura berjalan sedikit jauh dari Kaisar Nathan.

__ADS_1


" Mengapa, anda tidak ingin memulangkan saya. Seharusnya anda senang bisa bersama Ratu Valerie tanpa saya. Karena saya hanya sebuah pengganggu dalam hubungan anda hiks..." ucap Laura yang tanpa sadar sudah mengeluarkan isakannya.


Kaisar Nathan yang mendengarnya sempat terpaku sebelum mengeluarkan senyum tipisnya sambil berjalan mendekati Laura. Kaisar Nathan menyelipkan anak rambut Laura di sampirkan ke belakang telinga dan jarinya yang menghapus jejak air mata di pelupuk mata Laura.


" Jangan menangis." ucap Nathan yang


menenangkan Laura.


Laura langsung menghentikan tangisannya setelah mendengar suara lembut Kaisar Nathan. Melihat Laura menuruti perintahnya membuat Kaisar Nathan sangat senang.


Sebelum tangan nya menarik pelan Laura untuk masuk ke dalam pelukannya.


" Kau bukan pengganggu Laura, kau adalah penyemangat aku dari semua perasaan sakit yang selama ini di pendam dalam dasar hati yang terdalam. Tapi dengan gampangnya kau menarik ku ke dalam sebuah cahaya yang membawa perasaan ku kembali hidup. terhadap perasaan ku yang sudah lama mati. Aku mencintaimu Laura." ucap Nathan yang akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Laura.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2