Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Saya Tidak Bisa


__ADS_3

KYAA....


Laura refleks berteriak dan tanpa sengaja melempar buku yang tadi ia baca. Mendarat di tepat tempat Kaisar Nathan.


Kaisar Nathan yang melihat buku di depannya langsung mengambilnya.


" Yang Mulia, Jan...gan..." ucap Laura yang terbata-bata sambil mengalihkan pandangannya.


Kaisar Nathan yang melihat gerak-gerik Laura mengangkat alisnya bingung. Kemudian dia tersenyum miring melirik Laura.


" Benarkah, apa kau lupa bahwa istana ini semuanya milikku. Jadi buku yang sekarang aku pegang merupakan milikku." ucap Nathan yang telak membuat Laura terdiam.


Kemudian setelah itu Kaisar Nathan membaca buku yang tadi Laura baca sampai tidak menyadari kedatangannya. Mata Kaisar Nathan terbelakak melihat isi buku novel itu yang terlalu Vulgar. Langsung saja Kaisar Nathan tutup buku novel itu dan membakarnya dengan sihir apinya.


Laura yang melihat buku novel belum selesai ia baca di bakar. Langsung menunduk kepalanya sedih padahal ia sangat penasaran akhir ceritanya.


" Kaisar jahat." batin Laura sedih.


Tanpa di sadari oleh Laura ia mengeluarkan air matanya sebelum mengangkat kepalanya kembali.


Kaisar Nathan yang awalnya tersenyum puas dibuat terkejut melihat Laura yang menangis.

__ADS_1


" Kau baik-baik saja?" tanya Nathan yang tanpa sadar menampilkan ekspresi khawatir.


" Kau...hiks jahat...Tel...ah membakar buku ku huaaa....padahal aku penasaran dengan akhirnya hiks....huaaa...." ucap Laura sambil menangis meraung.


Kaisar Nathan yang mendengarnya menepuk dahinya menghadapi sifat Selirnya.


" Sabarkan aku." gumam Nathan dengan pelan.


...****************...


Di sisi lain Ratu Valerie senang melihat kunjungan dari Ayahandanya. Ia pun langsung membungkuk hormat di hadapannya meskipun derajatnya lebih tinggi. Tapi ia harus tetap menghormati Ayahandanya.


Duke Salvaka hanya diam dan langsung melongos masuk ke dalam ruangan Ratu Valerie. Di sana sudah terdapat Sia yang menyiapkan minuman teh dan camilan.


" Salam kepada Duke Salvaka." ucap Sia sambil membungkuk hormat di hadapan sang Duke.


" Pergilah, saya ada ingin di bicarakan dengan Ratu." ucap Duke Salvaka yang mengusir Sia.


Sia terdiam sebelum melihat isyarat dari Ratu Valerie yang berdiri di belakang Duke Salvaka.


Setelah melihat Sia yang sudah keluar tinggallah Ratu Valerie dan Duke Salvaka sendirian.

__ADS_1


Duke Salvaka duduk di sofa yang ada di ruangan dengan matanya memandang teliti Ratu Valerie yang menundukkan kepalanya.


" Cih...kau sama seperti ibumu lemah untuk mengandung. Bahkan sampai saat kau mengandung seperti saat ini. Mungkin ketika melahirkan kau akan mati." ucap Duke Salvaka dengan nada mencemooh.


Ratu Valerie yang mendengarnya seketika meneteskan air matanya. Memang setelah ibunya melahirkan dirinya kondisi tubuhnya yang melemah mengakibatkan dia mati. Sampai Duke Salvaka yang merupakan Ayahnya sendiri membencinya. Ia kira setelah dirinya di lamar oleh Kaisar Nathan mungkin Ayahandanya akan berusaha menyayanginya.


Tetapi ternyata Ayahandanya sama sekali tidak mempedulikan dirinya yang tubuhnya semakin hari semakin melemah.


" Apa tujuan Ayahanda datang kesini?" tanya Valerie yang berusaha menguatkan hatinya dan menggangap ucapan Duke Salvaka tadi hanyalah angin berlalu.


Duke Salvaka yang sedang meminum secangkir teh nya tersenyum miring. Inilah ucapan yang sedari tadi ia tunggu.


" Keinginan ku adalah membunuh Selir Laura beserta calon bayinya." ucap Duke Salvaka To the points.


Deg...


Seketika jantung Ratu Valerie berdetak sangat cepat. Ia tidak mungkin meracuni Selir yang selalu memandangi nya sebagai teman.


" Saya tidak bisa Ayahanda." tolak Valerie menurutin keinginan Duke Salvaka.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2