
"Dia juga ingin melakukan pemberontakan terhadap diriku. Sepertinya aku tidak cara lain selain memancingnya keluar, mari kita mainkan permainan ini Duke Salvaka dan Ratu Valerie." ucap Nathan sambil bersmirk licik.
Axton yang melihatnya dibuat takut karena ia yakin Kaisar Nathan akan melakukan hal yang buruk. Kepada seseorang yang telah mempermainkannya.
Kaisar Nathan yang melihat ekspresi Axton seakan-akan ia tahu apa yang di pikiran asisten sekaligus Ksatria nya.
" Benar, apa yang kamu pikirkan saat ini Axton aku akan melakukan apapun untuk menangkap orang yang telah berani bermain denganku." ucap Nathan yang sudah duduk di kursi kerjanya dengan tampang dinginnya.
Axton mendengar suara dingin Kaisar Nathan meneguk ludahnya dengan kasar.
" A...pa yang akan anda lakukan kepada Duke dan Ratu?" tanya Axton yang bertanya sambil terbata-bata.
" Nanti kau akan tahu, dan Carikan lokasi Duke Salvaka yang sekarang. Karena aku yakin dia sedang bersembunyi setelah kita mendatangi Kediaman nya terakhir kali." ucap Nathan yang memberikan perintah nya untuk mencari Duke Salvaka.
__ADS_1
Axton langsung menundukkan kepalanya sambil menaruh satu tangannya di dada.
" Baiklah, akan saya laksanakan perintah anda" ucap Axton dengan lantang.
Kaisar Nathan yang melihat anggukan dari Axton langsung berdiri menuju ke arah jendela. Di sana ia melihat seseorang yang membuat nya perasaannya karuan karena sebuah penghianatan. Tanpa disadari oleh Kaisar Nathan sendiri telah mengepalkan tangannya dengan kuat dan mengeluarkan auranya.
" Beraninya kau kepadaku Valerie." ucap Nathan dengan pelan dan tajam.
...****************...
Sejak dinyatakan hamil 3 bulan yang lalu tubuh Ratu Valerie semakin hari semakin melemah. Bahkan dia sekarang sering mengalami sakit kepala. Mungkin karena efek kandungan nya yang bayinya menghisap mana nya sedikit demi sedikit.
" Sia, apa Yang Mulia tidak memberitahu kapan berkunjung lagi?" tanya Valerie dengan sendu karena sejak kepergian Selir Laura 4 hari yang lalu.
__ADS_1
" Maaf, Ratu saat ini Kaisar sedang sibuk berada diruang kerjanya dan beliau meminta supaya tidak ada satupun yang mendatangi ruang kerjanya." ucap Sia.
Mendengar ucapan Sia membuat Ratu Valerie tersenyum kecut. Mengingat sifat Kaisar Nathan yang berubah menjadi cuek kepadanya. Biasanya Kaisar Nathan yang sering selalu mengijinkan dia memasuki ruang kerjanya, tetapi sekarang bahkan dia sama sekali tidak diijinkan masuk keruang kerjanya. Apa dirinya berbuat salah pikir Ratu Valerie dengan tatapan kosong.
Sia yang melihat ekspresi sedih dari Ratu Valerie merasa iba. Andaikan ia bisa membantu tetapi sayangnya sekarang dirinya tidak bisa melakukan apapun. Supaya hubungan Kaisar dan Ratu kembali harmonis seperti biasanya.
" Saya yakin Kaisar tidak akan marah kepada Ratu. Mungkin saat ini Kaisar sedang marah kepada Selir Laura yang telah berani keluar dari istana dengan membawa calon anaknya." ucap Sia yang memberikan sebuah alasan supaya Ratu Valerie tidak bersedih kembali.
Ratu Valerie yang mendengarnya sedikit merasa lebih baik. Karena apa yang dikatakan oleh Sia adalah benar, mengingat bagaimana Kaisar Nathan berjuang untuk mendapatkan cintanya meskipun belum memiliki anak. Tapi hubungan nya selalu baik dengan Kaisar Nathan.
Akan tetapi setelah kedatangan Selir Laura semuanya berubah pertama kalinya Ratu Valerie dibuat tercengang melihat Kaisar Nathan yang tersenyum bahagia bersama Selir Laura.
Hal itu menimbulkan perasaan benci kepada Selir Laura.
__ADS_1
" Sialan...padahal aku sudah membuatnya menderita. Tetapi kenapa Kaisar tidak sama sekali melirik aku lagi" batin Ratu Valerie marah.
Continue...