
Seminggu kemudian....
" Woah....ini gaun pengantin yang tercantik pernah ku lihat selama ini. Nona." ucap nya yang terpekik senang melihat gaun pengantinnya.
Laura yang melihatnya juga merasa puas dengan hasil karyanya. Apalagi mendengar bahwa pelanggannya puas dengan hasil rancangan gaun.
" Saya senang jika anda menyukai hasil rancangan gaun pengantin yang saya buat." ucap Laura sambil tersenyum.
Tapi sedetik kemudian Laura merasa lupa akan sesuatu dan memutuskan untuk bertanya.
" Maaf, apa boleh saya bertanya Lady?" tanya Laura dengan hati-hati karena dia tidak ingin membuat Lady tersebut merasa tidak nyaman olehnya.
Mendengar bahwa Laura ingin bertanya membuat Lady tersebut mengalihkan pandangannya.
" Tentu saja silahkan anda ingin bertanya apa Nona?" tanya nya yang memperbolehkan Laura untuk bertanya.
__ADS_1
" Maaf, aku ingin menanyakan namamu saja?" tanya Laura sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
Sedetik kemudian Lady tersebut tertawa mendengar pertanyaan Laura yang terdengar lucu. Karena menurutnya cukup aneh melihat seseorang sama sekali tidak mengenalnya mengingat bahwa dirinya merupakan calon isteri sekaligus tunangan Raja.
Laura yang melihat bahwa Lady tersebut tertawa menyerngitkan dahinya sebab menurutnya pertanyaan nya sangat wajar. Bukannya seharusnya jika kita tidak mengetahui nama seseorang sudah sepatutnya kita bertanya.
" Maaf, Lady apa ada sesuatu yang lucu mengenai pertanyaan saya?" tanya Laura.
Lady tersebut langsung menghentikan tawanya melihat ekspresi Laura yang terlihat kebingungan.
" Tidak ada, jadi perkenalkan namaku Erika Griffith merupakan anak Duke Griffith dan juga tunangan sekaligus calon isteri Raja Stevanus." ucap Erika yang memperkenalkan diri dengan bangganya.
" Senang berkenalan dengan anda Lady Erika perkenalkan namaku Naomi Olivia." ucap Laura yang menggunakan nama nya di kehidupan sebelumnya karena bisa jadi bahaya jika saja ada seseorang yang melaporkannya kepada Kaisar bahwa dirinya berada di sini.
" Terima kasih." ucap Lady Erika dengan pipi yang merona.
Melihat wajah merona Lady Erika membuat Laura sedikit tertawa pelan. Tiba-tiba saja Laura dibuat terkejut karena Lady Erika menepuk tangannya dengan keras.
__ADS_1
" Oh...ya bagaimana kalau nanti kau menghadiri pesta pernikahan ku di istana." ucap Lady Erika yang mengundang Laura.
" Tapi bukannya saya cuma rakyat biasa dan lagipula saat saya sedang mengandung tanpa suami." ucap Laura yang merasa bahwa dia tidak pantas menghadiri acara pernikahan calon Ratu. Tapi sebenarnya dia cuma ingin mencegah pertemuannya dengan Kaisar Nathan.
Lady Erika langsung menggengam tangan Laura dengan pelan.
" Aku mohon tolong hadir ke acara pernikahan ku. Karena aku sama sekali tidak mempunyai seseorang yang bisa menjadi temanku dengan tulus. Mengingat mereka semua cuma mendekati diriku hanya demi politik. Lebih baik aku memiliki teman sepertimu dan masalah saat ini kau mengandung aku tidak peduli. Jadi aku mohon datanglah." ucap Lady Erika sambil menatap Laura dengan penuh harap.
Melihat tatapan harap dari Lady Erika membuat perasaan Laura tidak enak. Akhirnya dengan berat hati dia pun langsung menggangguk kepalanya lagipula tidak ada salahnya menghadiri pesta pernikahan. Dirinya juga yakin bahwa Kaisar Nathan tidak akan menghadiri pesta seperti itu. Mengingat karakter Kaisar Nathan yang tidak menyukai tempat keramaian.
Sedangkan Lady Erika yang tahu bahwa Laura menyetujuinya langsung memeluknya.
" Aku merasa senang, Terima Kasih Naomi." ucapnya sambil memeluk Laura.
Laura hanya tersenyum sambil membalas pelukan Lady Erika. Dia cuma bisa berharap semuanya akan baik-baik saja.
Semoga...
__ADS_1
Continue....