Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Pergi Ke Festival


__ADS_3

" Tidak, karena Ratu Valerie terlalu suka tempat yang ramai." ucap Nathan dengan jujur.


Laura yang mendengarnya matanya membulat ia sama sekali tidak menyangka seorang Ratu yang di cintai banyak rakyat. Malah tidak suka keramaian.


" Jadi itu alasan mengapa kalian jarang keluar dari istana." ucap Laura sambil melirik Kaisar Nathan dan mengigit jagung bakar di dalam mulutnya.


Kaisar Nathan hanya bisa menggangguk kepalanya sambil menatap api bakar yang menyala. Tapi tiba-tiba saja dirinya di buat tersentak ketika Laura melontarkan pertanyaan.


" Apa kau ingin pergi ke festival sekarang." ucap Laura yang mengajak Kaisar Nathan untuk pergi ke festival.


Kaisar Nathan hanya terdiam sebenarnya ia penasaran seperti apa itu festival di malam hari. Mengingat sepanjang hidupnya selalu di habiskan untuk belajar dan pergi berperang. Setelah lama berpikir akhirnya Kaisar Nathan menyetujui keinginan Laura.


Membuat Laura yang melihatnya tersenyum senang. Setelah itu mereka pergi dengan menggunakan sihir teleportasi tanpa menyadari bahwa Ratu Valerie mendengar semua pembicaraan mereka.


...****************...


Ratu Valerie yang mendengarnya merasakan dadanya sesak. Kemudian ia melihat bahwa Kaisar Nathan dan Laura sudah pergi. Ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Sepanjang perjalanan ia hanya melamun sambil berpikir.

__ADS_1


" Apa aku telah mengekang kaisar? Apa benar aku selalu mengganggunya?" batin Ratu Valerie sedih.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Laura bertakjub kagum melihat pemandangan kota yang banyak di hiasi lampu lampion berwarna-warni dari berbagai sisi.


Sampai akhirnya pemandangan Laura tertuju kepada sebuah permainan melempar kaleng. Laura pun yang tertarik langsung menghampirinya.


Tanpa mempedulikan Kaisar Nathan yang berdiri tidak jauh darinya.


" Dasar kekanak-kanakan." ucap Nathan mengejek Laura. Tapi tidak urung juga bahwa Kaisar Nathan mengikuti Laura dari belakang.


" Apa kau bisa?" tanya Nathan yang sudah berdiri di belakang Laura.


Laura yang sedang fokus untuk mendapatkan sebuah boneka di buat terkejut ketika tiba-tiba saja Kaisar Nathan memanggilnya.


" Bisa tidak, kau tidak mengganggu ku, aku sedang konsentrasi untuk mendapatkan boneka itu bayi ku menginginkan nya." ucap Laura yang tadinya marah-marah kepada Kaisar Nathan. Tiba-tiba saja sedih ketika ia menunjuk ke arah Boneka Teddy besar berwarna cokelat.


Bahkan Kaisar Nathan yang melihatnya menggelengkan kepalanya. Benar sejak Selir Laura tercebur ke danau sifatnya seperti Anak-anak. Apalagi dengan keadaannya yang saat ini sedang mengandung membuat dirinya merasa hidupnya seperti menarik.

__ADS_1


" Minggir." ucap Nathan yang menyuruh Laura menggeser tubuhnya.


Laura pun menuruti perintah Kaisar Nathan. Kemudian ia melihat bagaimana Kaisar Nathan melempar kaleng sampai huh mencapai target. Hal itu membuat Laura terganga karena Kaisar Nathan bisa melakukan dengan sekali percobaan. Sedangkan dirinya sudah mencobanya berkali-kali tetap saja gagal.


Sampai Kaisar Nathan datang dengan membawa Boneka Teddy besar yang tadi di incar nya.


" Ini, dan kita harus cepat untuk ke danau bukannya kau ingin melihat penerbangan Lampion." ucap Nathan yang langsung menyerahkan Boneka Teddy tersebut kepada Laura dan berjalan melewatinya.


Laura cemberut bagaimana Kaisar Nathan meninggalkan nya. Akhirnya Laura mengikuti Kaisar Nathan dari belakang sambil memegang Boneka Teddy.


Matanya seketika berbinar melihat beraneka Lampion yang sudah berjejer di sepanjang Danau.


" Indahnya." ucap Laura dengan kagum.


Laura sibuk dengan pemandangan di depannya sampai tidak menyadari bahwa seseorang sedang berdiri di belakangnya.


Hup....


KYAA...

__ADS_1


Continue....


__ADS_2