Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Ancaman


__ADS_3

" Saya tidak bisa Ayahanda." tolak Valerie menurutin keinginan Duke Salvaka. Sambil menatap Duke Salvaka dengan sorotan mata tegas.


Duke Salvaka yang mendengar penolakan dari Puterinya langsung berdiri dan membanting cangkir di tangannya dengan keras.


Prang...


Membuat Ratu Valerie yang melihatnya memejamkan matanya ketakutan sambil meremas kuat gaunnya. Sampai tidak beberapa lama kemudian Ratu Valerie merasa sakit ketika dagunya di cengkram kuat.


Duke Salvaka berjalan menghampiri Ratu Valerie dan mencengkram dagunya dengan kuat.


" Ayah..shh..." ucap Ratu Valerie sambil meringis kesakitan dan mengeluarkan air matanya.


Tapi sepertinya Duke Salvaka sama sekali tidak mempedulikan keadaan Ratu Valerie.


" Ingat satu hal, jika kau tidak ingin melakukannya jangan harap. Nanti anakmu akan mendapatkan pelindung dariku. Biarkan dia mati di tangan Kaisar sendiri." ucap Duke Salvaka sambil tersenyum miring.


Ratu Valerie yang mendengar ancaman dari Duke Salvaka langsung bergemetaran takut. Mengetahui Duke Salvaka tidak akan melindungi Anaknya jika ia pergi nanti.

__ADS_1


" Maafkan aku Selir Laura." batin Ratu Valerie dengan perasaan bersalah.


Ratu Valerie menghela nafasnya sebelum membuka matanya kembali.


" Baiklah, Ayahanda saya akan menuruti perintah anda." ucap Ratu Valerie.


Duke Salvaka yang mendengar bahwa Ratu Valerie menyetujui keinginan tersenyum senang. Sebelum akhirnya ia melepaskan cengkraman tangannya di dagu Ratu Valerie.


" Hahahaha....bagus, Puteriku aku bangga padamu. Setelah ini kita bisa menguasai seluruh kekaisaran dengan menjadikan anakmu Kaisar hahahaha...." ucap Duke Salvaka sambil tertawa terbahak-bahak.


Ratu Valerie hanya bisa menundukkan kepalanya. Meskipun sekarang dia adalah seorang Ratu tetap saja ia tidak bisa melawan Ayahandanya yang sudah membesarnya seorang diri.


" Baiklah, sepertinya aku harus kembali ke kediaman, dan ini aku memberikan mu sebuah botol yang berisi racun mematikan. Pasti dalam beberapa jam saja sudah bisa membuat Selir Laura dan anaknya tewas. Ingat jangan sampai ada seorang pun yang mengetahuinya."ucap Duke Salvaka sambil menyerahkan sebuah botol kecil yang di dalamnya berisikan racun mematikan


Ratu Valerie menerimanya dengan tangan gemetar. Setelah Ratu Valerie menerimanya Duke Salvaka langsung keluar dari ruangan jangan sampai ada seorang pun yang mengetahuinya.


Seseorang yang berada di balik tembok bernafas lega karena Duke Salvaka sama sekali tidak menyadari keberadaannya.

__ADS_1


" Saya harus memberitahukan nya kepada Selir Laura supaya dia bisa berhati-hati." ucapnya sebelum pergi dan melanjutkan pekerjaannya.


...****************...


Setelah memenangkan Selir Laura yang menangis gara-gara bukunya di bakar Kaisar Nathan. Saat ini Kaisar Nathan harus memijit kaki Laura yang dengan santainya bersandar di atas ranjang.


" Apa sudah selesai, aku harus melanjutkan pekerjaan ku." ucap Nathan sambil memijit Laura.


Sebenarnya Kaisar Nathan awalnya sempat menolak untuk memijit kaki Laura. Tapi setelah mendengar bahwa ini adalah keinginan calon anaknya. Makanya dengan sangat terpaksa ia menurutin nya atau tidak calon anaknya saat lahir akan ileran. Oh tidak Kaisar Nathan tidak mau mempunyai anaknya ileran bisa rusak reputasi nya.


" Baiklah, kau boleh kembali bekerja, Tetapi besok harus mengijinkan aku untuk pergi ke kota." ucap Laura yang memberikan syarat kepada Kaisar Nathan.


Kaisar Nathan mendengar syarat Laura seketika rahangnya mengeras. Ia tidak mau bahwa nanti Laura akan pergi jauh darinya.


" Tidak, dan aku tidak menerima bantahan sebab aku tidak akan membiarkan kau pergi jauh dari hadapan ku." ucap Nathan sebelum keluar dari kamarnya meninggalkan Laura yang sedang memandangnya tadi dengan bingung.


" Sebenarnya dia berbicara apa sih, Padahal aku cuma meminta mengantarkan aku untuk mengambil gaun di kota. Mengapa dia marah." ucap Laura bingung.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2