Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Chapter 54


__ADS_3

"Kau telah berani berurusan dengan seorang Kaisar." ucap Nathan sambil tersenyum sinis dan jangan matanya yang berkilat merah seperti orang yang kehausan akan darah.


Pria gendut itu kebingungan mendengar ucapan pria berjubah di hadapannya. Perasaan dia sama sekali tidak pernah berurusan dengan seorang anggota kekaisaran maupun Kaisar itu sendiri.


Mengerti bahwa pria yang dicengkeram leher nya Kaisar Nathan pun melepaskan tudung yang sejak tadi menutupi wajahnya. Setelah melepaskan tudung jubahnya tampaklah wajah dingin dan datar Kaisar Nathan.


Pria gendut itu yang melihat wajah pria di hadapannya badannya seketika bergemetar.


" Kaisar Alardo Nathanio Carrington." ucap nya dengan matanya menatap takut Kaisar Nathan.


Mendengar namanya disebut oleh pria gendut di hadapannya membuat Kaisar Nathan kembali menunjukkan seringainya lagi.


" Benar, itu adalah aku dan beraninya kau membuat Selir kesayangan ku tadi hampir celaka. Kau sudah tahu bukan apa hukumnya yang mengganggu Anggota kekaisaran. Pria jelek." ucap Nathan yang mendekatkan wajahnya ke telinga pria itu.


Pria itu semakin ketakutan apalagi sekarang dia masih merasakan sakit pada lehernya karena cengkraman Kaisar Nathan semakin kuat. Membuat sulit bernafas.


Melihat wajah tersiksa dari korbannya membuat Kaisar Nathan merasa begitu senang. Setelah itu Kaisar Nathan mengeluarkan sihir petir yang berada di tangan kanannya dan langsung menyerangnya ke bagian perut.

__ADS_1


Membuat Pria gendut itu merasakan setruman di seluruh bagian tubuhnya. Sampai akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi badan yang gosong susah di kenali.


Kaisar Nathan menjatuhkan pria gendut dengan santai. Sambil memperhatikan kondisi korban nya yang sudah mati.


" Sepertinya aku harus membuatnya lebih menyedihkan." ucap Nathan sebelum dia mengambil sebuah pedang dan menebas kepala pria itu sampai terlepas dari tubuhnya.


Selesai itu Kaisar Nathan langsung keluar dari ruangan tadi. Tapi sebelum itu ia mengeluarkan sihir apinya membakar tubuh korbannya supaya susah di temukan.


" Urusan ku sudah selesai, tinggal tunggu waktu saja aku menjemputmu sayang." ucap Nathan sambil memperlihatkan matanya yang terpancar aura obsesinya.


...****************...


Sejak pemesanan gaun pertamanya oleh para bangsawan banyak pelanggan yang berkunjung ke tokonya untuk memesan gaun semakin hari semakin banyak.


Laura merasa bahwa impiannya kembali sukses terwujud yang terpenting sekarang dia harus merekrut karyawan baru.


" Mia, apa kau sudah mendapatkan karyawan baru?" tanya Laura yang sedang duduk di kursi kerjanya.

__ADS_1


" Saya sudah menyebar luas lowongan ke seluruh kerajaan Laura. Tapi sampai sekarang kita belum mendapatkan satupun orang yang melamar pekerjaan." ucap Mia yang sekarang merekap menjadi asisten pribadi Laura.


Tetapi tidak lama kemudian pintu ruang kerja Laura terbuka dan menampakkan Lavender yang masuk ke dalamnya.


" Mama ada tamu yang menemui mu." ucap Lavender memberitahu bahwa ada tamu.


Laura dan Mia saling melirik sebelum menggangguk kepalanya secara bersamaan.


" Baiklah, apa Lavender bisa bantu Mama untuk mengatakan kepada tamu untuk menunggu sebentar." ucap Laura yang meminta tolong kepada Lavender.


" Tentu saja Mama." ucap Lavender sebelum keluar dari ruang kerja Laura.


Setelah itu Laura berdiri dari kursinya dan menyuruh Mia untuk membereskan pekerjaan nya yang belum selesai.


Saat keluar untuk menemui tamu nya ia merasakan sebuah perasaan tidak enak. Laura spontan memegang dadanya yang sedari berdetak sangat cepat.


" Aku harap semuanya baik-baik saja." batin Laura.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2