
Entah mengapa melihat ekspresi Kaisar Nathan membuat Ratu Valerie merasakan firasat yang buruk.
" Apa maksud anda, Yang Mulia?" tanya Ratu Valerie sambil mengalihkan pandangannya.
Kaisar Nathan yang mendengar nada suara gugup Ratu Valerie diam-diam menyeringai. Sebelum meletakkan cangkir teh di atas meja.
" Tidak apa-apa Ratu, saya ingin memberikan sebuah hadiah yang spesial bagimu." ucap Nathan sambil tersenyum.
Ratu Valerie yang mendengar kata hadiah tersenyum senang karena dugaannya selama ini tentang Kaisar Nathan yang tidak mempedulikannya. Patah begitu saja. Bagi Ratu Valerie dirinya sudah menjerat Kaisar Nathan dengan pesonanya. Memikirkan hal itu membuat Ratu Valerie merasa menang dan berkuasa bisa menaklukan Kaisar Nathan yang anti perempuan.
Kaisar Nathan melihat lagi ekspresi senang Ratu Valerie sebelum memanggil para prajurit.
" Bawalah hadiah ke sini." ucap Nathan yang memberikan perintah kepada salah satu prajurit.
" Baik, Yang Mulia." ucapnya sambil membungkuk hormat sebelum pergi mengambil keinginan sang Kaisar.
Sampai tidak berapa lama kemudian kedua prajurit membawa atau lebih menyeret seseorang. Raut wajah Ratu Valerie yang tadinya senang langsung digantikan menjadi terkejut ketika melihat seorang pria paruh baya di seret oleh kedua prajurit istana.
BRAK....
__ADS_1
" AYAH." ucap Ratu Valerie dengan raut wajah terkejut.
" Bagaimana hadiahku Ratu apa ini membuat mu senang?" tanya Nathan dengan santai sambil memandang Duke Salvaka yang penampilannya seperti seorang gelandangan.
Sedangkan Duke Salvaka berusaha melepaskan diri dari kedua prajuritnya.
" LEPASKAN AKU, APA KAU TIDAK TAHU BAHWA AKU ADALAH SEORANG DUKE DAN AYAH MERTUA BAGI KAISAR. SEHARUSNYA KALIAN MENDAPATKAN HUKUMAN SETIMPAL." ucap Duke Salvaka sambil berteriak dengan matanya yang tertutup kain hitam.
Tanpa menyadari bahwa Kaisar Nathan duduk di hadapannya dengan tatapan datar. Kaisar Nathan yang melihat Duke Salvaka seperti cacing kepanasan menyuruh kedua prajuritnya melepaskan tangannya dan membuka kain penutup matanya.
Kedua prajurit tadi langsung melepaskan cengkraman mereka dari Duke Salvaka dan melepas juga kain hitam yang menutupi matanya.
" Salam, Yang Mulia. Kaisar buat apa anda memaksa saya datang menuju ke sini?" tanya Duke Salvaka dengan formal.
Kaisar Nathan terkekeh pelan sebelum berdiri dan berjalan menghampiri Duke Salvaka.
Trap....
Trap....
__ADS_1
Suara derapan sepatu yang digunakan Kaisar Nathan membuat Ratu Valerie mengigit bibir bawahnya gugup. Ia takut bahwa rencananya selama ini akan terbongkar.
Ketika Kaisar Nathan sudah berdiri di hadapan Duke Salvaka langsung saja ia mencengkram dagunya dengan kuat. Membuat Duke Salvaka merintih kesakitan.
" Auuh...apa... maksud..." ucap Duke Salvaka yang terhenti ketika melihat tatapan tajam Kaisar Nathan.
" Apa maksudmu? Apa kau tidak mengerti bahwa aku membawa mu kesini adalah meminta sebuah....kematian." ucap Nathan dengan nada terakhir sambil tersenyum sinis.
Kaisar Nathan melepaskan cengkraman dagu Duke Salvaka.
" PRAJURIT BAWA DUKE SALVAKA KE RUANG RAPAT DAN KUMPULKAN SEMUA ANGGOTA BANGSAWAN. DIA HARUS MENDAPATKAN SEBUAH HUKUMAN." ucap Nathan yang memberikan perintah nya dan jangan aura yang sudah di keluarkan Kaisar Nathan membuat kedua prajurit itu langsung menarik Duke Salvaka menuju tempat yang diperintahkan Kaisar.
Ratu Valerie hanya diam mematung melihat Ayahnya yang perlahan menjauh dari hadapannya. Sebelum pandangannya tertuju kepada Kaisar Nathan yang memandang dengan sulit.
" Mengapa anda melakukan hal ini, Kaisar?" tanya Ratu Valerie dengan raut wajah tidak percaya.
Kaisar Nathan kembali terkekeh sebelum berjalan dan mendekatkan wajahnya di telinganya.
" Tenang saja, kau akan mendapatkan gilirannya." ucap Nathan dengan matanya yang berubah merah pekat Crystal.
__ADS_1
Continue....