
Laura merasa terharu melihat pernikahan Lady Erika dan Raja Stevanus. Dirinya bisa melihat pancaran cinta diantara mereka berdua. Andaikan ia bisa seperti itu tapi sayangnya itu tidak akan menjadi kenyataan. Mengingat Kaisar Nathan mencintai Ratu Valerie setengah mati.
Memang Laura sama sekali belum tahu mengenai keadaan istana setelah kepergiannya. Tapi dia yakin bahwa sekarang Kaisar Nathan sudah melupakan nya mengingat dia sama sekali tidak pernah mengharapkan kehadirannya dan bayi nya.
Laura mengelus perutnya yang sudah membuncit mengingat sekarang kandungnya sudah berusia 5 bulan. Tinggal butuh 4 bulan lagi dia bisa melihat bayinya. Laura sudah tidak sabar menantikan nya.
" Kau harus sehat selalu anakku. karena ibu sangat menyayangi mu." batin Laura.
Setelah upacara pernikahan berakhir semua tamu di persilahkan untuk bertemu dengan pasangan pengantin baru dan mengucapkan selamat.
Laura langsung berdiri karena dirinya harus segera bertemu dengan Lady Erika untuk mengucapakan selamat dan langsung cepat ingin pulang.
Sepanjang menuju ke sana Laura menjadi pusat perhatian. mengapa tidak. Saat ini dia sedang mengandung apalagi dia juga bukan seorang bangsawan. Banyak orang mencemoohnya. Tapi Laura sama sekali tidak mempedulikan hal itu. Sebab dirinya sudah biasa mendengar seseorang yang sering merendahkannya dulu.
Lady Sofia yang merasa bahwa seseorang membicarakan Laura langsung melirik Raja Stevanus. Raja Stevanus yang mengerti arti kodenya Lady Erika langsung berbicara.
__ADS_1
" JANGAN SAMPAI SAYA MENDENGAR SESEORANG MERENDAHKAN ORANG LAIN. JIKA SAYA MENDENGAR HAL INI UNTUK HARI INI SAYA AKAN MEMBERIKAN KALIAN HUKUMAN YANG SETIMPAL. APA KALIAN MENGERTI." ucap Raja Stevanus yang memperingatkan para tamu dengan suara yang lantang.
Para tamu tersebut langsung menundukkan kepalanya takut.
" KAMI MENGERTI, YANG MULIA." ucapnya mereka serempak.
Mendengar jawaban itu membuat Raja Stevanus yang melihatnya merasa lega. Karena sebenarnya dirinya sama sekali tidak ingin ada pertumpahan darah di hari pernikahannya. Oh itu akan menjadikan sejarah terburuk di sepanjang acara pernikahan kerajaan Alanka pikir Raja Stevanus yang kemana-mana.
" Selamat atas pernikahan anda Lady Erika dan Raja Stevanus. Saya harap kalian bisa selalu mendapatkan kebahagiaan." ucap Laura sambil sedikit menundukkan kepalanya.
Pipi Laura memerah mendengar Lady Erika memujinya.
" Terima kasih, Lady." ucap Laura dengan suara pelan.
Membuat Lady Sofia yang mendengarnya tertawa karena dia bisa melihat wajah malu-malu Laura. Sedangkan Raja Stevanus hanya diam saja tidak berniat untuk bergabung bersama Lady Erika dan Laura. Pandangannya tertuju kepada seorang Pria yang menggunakan pakaian jas rapi dan menutupi wajahnya dengan topeng dia memberi isyarat kepada Raja Stevanus. Membuat Raja Stevanus langsung menggangguk kepalanya.
__ADS_1
" Nona, apa anda memiliki waktu soalnya temanku ingin sekali bertemu dengan anda." ucap Raja Stevanus yang baru saja memulai pembicaraan.
Laura yang mendengarnya sedikit tersentak tapi tak ayal dia mengganggu kepalanya. Walaupun bagaimanapun dia harus melaksanakan perintah dari Raja. Supaya dirinya bisa tenang tinggal di sini dengan aman.
" Baiklah, jika itu keinginan, Yang Mulia. saya pamit undur diri." ucap Laura sambil membungkuk hormat sebelum berjalan meninggalkan aula pesta.
Lady Sofia yang melihat Laura perlahan hilang dari pandangan nya. Sedetik kemudian tersenyum dan memeluk Raja Stevanus dengan erat.
" Kita berhasil." ucap Lady Erika dengan gembira.
Raja Stevanus yang melihatnya pun juga bisa bernafas lega.
" Akhirnya aku tidak akan di teror lagi olehnya." batin Raja Stevanus.
Continue...
__ADS_1