Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Sikap Dingin Kaisar Nathan


__ADS_3

" Yang Mulia." ucap Ratu Valerie sambil membungkuk hormat di hadapan Kaisar Nathan.


Kaisar Nathan yang mendengar suara lembut Ratu Valerie merasa jijik. Bagaimana bisa dirinya dulu terbodohi oleh wanita bermuka dua di hadapannya.


Kemudian pandangan Kaisar Nathan berbalik ke arah Axton.


" Mengapa kau mengijinkan datang ke sini sudah ku bilang, jangan seorang pun boleh menemui ku sekarang." ucap Nathan dengan dingin.


Axton yang mengetahui bahwa Kaisar marah langsung membungkuk.


" Maafkan saya, Yang Mulia. tadi saya sudah memberitahukan nya kepada pelayan pribadi Ratu Valerie. Tapi sepertinya mereka menghiraukan larangan tersebut, Yang Mulia." ucap Axton.


Mendengar jawaban Axton membuat Kaisar Nathan memandang tajam Ratu Valerie. Sedangkan orang yang ditatap hanya menampilkan ekspresi polos di wajahnya.


Ratu Valerie yang melihat bahwa Kaisar Nathan tidak senang dengan kedatangannya menyuruh kedua pelayan nya melepaskan rangkulannya dari tangannya. Kemudian Ratu Valerie berjalan perlahan mendekati Kaisar Nathan dan memeluk tangan sang Kaisar dengan erat.


" Maafkan aku yang membuat waktu Kaisar terganggu. Tetapi calon anak kita sangat merindukan Ayahandanya. Jadi karena aku tidak bisa menahan kerinduan ini aku dengan terpaksa harus menemui Kaisar. Apa sekarang Kaisar marah?" tanya Ratu Valerie sambil memasang wajah memelas membujuk Kaisar supaya tidak marah kepadanya.

__ADS_1


Kaisar Nathan yang mendengar ucapan manis Ratu Valerie tertawa pelan.


" Bagaimana jika aku tidak merindukan nya." ucap Nathan dengan datar.


Ratu Valerie yang awalnya senang melihat Kaisar Nathan terbujuk dengan ucapannya. Langsung terkejut mendengar suara datar dan dingin Kaisar Nathan. Dengan perlahan Ratu Valerie mendongakkan kepalanya memandang tidak percaya Kaisar Nathan.


" Apa anda bersungguh-sungguh dengan ucapan, Yang Mulia barusan?" tanya Ratu Valerie yang sepertinya tidak mempercayai perkataan Kaisar Nathan tadi.


" Sayangnya aku sungguh-sungguh, silahkan bawa Ratu kalian pergi aku muak melihat wajahnya." ucap Kaisar Nathan sambil melepaskan tangan Ratu Valerie dengan kasar dan memasuki ruang kerjanya kembali.


BRAK....


" Yang Mulia, anda baik-baik saja?" tanya Sia yang khawatir melihat wajah pucat Ratunya.


Sedangkan Ratu Valerie memandang kosong pintu ruang kerja Kaisar Nathan yang tertutup.


" Mengapa anda berubah Kaisar." batin Ratu Valerie bertanya-tanya.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan disisi lain Laura sedang berberes-beres tokonya. Bahkan sekarang dia sedang merancang pakaian-pakaian untuk anak-anak dan Gadis. Mungkin karena sekarang Laura mulai berpikir untuk menambah koleksi pakaiannya menjadi lebih baik.


Mia yang sedang membersihkan toko memperhatikan Laura yang tampaknya sangat serius.


" Apa kau tidak ingin beristirahat sebentar Laura?" tanya Mia dengan khawatir karena Mengingat saat ini Laura sedang mengandung.


Laura yang sedang menggambar langsung mengalihkan pandangannya.


" Tidak, Mia karena ini merupakan awal semuanya aku harus bekerja keras untuk lebih mencapai cita-citaku. Jangan khawatir Mia karena aku akan menjaga calon anakku dengan baik" ucap Laura dengan mata berbinar-binar.


Mia menghela nafasnya pasrah menghadapi sikap keras kepala Laura.


" Baiklah, tapi jika Laura lelah kau harus segera istirahat." ucap Mia.


Laura yang langsung menggangguk kepalanya dan tersenyum. Merasa beruntung memiliki seseorang yang peduli kepadanya. Dia hanya bisa berharap semoga ini akan menjadi awalan yang baik.

__ADS_1


Continue....


__ADS_2