
Sia yang mendengarnya gemetar ketakutan akhirnya sifat Ratu Valerie selama ini disembunyikan keluar lagi.
" Baiklah, saya akan melaksanakan perintah anda." ucap Sia sambil membungkuk hormat dan berjalan meninggalkan kamar Ratu Valerie.
Setelah kepergian Sia. Ratu Valerie berdiri dan berjalan mendekat ke arah sebuah laci ketika membukanya terdapat sebuah belati kecil yang tersimpan dalam sebuah kotak kaca.
Ratu Valerie mengelus kotak kaca tersebut dengan lembut dan jangan lupa senyumannya seperti seorang psikopat. Ia mengeluarkan belati tersebut dari kotak kaca dan mengangkat nya tinggi-tinggi.
" AKHIRNYA SETELAH SEKIAN LAMA AKU BISA MELAKUKANNYA LAGI, SEBENTAR LAGI AKU PASTI BISA MENDAPATKAN NYAWAMU SELIR LAURA DAN MEMANJANG KEPALA MU DI KOTAK KESAYANGAN KU HAHAHAHA...." ucap Ratu Valerie sambil tertawa-tawa.
Dengan suasana petir dan hujan deras yang menyelimuti kekaisaran saat itu.
...****************...
Sedangkan disisi Kaisar Nathan sedang berjalan disebuah gang kecil dengan tubuh dibaluti jubah berwarna hitam dan wajahnya yang dipasang topeng perak memperlihatkan mata Crystal merahnya menyala di bawah guyuran hujan.
Kaisar Nathan sama sekali tidak terpengaruh oleh derasnya hujan karena pandangannya tertuju kepada seorang gadis atau lebih tepatnya wanita hamil yang tertidur di atas meja kerjanya.
__ADS_1
Dengan sekejap Kaisar Nathan berpindah disamping wanita itu dan memandang nya dengan lembut. dia mengeluarkan sebuah selimut untuk membalut tubuh mungil wanita itu supaya tidak kedinginan. Setelah menyelimuti wanita itu pandangan Kaisar Nathan tertuju kepada perut wanita itu yang sudah nampak membulat seiring berjalannya usia kandungan.
Kaisar Nathan menyentuh perut itu dan mengumamkan sesuatu tidak lama kemudian tampaklah cahaya putih yang menyelimuti perut itu. Setelah selesai Kaisar Nathan memberikan ciuman lembut di keningnya.
" Tunggu aku sebentar lagi, aku akan membawa mu pulang sayang dan menjadikan mu Ratu sesungguhnya." ucap Nathan yang tersenyum tipis.
Sebelum menghilang dari ruangan tersebut tanpa menimbulkan suara dan jejak di dalamnya.
Tidak berapa lama kemudian mata wanita tersebut terbuka setelah merasakan sesuatu yang hangat di bahunya.
" Sepertinya aku ketiduran." ucapnya yang ternyata Laura.
" Ini hangat." ucap Laura sambil tersenyum manis.
Tanpa menyadari bahwa seseorang berjubah memperhatikan nya dari jauh.
" Sepertinya kau menyadari kedatangan ku sayang. Nikmatilah waktu liburan mu disini sebelum aku jemput dirimu kembali." ucapnya sebelum menghilang kembali dari atas bangunan yang bersebrangan dengan toko Laura.
__ADS_1
...****************...
Keesokan harinya Laura sedang memasak sarapannya dengan senang sambil bersenandung.
Hari ini Laura ingin sekali membuat omelette dan jus. Jadi Laura menyiapkan adonan telur untuk dijadikan Omelette. Ketika Laura asik dengan mengaduk adonannya tiba-tiba saja Mia datang.
" Laura, apa yang sedang kau lakukan seharusnya kamu beristirahat bukannya sudah harus menjaga kandungan mu dengan baik." ucap Mia yang mengomel sambil berkaca pinggang.
Laura yang mendengarnya tertawa pelan melihat bagaimana Mia sudah berani bersikap santai dengannya.
" Tenang saja, aku sudah beristirahat dengan cukup dan lagipula entah kenapa hari ini aku sangat bersemangat." ucap Laura sambil tersenyum manis.
" Terserah kamu saja Laura, sudah ku duga kau ini sangat keras kepala." ucap Mia dengan pasrah menghadapi sikap keras kepala Laura.
Laura yang kembali tertawa melihat wajah pasrah Mia. Tapi sepertinya ada sesuatu lain yang membuat Laura merasa senang.
Seperti sebuah perasaan hangat dan nyaman di hatinya.
__ADS_1
Continue...