Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Terjebak


__ADS_3

Setelah meninggalkan aula pesta Laura berjalan menuju ruangan yang katanya penggemarnya sudah menunggu di sana. Langkah demi langkah terasa berat untuk Laura seperti merasakan akan dengan firasat yang buruk. Tapi di sisi lain ada sebuah perasaan hangat di dalamnya.


Sampai akhirnya Laura berhenti di sebuah pintu sambil menghela nafasnya. Ia segera membuka pintu itu.


Krieet....


Saat Laura membuka pintu tubuhnya seketika menegang melihat seseorang yang sangat ia kenali sedang duduk di sebuah kursi mewah sambil memegang sebuah gelas.


Dengan perlahan Laura memundurkan langkahnya berniat melarikan diri. Sebelum suara seseorang menghentikan langkahnya.


" Apa kau sudah selesai melarikan dirinya, Selir." ucap seseorang dengan suara rendah dan dingin secara bersamaan.


Laura yang mendengarnya pun merasa sekujur tubuhnya meremang.


" Yang Mulia." ucap Laura dengan pelan.


Setelah Laura mengatakan itu orang itu akhirnya membuka matanya dan terbuka sebuah mata merah yang indah.


...****************...


Beberapa menit sebelumnya...

__ADS_1


Ketika Laura sedang memperhatikan pandangannya ke arah pasangan pengantin yang sedang membaca janji seikat semati. Dia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan nya dari jauh.


Karena orang itu menggunakan topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Orang itu juga melihat Laura yang sedang mengelus perut buncitnya dengan penuh kasih sayang.


Membuat orang itu yang melihatnya merasakan perasaan hangat di hatinya. Seolah ia juga merasakan sebuah helusan dari Laura.


" Akhirnya kita bertemu sayang." ucap nya yang duduk di kursi barisan belakang.


Orang itu selalu memperhatikan Laura dari belakang. Meskipun ia sedikit cemburu melihat tatapan para pria yang menatap miliknya dengan penuh minat. Walaupun Laura saat ini sedang mengandung tidak mengurangi kecantikan yang di milikinya. Malahan pancaran kecantikannya semakin bertambah.


Hal itu membuat nya semakin kesal rasanya ia ingin sekali membunuh semua pria yang menatap Wanitanya dengan pedangnya. Tapi ia urungkan niat itu sebab dia tidak ingin membuat kekacauan yang membuatnya identitas nya kebongkar.


Raja Stevanus yang mengerti arti kode itu pun menggangguk kepalanya. Setelah melihat anggukan dari Raja Stevanus. Orang itu pun langsung meninggalkan aula.


Setelah keluar dari aula Orang itu akhirnya membuka topengnya dan memperlihatkan wajah rupawan dengan mata merah yang indah.


Orang itu ternyata Kaisar Nathan yang sengaja datang ke sini untuk menemui Laura.


" Waktunya sudah berakhir." ucap Nathan dengan datar sambil berjalan mengeluarkan aura gelapnya.


...****************...

__ADS_1


Laura masih berdiri mematung melihat Kaisar Nathan sedang duduk di kursi. Ia terkejut melihat kedatangan Kaisar Nathan di hadapannya.


Tapi Laura berusaha bersikap tenang agar Kaisar Nathan tidak menyadari ekspresi ketakutannya.


" Buat apa anda berada di sini, Kaisar Nathan?" tanya Laura yang menatap tajam Kaisar Nathan.


Kaisar Nathan yang sedang dengan tenang mendengar pertanyaan dari Laura membuatnya tersenyum atau lebih tepatnya seringai.


" Tentu saja." jeda Nathan yang menghilang dari tempatnya duduk.


Sebelum tiba-tiba saja Kaisar Nathan berdiri di beberapa senti dengan Laura. Ia memegang dagu Laura supaya mendongak kehadapan nya.


" Menjemput mu kembali ke istana, Apa kau sudah selesai bermainnya Selir? Apa kau lupa..." jeda Nathan lagi yang tiba-tiba saja tangannya memegang perut Laura dan mengelusnya dengan lembut.


" Bahwa kau sedang mengandung dan beraninya pergi dari istana? Berikan aku jawaban mengapa kau meninggalkan istana?" tanya Nathan dengan menatap datar Laura.


Laura yang mendengar pertanyaan dari Kaisar Nathan hanya bisa terdiam. Ia merasa bibirnya susah untuk terbuka mengucapakan satu kata pun.


Tapi yang pasti setelah ini dirinya tidak akan bisa bebas lagi dari hadapan seorang Kaisar Alardo Nathanio Carrington...


Continue...

__ADS_1


__ADS_2