
Setelah keluar dari ruang makan Laura memutuskan untuk membaca buku di perpustakaan. Selama perjalanan menuju ke sana ia terus menghela nafasnya merasa bersalah kepada Ratu Valerie.
" Huh.... sepertinya aku melakukan kesalahan kepadanya. Soalnya aku masih kesal dengan omongannya kemarin bisa-bisanya dia pasrah dengan keadaannya. Memangnya dia tidak peduli pada Kaisar dan Anaknya jika di tinggalkan huh..." ucap Laura yang berbicara sendiri.
Tanpa menyadari bahwa seseorang sudah berdiri di hadapannya.
" Salam, Selir Laura senang bertemu dengan anda lagi." ucap seorang pria paruh baya yang membungkuk di hadapan Laura.
Laura meneliti pria paruh baya yang berada di hadapannya dari atas ke bawah. Sampai ia menemukan satu nama yaitu Duke Salvaka. Ayah kandung dari Ratu Valerie. Tiba-tiba saja perasaan gugup hinggap di sekujur tubuh Laura apalagi dengan tatapan Duke Salvaka yang sepertinya ingin mengulitinya hidup-hidup. Tapi Laura harus bisa bersikap tenang jangan sampai Duke itu senang melihat dirinya ketakutan.
" Salam, Duke Salvaka saya juga senang bertemu dengan anda, Ada urusan apa berkunjung di istana?" tanya Laura yang berusaha sesopan mungkin.
Duke Salvaka diam-diam mengeram melihat perut Laura yang sudah nampak menonjol di balik gaun yang dia kenakan.
" Sepertinya anda sudah menaklukan hati Kaisar. Tapi saya jamin semoga anak anda tidak akan mendapatkan tahta. Karena yang pantas mendapatkan adalah cucuku." ucap Duke Salvaka yang langsung berjalan melalui Laura.
Laura yang mendengarnya mengepalkan tangannya di balik gaunnya. Sebelum menghela nafasnya perlahan.
" Sepertinya aku harus berhati-hati dengannya mengingat dia membenci Laura yang asli." ucap Laura dengan pandangan menajam.
__ADS_1
Sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke perpustakaan.
...****************...
" Salam, Yang Mulia. " ucap Duke Salvaka yang tanpa sengaja bertemu Kaisar Nathan di lorong menuju tempat Puterinya berada.
Kaisar Nathan hanya memandang nya datar, ia sama sekali tidak peduli dengan mertuanya sebab dia sama saja dengan para bangsawan yang lain.
" Jika kau ingin bertemu dengannya segera ke tempatnya. Jangan membuang-buang waktuku untuk meladeni dirimu." ucap Nathan datar sebelum berjalan melalui Duke Salvaka sambil meliriknya dengan tajam.
Meninggalkan Duke Salvaka yang mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah marah. Seolah mengatakan bahwa bagi Kaisar Nathan dia bukan orang yang penting.
Tanpa mengetahui bahwa seseorang mendengar ucapannya.
" Saya tidak akan biarkan itu terjadi." ucapnya sambil tersenyum miring dan kemudian menghilang di balik kegelapan.
...****************...
Ketika Laura sampai di perpustakaan ia langsung dibuat terpukau melihat beribu-ribu buku yang berjejer rapi di rak.
__ADS_1
Membuat jiwa membaca Laura aktif, Memang di kehidupan sebelumnya Laura sangat menyukai membawa ketika ada waktu luang apalagi membaca novel dengan genre hot. Itu membuatnya merasa seolah-olah yang mengalami kejadian tersebut.
Ketika Laura melihat-lihat buku matanya dibuat berbinar, Sebab melihat sebuah judul buku tersebut.
" Kisah panas Ksatria baja hitam dan Gadis bangsawan."
Laura yang mulai penasaran dengan kisahnya langsung mengambilnya. Tapi sebelum itu ia melirik sekitar agar tidak seorang pun yang melihatnya. Setelah merasa aman dengan cepat Laura mengambilnya dan mencari tempat duduk.
Laura dibuat terpekik melihat bagaimana keromantisan ksatria ketika berciuman dengan sang Gadis dibawah sinar rembulan.
Sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang duduk tepat di sampingnya.
" Sejak kapan kau membaca buku itu?" tanya nya dengan heran sambil memandang selidik Laura.
Laura yang menyadari bahwa ada seseorang langsung mengalihkan pandangannya dan tiba-tiba saja dia berteriak.
KYAA....
**Continue**...
__ADS_1