Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Chapter 36


__ADS_3

Ketika sampai di pelabuhan dikerajaan Alanka Laura dibuat kagum melihat bagaimana suasana ramai. Meskipun tidak seramai di kekaisaran tapi Laura bisa merasakan udara yang segar. Karena mengingat kerajaan Alanka masih banyak perhutanan dan penduduk yang tidak sebanyak kekaisaran.


Laura melihat sekitar pelabuhan sambil tangannya mengelus perutnya yang tampak sudah sedikit membuncit mengingat usia kandungannya hampir 3 bulan.


" Bantulah Mama untuk menjalankan kehidupan baru kita sayang, karena Mama sudah berjanji akan terus menjagamu sampai dewasa." batin Laura yang merasakan perasaan hangat.


Mia yang melihat Laura dibuat tersenyum dan berdoa semoga kehidupan Majikannya akan lebih baik.


" Laura, bagaimana kalau kita cari penginapan sekarang mengingat sudah malam, dan tidak baik juga seorang ibu hamil merasakan udara dingin." ucap Mia.


Laura yang mendengarnya menggangguk kepalanya setuju. Karena sekarang dirinya sudah lelah dan besok mungkin ia harus mencari sebuah ruko untuk membangun sebuah butik.


" Baiklah, ayo Mia." ucap Laura sambil berjalan terlebih dahulu.


Mia berjalan mengikuti Laura dari belakang sampai. Akhirnya mereka berdua sampai disebuah penginapan sederhana yang lokasinya tidak jauh dari pelabuhan.


Ketika masuk mereka langsung disambut oleh salah satu pekerja penginapan.

__ADS_1


" Selamat datang, anda yang bisa kami bantu untuk kalian." ucapnya sambil tersenyum.


" Tentu, aku memesan dua buah kamar untuk malam ini dan ini koinnya." ucap Laura sambil menyerahkan 20 keping koin perak.


" Terima kasih telah berkunjung disini dan ini adalah kuncinya, selamat beristirahat." ucapnya sambil menyerahkan dua buah kunci kamar.


" Terima kasih, ayo Mia." ucap Laura sambil menaiki anak tangga.


Mia pun mengikuti Laura dari belakang takut-takut nanti. Jika Laura jatuh mengingat saat ini ia sedang mengandung.


Setelah sampai didepan pintu kamar Laura langsung menyerahkan salah satu kunci kamar kepada Mia.


" Baiklah saya akan menerimanya Laura. Jika nanti Laura membutuhkan sesuatu tolong panggil saja saya." ucap Mia yang masih menggunakan bahasa formalnya.


Laura menggangguk kepalanya sebelum memasuki kamarnya dan diikuti oleh Mia. Akhirnya Laura tidur dengan pulas malam ini dengan perasaan yang lega karena berhasil keluar dari istana.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan Kaisar Nathan sedang mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya. Tapi yang menjadi aneh saat ini adalah pandangan Kaisar Nathan yang sangat tajam di hadapan seseorang.


" Jadi apa kau sudah mendapatkan yang aku inginkan." ucap Nathan dengan dingin.


Seorang itu adalah orang bayangan Kaisar Nathan yang disuruh mencari tentang Duke Salvaka dan Ratu Valerie.


" Saya sudah mendapatkan nya, Yang Mulia." ucapnya sambil menyerahkan sebuah kertas yang telah disegel dengan rapi.


Kaisar Nathan pun menerimanya dan membukanya. Seketika raut wajah Kaisar Nathan berubah setelah membaca isi informasi tersebut, tangannya yang sudah mengepal dan rahangnya yang mengeras.


BRAK....


" TERNYATA IA INGIN MAIN-MAIN DENGANKU, BAHKAN DIA DENGAN BERANINYA INGIN MERACUNI SELIR KESAYANGAN KU DAN JUGA CALON ANAKKU. DIA BENAR-BENAR MENCARI MATI." ucap Nathan sambil berteriak murka.


Karena ia tidak menyangka bahwa Duke Salvaka yang tidak lain adalah Ayah dari Ratu Valerie melakukan hal sekeji itu. Kemudian Kaisar Nathan melempar berkas Informasi di atas meja.


" Dia juga ingin melakukan pemberontakan terhadap diriku. Sepertinya aku tidak cara lain selain memancingnya keluar, mari kita mainkan permainan ini Duke Salvaka dan Ratu Valerie.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2