Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Sebuah Kenyataan


__ADS_3

Melihat Duke Salvaka menjerit kesakitan membuat Ratu Valerie langsung berani menatap Kaisar Nathan.


" Yang Mulia, saya mohon lepaskan Ayahanda ini semua jebakan. Tidak mungkin bahwa Ayahanda melakukan hal sekeji itu." ucap Ratu Valerie yang membela Duke Salvaka.


Kaisar Nathan yang mendengarnya langsung menghentikan sihirnya membuat Duke Salvaka langsung terjatuh dengan kondisi tubuh yang tidak sadarkan diri. Mukanya membiru dan lehernya membekas keadaan Duke Salvaka yang cukup mengenaskan membuat para Bangsawan yang melihatnya bergidik ngeri.


Ratu Valerie yang melihat kondisi Ayahnya berusaha bangun walaupun sedang keadaan lemah. Menuju ke tempat Ayahnya berada.


" Ayah hiks...Ayah hiks...." ucap Ratu Valerie sambil memeluk tubuh Duke Salvaka dengan erat dan menangis terisak.


" Anda sangat kejam, Yang Mulia. telah melakukan hal ini kepada Ayah padahal dia adalah Bangsawan yang setia kepada anda hiks...." ucap Ratu Valerie dengan wajah memerah padam.


Kaisar Nathan yang mendengarnya hanya berusaha acuh dan berjalan mendekat menuju Ratu Valerie. Ratu Valerie yang melihat bahwa Kaisar Nathan mendekat tanpa sadar memundurkan langkahnya setelah merasakan aura sang Kaisar yang gelap.


Sampai di hadapan Ratu Valerie langsung saja Kaisar Nathan menarik tangannya. Supaya Ratu Valerie menghadap kepadanya.

__ADS_1


Ratu Valerie yang melihat tatapan tajam Kaisar Nathan badannya gemetar.


" Lepaskan saya, Yang Mulia. sekarang saya sedang mengandung anak anda. Anda tidak akan bisa melukai saya." ucap Ratu Valerie yang berusaha berbicara sambil mengalihkan pandangannya.


Mendengar ucapan Ratu Valerie yang terkesan berani membuat Kaisar Nathan tersenyum sinis.


" Sepertinya kau sama sekali tidak mengenali diriku, Valerie. Aku di kenal sebagai orang berdarah dingin. Bisa saja sekarang aku membunuh mu beserta bayi sialan itu." ucap Nathan yang mengancam Ratu Valerie.


Deg....


Sontak mendengar itu Ratu Valerie langsung berusaha melepaskan tangannya dari Kaisar Nathan. Ia menggelengkan kepalanya kuat tidak ingin ada seorang pun melukai calon anaknya.


" SAYA TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN ANDA MEMBUNUH ANAK INI KARENA...." ucap Ratu Valerie berteriak terpotong setelah mendengar perkataan Kaisar Nathan.


" Kau ingin membuat nya menjadi seorang Kaisar dan membunuh anakku yang lain." ucap Nathan sambil memandang Ratu Valerie dengan tatapan sulit.

__ADS_1


Ratu Valerie yang mendengarnya terpaku sebentar sebelum kembali memandang Kaisar Nathan lagi.


" Iya, mungkin anda sudah tahu bahwa saya mencoba membunuh Selir Laura beserta kandungan nya. Supaya saya bisa mengendalikan anda sepenuhnya. APA ANDA TAHU BAHWA SAYA CEMBURU MELIHAT KEDEKATAN KALIAN. PADAHAL SAYA ORANG PERTAMA YANG SELALU DI SISI ANDA. TAPI KENAPA ANDA MENGHIANATI SAYA? " ucap Ratu Valerie sambil mengeluarkan air matanya kembali.


Para Bangsawan hanya bisa diam melihat pertengkaran Kaisar dan Ratu tanpa bisa melakukan apapun.


Kaisar Nathan yang mendengar semuanya sempat terdiam sebelum dia berjongkok di hadapan Ratu Valerie.


" Apa kau tahu sebenarnya aku sama sekali tidak peduli, dengan semua yang kamu ucapkan. Apa kau tahu siapa yang membuat mu sampai bertahun-tahun tidak hamil?" tanya Nathan sambil memandang Ratu Valerie dengan datar.


Deg...Deg....


Seketika jantung Ratu Valerie berdegup kencang mendengar pertanyaan Kaisar Nathan yang seolah seperti sebuah pernyataan. Bahwa pria di depannya merupakan dalangnya.


Melihat ekspresi Ratu Valerie membuat Kaisar Nathan menyeringai.

__ADS_1


" Seperti apa yang kau pikirkan Valerie, bahwa aku yang membuat mu sampai bertahun-tahun tidak mengandung dan ada satu yang kau ingin tahu lagi Valerie." ucap Nathan yang memandang Ratu Valerie dengan tatapan tajamnya.


Continue...


__ADS_2