Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Chapter 42


__ADS_3

Saat ini Kaisar Nathan sedang duduk di singgasana nya sambil memandang bawahannya dengan tajam.


" Apa kau sudah menemukannya?" tanya Nathan to the points.


" Saya sudah menemukan nya mereka berada di perbatasan selatan kekaisaran, kemungkinan mereka akan berjalan menuju ke sebuah kerajaan kecil. Menciptakan pertikaian antara kekaisaran dan kerajaan, Yang Mulia." ucapnya sambil membungkuk hormat di hadapan sang Kaisar.


Kaisar Nathan mengetuk jarinya di singasana nya sambil berpikir. Tidak lama kemudian ia bersmirk seolah-olah sudah merencanakan suatu yang licik.


" Baiklah, sekarang kau tangkap mereka dan membawa di hadapan ku. Aku beri waktu kurang lebih selama dua hari. Jika tidak kalian belum selesaikan misi. Aku yang akan turun tangan sendiri." ucap Nathan sambil tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.


" Saya akan melaksanakan perintah anda, dan Ratu Valerie akan menyuruh seorang pembunuh bayaran untuk membunuh Selir Laura, Yang Mulia." ucap nya yang juga memberikan informasi tentang rencana jahat Ratu Valerie.


Kaisar Nathan yang mendengarnya mencengkram kuat pinggiran singasana nya. Seolah-olah ingin menghancurkannya dia sama sekali membenci seseorang yang berani melukai wanitanya. Dia akan berjanji memastikan mereka berdua aman Isteri dan calon anaknya.


" Suruh salah satu bawahan kalian menyamar dan berpura-pura bekerja dengan Selir Laura untuk melindunginya, dan laporkan semua kegiatan Selir Laura langsung kepadaku. Satu lagi aku tidak ingin orang itu laki-laki." ucap Nathan sambil berjalan keluar meninggalkan bawahannya memandangi nya bingung.


Kaisar Nathan keluar dari ruang singasana nya berjalan dengan mengeluarkan aura gelapnya dan tangan yang mengepal kuat. Mengingat perkataan bawahannya bahwa Ratu Valerie akan melakukan sesuatu kepada wanitanya.

__ADS_1


Ketika berjalan diantara lorong tanpa sengaja Kaisar Nathan melihat kehadiran Ratu Valerie yang berjalan sambil tersenyum manis menghampirinya.


Kaisar Nathan yang melihatnya berdecih tapi ia harus bisa mengendalikan ekspresi nya. Supaya Ratu Valerie tidak curiga dengan nya.


" Salam, Yang Mulia Kaisar." ucap Ratu Valerie yang memberi hormat sambil mengangkat dua sisi gaunnya dengan anggun.


Kaisar Nathan hanya diam tetapi pandangannya terus tertuju kepada penampilan Ratu Valerie.


" Bukannya kemarin kau berjalan dengan bantuan kedua Pelayan mu, tetapi mengapa sekarang kau berjalan seperti orang normal?" tanya Nathan yang berpura-pura memasang wajah khawatir.


" Hari ini saya sudah merasa sehat, jadi apakah Kaisar ingin meminum teh bersama di taman. ini keinginan calon bayi kita Kaisar." ucap Ratu Valerie sambil mengusap-usap perut nya yang sudah tampak terlihat buncit.


Kaisar Nathan yang mendengarnya menghela nafasnya.


" Sepertinya aku harus berpura-pura bahwa mencintainya." batin Nathan berpikir.


Setelah beberapa lama kemudian Kaisar Nathan menjawab dengan anggukan kepala. Melihat jawaban anggukan Kaisar Nathan. Ratu Valerie merasa senang dan menggenggam tangannya menuju ke arah taman.

__ADS_1


" Cuacanya hari ini sangat terang, Yang Mulia." ucap Ratu Valerie yang memulai berbicaraan dengan nada suara lembut.


Kaisar Nathan yang sedang meminum secangkir teh nya hanya memandang datar Ratu Valerie.


" Cepat, apa tujuan kamu mengundang ku?" tanya Nathan to the points.


Karena dirinya tidak ingin berlama-lama bersama seorang bermuka dua dan mungkin psikopat.


" Saya hanya merindukan bersama, Yang Mulia." ucap Ratu Valerie menjawab dengan tenang.


" Benarkah." ucap Nathan sambil mengangkat kedua alisnya.


Deg...


Entah mengapa melihat ekspresi Kaisar Nathan membuat Ratu Valerie merasakan firasat yang buruk.


Continue....

__ADS_1


__ADS_2