
Beberapa bulan berlalu....
Sudah beberapa bulan berlalu akhirnya Laura memutuskan untuk kembali ke istana. Setelah mendengar ucapan Kaisar Nathan yang mengatakan bahwa sikapnya selama terhadap Valerie hanya sandiwara. Sebab Kaisar Nathan ingin memberi pelajaran kepada seseorang yang membunuh adiknya.
Laura yang mendengarnya sempat sedih mengingat bagaimana perjuangan keras hidup Kaisar Nathan yang sejak kecil tidak pernah diakui oleh Ayahnya. Dia hanya bisa mendapatkan kasih sayang dari ibu dan adiknya, apalagi setelah nya beliau kehilangan mereka karena dibunuh oleh orang-orang yang serakah.
Sebenarnya sempat Laura tidak ingin kembali ke istana karena dirinya ingin menjalani hidupnya sebagai Desainer. Tapi melihat wajah memohon Kaisar Nathan membuatnya merasa tidak tega. Lagipula dia juga sudah menaruh perasaan kepada Kaisar Nathan yang ternyata selama ini adalah anak laki-laki yang pernah memeluk nya dan anak yang dikandung Valerie bukan anak Kaisar Nathan. Jadi Laura tidak perlu merasa bersalah karena membuat hidup Valerie kacau.
Saat ini Laura sedang duduk dengan santai di taman istana sambil meminum tehnya yang ditemani oleh Mia yang sekarang masih menjadi pelayan pribadinya.
Dan untuk masalah toko pakaiannya Laura tidak perlu khawatir sebab Kaisar Nathan sudah mengutus seseorang untuk mengurus toko itu. Laura cuma di tugaskan untuk mengirim gambar gaun untuk tokonya.
__ADS_1
Ketika Laura sedang asik melihat pemandangan taman. Tiba-tiba saja ada suara derapan langkah kaki dan suara anak kecil yang membuat Laura mengalihkan pandangannya.
" Mama." ucapnya sambil melambaikan tangannya ke arah Laura.
Laura yang mendengarnya tersenyum sekaligus terharu bagaimana tidak. Bahwa dirinya melihat Lavender Puteri angkatnya sedang berada di gendongan Kaisar Nathan. Memang setelah berpikir lama Kaisar Nathan memutuskan untuk mengasuh dan memberi gelar Puteri kepada Lavender.
" Sini." ucap Laura yang menyuruh mereka untuk menghampirinya.
Melihat Laura yang tersenyum membuat perasaan Kaisar Nathan menghangat. dan kakinya melangkah menghampirinya sambil memberikan kecupan hangat di kening Laura.
Dia tidak izinkan melakukan apapun bahkan untuk pergi ke kamar mandi. Pasti Kaisar Nathan langsung menggendongnya dan mengabaikan pekerjaan nya. Tentu saja Laura langsung marah memangnya dia lumpuh padahal sekarang dirinya hanya sedang hamil.
__ADS_1
Tapi Laura hanya membiarkan saja Kaisar Nathan melakukan itu. Karena menurutnya Kaisar Nathan hanya tidak mau dirinya dan bayinya terluka.
" Apa sedang kamu lakukan Laura?" tanya Nathan sambil menurunkan Lavender di salah satu kursi di dekat Laura.
" Tentu saja aku sedang menikmati waktu santai, karena selama beberapa bulan ini aku selalu ada saja yang mengganggu ku." ucap Laura yang seakan-akan menyindir Kaisar Nathan.
Sedangkan orang yang disindir hanya terkekeh pelan sambil badannya berjongkok tepat di depan perut Laura yang sudah membulat di balik gaun yang saat ini dia kenakan. Kaisar Nathan menyentuh dan mengelus perut Laura yang saat ini sudah mencapai sembilan bulan tinggal beberapa hari lagi.
Laura akan melahirkan anaknya Kaisar Nathan sudah merasa tidak sabar untuk melihat buah hatinya. Kaisar Nathan sama sekali tidak menyesal telah menghamili Laura karena berkatnya dirinya dan cinta sejatinya bertemu. Kaisar Nathan hanya bisa berharap bahwa jiwa Laura yang asli tenang di sana.
" Terima kasih karena berkat dirimu yang rela memberikan tubuhmu. Untuk wanita yang kucintai saat ini kami bisa bersama lagi. Aku berjanji akan menjaga anak kita baik-baik." batin Nathan yang mengucapkan terima kasih kepada Laura yang asli.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Kaisar Nathan mengangkat kepalanya menatap Laura yang saat ini sedang memandangi nya sambil tersenyum.
Countine....