Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Pelanggan Pertama dan Rencana Keji


__ADS_3

Ketika Laura dan Mia masih membereskan pelengkapan toko. Tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam toko.


Kriing....


" Permisi, apa toko ini buka?" tanya nya dengan sopan.


Melihat seseorang yang datang Laura langsung berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat. Di sana Laura melihat seorang gadis muda berpakaian gaun berwarna ungu sederhana dengan rambut hitamnya yang di kepang.


" Selamat datang di toko pakaian kami, silahkan masuk toko kami buka." ucap Laura sambil tersenyum dan membungkuk sedikit badannya menyambut seorang pelanggan.


Gadis muda itu menggangguk kepalanya dan berjalan mendekati Laura.


" Oh syukurlah kalian buka, di sini aku ingin memesan sebuah gaun untuk pesta yang ada di istana, apa kau bisa membuatnya?" tanya nya.


Laura yang mendengarnya tersenyum kemudian mengganggu kepalanya.


" Tentu saja, apa anda ingin memilih desainnya atau saya yang membuatnya dan anda tinggal mengambilnya?" tanya Laura yang mulai tertarik dengan pekerjaannya ini.


Gadis muda terdiam sebentar sebelum kemudian menjawab.

__ADS_1


" Aku mempercayakan semuanya kepadamu, karena aku yakin kamu bisa membuat gaun yang sangat cantik. Jika sudah selesai kirimkan di kediaman Count Fail." ucap nya sambil menyerahkan sekantung koin yang berisi beberapa keping emas.


Laura yang melihatnya sedikit terkejut karena pelanggannya pertamanya merupakan seorang anak bangsawan.


" Apa anda yakin ingin membuat gaun di sini, sedangkan ada toko pakaian yang lebih terkenal lagi dari saya?" tanya Laura yang tidak yakin kepada keputusan seorang Puteri bangsawan.


Gadis muda itu menggangguk kepalanya sambil memegang kedua tangan Laura.


" Aku sangat yakin sebab di pancaran matamu, aku melihat sebuah bakat terpendam di dalamnya, dan koin emas untuk pembayaran setengah gaunnya. Jika sudah selesai aku akan membayar sisanya. Kalau begitu aku permisi." ucap nya sambil membungkuk sedikit badannya dan berjalan meninggalkan toko.


Setelah kepergian Gadis muda bangsawan tadi Laura langsung tersenyum senang.


Mia yang melihatnya sedari tadi tersenyum senang.


" Selamat, Puteri." gumam Mia dengan pelan.


...****************...


BRAK....

__ADS_1


" Ini tidak mungkin." ucap Ratu Valerie yang membuka pintu kamarnya dengan keras.


Ratu Valerie berteriak frustasi mengingat bagaimana Kaisar Nathan memandang nya dengan tajam. Di sana Ratu Valerie melihat pancaran mata kebencian bukannya cinta seperti beberapa bulan yang lalu. Kemudian pandangannya tertuju kepada perutnya yang sedikit membulat dan memukuli nya dengan kuat.


" Andaikan sejak awal aku sudah membunuhmu, aku tidak akan diperlakukan seperti itu oleh Kaisar ARRGGHHHHH....ANAK PEMBAWA SIAL ARRGGHHHHH...." ucap Ratu Valerie sambil berteriak keras dan terus memukul perutnya dengan kuat.


Sia yang melihatnya langsung berlari dan mencegah Ratu Valerie untuk memukul perutnya lagi.


" Anda tidak boleh melakukan hal itu, Yang Mulia. Saya yakin bahwa saat ini Kaisar sedang kepikiran tentang Selir Laura yang pergi membawa anaknya. Dia tidak mungkin mencampakkan anda Ratu, saya yakin." ucap Sia yang menenangkan Ratu Valerie dengan mata berkaca-kaca.


Ratu Valerie yang mendengarnya langsung menghentikan memukul perutnya dan memandang Sia dengan berderai air mata.


" Kau benar Sia, jika aku ingin mendapatkan perhatian Kaisar lagi. Aku harus membunuh Selir Laura beserta anak di dalam kandungannya." ucap Ratu Valerie sambil tersenyum sinis.


Sia yang mendengarnya tidak menyangka bahwa Ratu Valerie bisa merencanakan hal sekeji itu.


" Tapi, Ratu." ucap Sia yang terhenti melihat tatapan tajam Ratu Valerie.


" Sia panggilkan seorang pembunuh bayaran dan perintahkan kepada mereka untuk membunuh Selir Laura sebelum Kaisar menemukannya Hahaha...." ucap Ratu Valerie sambil tertawa.

__ADS_1


Continue....


__ADS_2